Vietnam mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2025, meskipun terdampak oleh kebijakan tarif AS. Dalam beberapa bulan terakhir, Vietnam telah mengabaikan bea masuk AS yang sebesar 20 persen untuk meningkatkan ekspor dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi domestik yang meningkat dan pengeluaran pemerintah yang lebih besar untuk infrastruktur. Namun, Vietnam masih berupaya menyeimbangkan model pertumbuhannya agar tidak lagi bergantung pada ekspor saja. Produksi industri dan penjualan ritel juga meningkat 9,2 persen pada tahun 2025.
Tingkat inflasi di Vietnam mencapai 3,31 persen pada tahun 2025, sementara itu harga konsumen naik 3,48 persen dari tahun sebelumnya. Aliran masuk investasi asing juga meningkat 9 persen menjadi atau mencapai 27,6 miliar dolar AS.
Meskipun pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2025 adalah angka yang positif, Vietnam masih berharap dapat menemukan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat untuk meningkatkan ekspor dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi domestik yang meningkat dan pengeluaran pemerintah yang lebih besar untuk infrastruktur. Namun, Vietnam masih berupaya menyeimbangkan model pertumbuhannya agar tidak lagi bergantung pada ekspor saja. Produksi industri dan penjualan ritel juga meningkat 9,2 persen pada tahun 2025.
Tingkat inflasi di Vietnam mencapai 3,31 persen pada tahun 2025, sementara itu harga konsumen naik 3,48 persen dari tahun sebelumnya. Aliran masuk investasi asing juga meningkat 9 persen menjadi atau mencapai 27,6 miliar dolar AS.
Meskipun pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2025 adalah angka yang positif, Vietnam masih berharap dapat menemukan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat untuk meningkatkan ekspor dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.