Presiden Jokowi meluncurkan program hajj, tapi siapa saja yang akan berangkat ke Arab Saudi tahun ini? Tahun ini, Indonesia kembali menirimkan jemaah haji terbesar di dunia. Pada 2026, ada 1.620 orang petugas penyelenggara ibadah haji yang akan mengantar mereka menuju Madinah. Pertama kali, Indonesia mengirimkan jemaah haji sekitar 500 orang pada tahun 1924, namun jumlahnya semakin banyak setiap tahun.
Namun, di antara mereka ada yang belum pernah berangkat ke Arafah. Mereka terdiri dari petugas penyelenggara ibadah haji yang akan menjaga proses pengaturan ibadah haji agar lancar. Dengan demikian, Indonesia mengirimkan jemaah haji dalam jumlah besar, membutuhkan kesiapan dan tata kelola yang baik untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi.
Kami diharapkan dapat melihat banyak pesan dari presiden Jokowi di acara penutupan Diklat PPIH 2026. Dia menekankan pentingnya menjaga wibawa bangsa Indonesia, baik saat mereka berada di dalam negeri maupun saat mereka berada di depan umat Islam di seluruh dunia.
Di balik keamanan dan keseimbangan negara ada banyak faktor yang disiplin untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi. Tidak hanya itu, namun tata kelola yang baik dan kualitas petugas menjadi kunci utama agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar.
Jika kita berhasil menjaga keamanan di dalam negeri dan juga menunjukkan wibawa bangsa kita, maka tentu saja ini akan membawa kebahagiaan bagi jemaah yang terdiri dari 1.620 orang petugas penyelenggara ibadah haji, serta menjadi tanggung jawab keagamaan bagi mereka yang bertugas menjaga proses pengaturan ibadah haji agar lancar.
Namun, di antara mereka ada yang belum pernah berangkat ke Arafah. Mereka terdiri dari petugas penyelenggara ibadah haji yang akan menjaga proses pengaturan ibadah haji agar lancar. Dengan demikian, Indonesia mengirimkan jemaah haji dalam jumlah besar, membutuhkan kesiapan dan tata kelola yang baik untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi.
Kami diharapkan dapat melihat banyak pesan dari presiden Jokowi di acara penutupan Diklat PPIH 2026. Dia menekankan pentingnya menjaga wibawa bangsa Indonesia, baik saat mereka berada di dalam negeri maupun saat mereka berada di depan umat Islam di seluruh dunia.
Di balik keamanan dan keseimbangan negara ada banyak faktor yang disiplin untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi. Tidak hanya itu, namun tata kelola yang baik dan kualitas petugas menjadi kunci utama agar penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar.
Jika kita berhasil menjaga keamanan di dalam negeri dan juga menunjukkan wibawa bangsa kita, maka tentu saja ini akan membawa kebahagiaan bagi jemaah yang terdiri dari 1.620 orang petugas penyelenggara ibadah haji, serta menjadi tanggung jawab keagamaan bagi mereka yang bertugas menjaga proses pengaturan ibadah haji agar lancar.