Peta Gunung Slamet & Lokasi Terakhir Syafiq Pendaki yang Hilang

Operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan yang hilang di Gunung Slamet baru-baru ini resmi ditutup setelah lebih dari seminggu upaya tim SAR tidak menemukan bukti adanya korban. Syafiq, seorang pendaki berusia 18 tahun asal Magelang, hilang saat mendaki bersama temannya Himawan Choidar Bahran di jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang.

Mereka memulai pendakian pada malam hari dan berencana turun ke basecamp pada keesokan harinya. Namun, hingga malam hari, keduanya belum kembali. Himawan ditemukan keesokan harinya di sekitar Pos 9 dalam kondisi cedera kaki, sedangkan Syafiq tidak diketahui keberadaannya.

Menurut kesaksian Himawan, keduanya berpisah karena Himawan cedera dan Syafiq turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Dua saksi mata terakhir melihat Syafiq di sekitar Pos 3, namun jalur yang ditempuhnya ternyata salah sehingga ia hilang.

Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Jawa Tengah dan membentang di lima kabupaten. Untuk mendaki Gunung Slamet, terdapat beberapa jalur pendakian resminya, yaitu:

1. Jalur Bambangan (Purbalingga)
2. Jalur Dipajaya (Pemalang)
3. Jalur Permadi Guci (Tegal)
4. Jalur Baturraden Lestari (Banyumas)
5. Jalur Gunung Malang (Pemalang)
6. Jalur Kaliwadas (Brebes/Purbalingga)
7. Jalur Cemara Sakti
 
[ GIF: seorang pendaki jatuh dan terjebak di atas tebing, dengan ekspresi "Wah, aku kalah!" ]

[ GIF: seorang saksi mata melihat Syafiq berjalan ke arah salah, dengan teks "Jalur yang salah?!" ]

[ GIF: seorang pendaki memegang peta gunung, dengan ekspresi "Apa lagi jalur yang salah?" ]

[ GIF: seorang teman mendukung korban cedera kaki, dengan teks "Kita tidak sendirian..." ]
 
Ops, operasi pencarian itu kayaknya sudah berakhir dengan ganti-ganti. Syafiq hilang sejak beberapa malam lalu dan sampai saat ini masih belum menemukan bukti adanya korban. Mereka memulai pendakian pada malam hari dan berencana turun ke basecamp di pagi harinya, tapi gak kembali. Gimana kalau itu bisa terjadi? Gak ada yang siap untuk mengambil risiko seperti itu. Hmm...
 
Gak ngerti siapa yang memikirkan keselamatan pendaki nih, kalau mereka pergi mendaki gak ada rencana apa-apa, justru malam hari nge-escalate. Syafiq 18 tahun aja, siap-siap keesokan harinya kembali, tapi kabarnya malah hilang... gimana caranya tim SAR mau nembusin hal ini?

Kalau gak ada rencana yang jelas, bagaimana dia tahu jalur mana yang benar? Nge-cari bantuan sih, tapi kemana nanti? Jika saksi mata terakhir melihatnya di sekitar Pos 3, kenapa trekinya salah?

Itu gunung Slamet yang aktif gak berarti dia bisa langsung naik. Pendaki harus ramah dengan alam dan situasi. Semoga Syafiq selamat-selamat, tapi juga kita harus belajar dari kejadian ini agar tidak terjadi lagi seperti ini.
 
operasi pencarian syafiq rizq Allah itu gue lihatnya pas 1 minggu, kini sudah ditutup. aku pikir mereka harus paling serius saat ini, karena Syafiq itu masih muda dan pendaki yang berpengalaman. jalur dipajaya itu salah juga? gak jadi rahasia lagi, operasi pencarian ini bisa dilakukan lebih baik, ya. gue harap tim sar bisa menemukan jawabannya di dalam gua.
 
🌟 Wah, operasi pencarian itu kayaknya sudah lama nggak update, ya? Saya rasa yang penting adalah Syafiq ditemukan Himawan, dan keduanya berpisah karena keselamatan, tapi itu gampang banget untuk salah tujuan di gunung. 🤦‍♂️ Gunung Slamet sih sangat mengasuh, nggak bisa diprediksi siapa yang akan keluar dari sana, dan nggak bisa memprediksi siapa yang akan masuk ke dalamnya. 🌊 Kita harus selalu waspada ketika melakukan sesuatu yang seperti itu, tapi saya rasa kita juga harus berharap Syafiq ditemukan dengan baik, ya? 🤞
 
Hai, aku pikir itu karena Syafiq tidak punya kompas lagi, kamu tahu kompas itu apa? Aku pikir dia salah arah sambil mencari bantuan. Jadi, itu yang menyebabkan dia hilang. Gunung Slamet itu ngga bisa dihindari, kabar baiknya Himawan masih bisa keluar dari situ cedera kaki tuh. Mungkin aku salah, tapi itu cuma pendapatku deh 😐
 
kembali
Top