Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan memasuki hari keempat. Pihak Tim SAR Gabungan berjibaku dengan medan ekstrem dan cuaca buruk. Operasi teknis ini melibatkan 10 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas Makassar, Kopasgat TNI AU, BPBD Kota Makassar, Brimob, Pramuka Peduli, dan Jasdam.
Proses evakuasi membawa risiko tinggi karena titik jatuh pesawat berada di pegunungan yang terjal dengan kedalaman ratusan meter. Tim SAR Gabungan harus bertahan selama 30 jam di kedalaman jurang sebelum berhasil membawa jenazah menuju titik estafet. Proses ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang, ketika tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang.
Operasi dilaksanakan di area yang sangat berbahaya, terpencil dan beriklim ekstrem. Saat ini, tim pertama yang telah terkuras tenaganya melakukan estafet jenazah kepada tim kedua. Perjalanan berlanjut menuju area persawahan Kampung Lampeso dengan waktu tempuh mencapai 20 jam.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih dalam tahap akhir, di mana jenazah korban pertama masih berada di Kampung Baru, Dusun Lampeso, untuk proses transit sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Makassar guna diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.
Proses evakuasi membawa risiko tinggi karena titik jatuh pesawat berada di pegunungan yang terjal dengan kedalaman ratusan meter. Tim SAR Gabungan harus bertahan selama 30 jam di kedalaman jurang sebelum berhasil membawa jenazah menuju titik estafet. Proses ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang, ketika tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang.
Operasi dilaksanakan di area yang sangat berbahaya, terpencil dan beriklim ekstrem. Saat ini, tim pertama yang telah terkuras tenaganya melakukan estafet jenazah kepada tim kedua. Perjalanan berlanjut menuju area persawahan Kampung Lampeso dengan waktu tempuh mencapai 20 jam.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih dalam tahap akhir, di mana jenazah korban pertama masih berada di Kampung Baru, Dusun Lampeso, untuk proses transit sebelum dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Makassar guna diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel.