Pembekalan Petugas Haji 2026 Mulai 10 Januari, Kualitas Pelayanan Harus Ditingkatkan
Pemerintah mengumumkan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) terpadu untuk petugas haji akan dimulai mulai tanggal 10 Januari 2026. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah yang melakukan umrah.
Diklat ini akan diadakan secara intensif selama satu bulan dan akan menangani aspek-aspek seperti persiapan fisik, pemahaman fikih haji, serta kemampuan komunikasi dasar berbahasa Arab. Pembekalan ini juga mencakup pemahaman tugas teknis.
Menurut Kemenhaj, diklat ini diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa pelatihan nantinya akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede dan di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Evaluasi penyelenggaraan haji tahun lalu menunjukkan lemahnya kerja tim dan koordinasi di lapangan," katanya. "Kita ingin memastikan bahwa seluruh petugas memiliki niat utama untuk melayani, bukan sekadar 'nebeng haji'."
Pembekalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan integritas dan kedisiplinan petugas haji. Menurut Wamenhaj, kerja-kerja petugas haji sangat fisik dan memerlukan kesadaran dan disiplin yang tinggi.
"90% kerja-kerja petugas haji itu kerja fisik," katanya. "Jadi tidak berhenti."
Pemerintah mengumumkan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) terpadu untuk petugas haji akan dimulai mulai tanggal 10 Januari 2026. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah yang melakukan umrah.
Diklat ini akan diadakan secara intensif selama satu bulan dan akan menangani aspek-aspek seperti persiapan fisik, pemahaman fikih haji, serta kemampuan komunikasi dasar berbahasa Arab. Pembekalan ini juga mencakup pemahaman tugas teknis.
Menurut Kemenhaj, diklat ini diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa pelatihan nantinya akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede dan di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Evaluasi penyelenggaraan haji tahun lalu menunjukkan lemahnya kerja tim dan koordinasi di lapangan," katanya. "Kita ingin memastikan bahwa seluruh petugas memiliki niat utama untuk melayani, bukan sekadar 'nebeng haji'."
Pembekalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan integritas dan kedisiplinan petugas haji. Menurut Wamenhaj, kerja-kerja petugas haji sangat fisik dan memerlukan kesadaran dan disiplin yang tinggi.
"90% kerja-kerja petugas haji itu kerja fisik," katanya. "Jadi tidak berhenti."