BCA Expoversary 2026: Kekayaan Budaya Sumba Dihadirkan dengan Autentik
Di ICE BSD City, Tangerang, BCA Expoversary 2026 membawa pulau Sumba ke depan mata pengunjung. Konsep Desa Bakti BCA Kampung Prai Ijing/Tebara memberikan kesan autentik tentang kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat lokal di NTT. Setelah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Asia tahun 2025, Sumba semakin menunjukkan potensi pariwisata yang luar biasa.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman autentik dengan permainan tradisional seperti "Kagorokana Alu" yang mempraktikkan ketangkasan dan konsentrasi. Sementara itu, di area Bakti BCA juga dibangun miniatur rumah adat Umma Mangu Toko yang mengeksplorasi arsitektur khas daerah tersebut.
Kain tenun ikat tradisional Sumba juga menjadi daya tarik utama pengunjung. Dengan teknik ikat dan pewarna alami, kain ini tidak hanya merupakan busana, tetapi juga merepresentasikan identitas dan nilai budaya masyarakat setempat. Motif- motifnya banyak terinspirasi dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat Sumba.
Selain itu, pengunjung dapat mengabadikan momen dengan latar visual khas Sumba yang dilengkapi replika kuda pacu. Kuda pacu memiliki nilai historis di Pulau Sumba dan pernah menjadi komoditas perdagangan pada era 1840-an.
Di ICE BSD City, Tangerang, BCA Expoversary 2026 membawa pulau Sumba ke depan mata pengunjung. Konsep Desa Bakti BCA Kampung Prai Ijing/Tebara memberikan kesan autentik tentang kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat lokal di NTT. Setelah dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Asia tahun 2025, Sumba semakin menunjukkan potensi pariwisata yang luar biasa.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman autentik dengan permainan tradisional seperti "Kagorokana Alu" yang mempraktikkan ketangkasan dan konsentrasi. Sementara itu, di area Bakti BCA juga dibangun miniatur rumah adat Umma Mangu Toko yang mengeksplorasi arsitektur khas daerah tersebut.
Kain tenun ikat tradisional Sumba juga menjadi daya tarik utama pengunjung. Dengan teknik ikat dan pewarna alami, kain ini tidak hanya merupakan busana, tetapi juga merepresentasikan identitas dan nilai budaya masyarakat setempat. Motif- motifnya banyak terinspirasi dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat Sumba.
Selain itu, pengunjung dapat mengabadikan momen dengan latar visual khas Sumba yang dilengkapi replika kuda pacu. Kuda pacu memiliki nilai historis di Pulau Sumba dan pernah menjadi komoditas perdagangan pada era 1840-an.