Jatuh saat tidur? Ini artinya menurut dokter, yaitu sentakan hipnik. Meski hanya berlangsung sekejap, sensasinya terasa sangat nyata dan kerap menimbulkan rasa panik.
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui Instagram, Dr Myro Figura, seorang ahli anestesi bersertifikat, menjelaskan bahwa sentakan hipnik berkaitan dengan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja. Ini terjadi tepat saat seseorang mulai tertidur.
Menurut Dr Figura, sentakan hipnik terjadi karena adanya kesalahan kecil dalam cara otak beradaptasi saat tubuh beralih dari kondisi sadar ke tidur. "Saat Anda tertidur, otot-otot Anda rileks dan dingin, tetapi otak Anda merasakan relaksasi itu seolah-olah Anda sedang jatuh," katanya.
Fenomena ini umumnya muncul pada tahap tidur ringan dan tidak menandakan adanya penyakit serius. Namun, pola tidur yang tidak teraturβseperti akibat kerja shift atau jet lagβdapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan frekuensi sentakan hipnik.
Meski tergolong normal, Dr Figura mengingatkan bahwa sentakan hipnik yang terlalu sering bisa menjadi sinyal tubuh sedang tidak seimbang. "Itu bisa berarti Anda stres, Anda tidak cukup tidur, atau Anda minum terlalu banyak kafein," katanya.
Sentakan hipnik bisa terjadi pada semua usia, meski lebih sering dialami oleh orang dewasa. Faktor lain yang berpotensi memicu kondisi ini antara lain konsumsi kafein berlebihan dan tingkat stres yang tinggi.
Jadi, apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami sentakan hipnik? Dr Figura merekomendasikan untuk mendapatkan cukup tidur, mengatur pola tidur teratur, dan mengurangi konsumsi kafein berlebihan.
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui Instagram, Dr Myro Figura, seorang ahli anestesi bersertifikat, menjelaskan bahwa sentakan hipnik berkaitan dengan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja. Ini terjadi tepat saat seseorang mulai tertidur.
Menurut Dr Figura, sentakan hipnik terjadi karena adanya kesalahan kecil dalam cara otak beradaptasi saat tubuh beralih dari kondisi sadar ke tidur. "Saat Anda tertidur, otot-otot Anda rileks dan dingin, tetapi otak Anda merasakan relaksasi itu seolah-olah Anda sedang jatuh," katanya.
Fenomena ini umumnya muncul pada tahap tidur ringan dan tidak menandakan adanya penyakit serius. Namun, pola tidur yang tidak teraturβseperti akibat kerja shift atau jet lagβdapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan frekuensi sentakan hipnik.
Meski tergolong normal, Dr Figura mengingatkan bahwa sentakan hipnik yang terlalu sering bisa menjadi sinyal tubuh sedang tidak seimbang. "Itu bisa berarti Anda stres, Anda tidak cukup tidur, atau Anda minum terlalu banyak kafein," katanya.
Sentakan hipnik bisa terjadi pada semua usia, meski lebih sering dialami oleh orang dewasa. Faktor lain yang berpotensi memicu kondisi ini antara lain konsumsi kafein berlebihan dan tingkat stres yang tinggi.
Jadi, apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami sentakan hipnik? Dr Figura merekomendasikan untuk mendapatkan cukup tidur, mengatur pola tidur teratur, dan mengurangi konsumsi kafein berlebihan.