Kekalahan Malut United 1-2 dari Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-19 Super League 2025-2026 buatnya sangat menyesakan. Hendri Susilo, pelatih skuad asuhan, mengakui bahwa strategi yang sudah direncanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Susilo, kalah ini bukan hanya disebabkan oleh kelemahan pertahanan Bhayangkara FC, melainkan juga karena strategi Malut United sendiri yang gagal. Ia menyatakan bahwa skuad asuhannya harus lebih berhati-hati dalam merencanakan game plan untuk menghadapi lawan-lawan.
Malut United memulai pertandingan dengan kesulitan, di mana Bhayangkara FC berhasil mencetak gol pada menit ke-22. Kemudian, Moises Wolschick menjadikan perbedaan gola tersebut menjadi dua kali sejak menit ke-52. Meskipun demikian, skuad asuhan Malut United tetap memiliki harapan untuk membalas lawan dengan mencetak gol pada menit ke-70 melalui David Da Silva.
Namun, harapan itu tidak terwujud, karena Bhayangkara FC berhasil menghindari peluit panjang sampai akhir pertandingan. Susilo menyatakan bahwa ada banyak faktor penyebab kalah ini, dan sebagai pelatih, ia bertanggung jawab atas hasil tersebut.
Pertahanan Bhayangkara FC di babak I memang cukup kuat, sehingga Malut United kesulitan dalam menciptakan peluang. Namun, setelah paruh kedua dimulai, skuad asuhan Malut United berhasil mendominasi jalannya permainan dengan 69 persen penguasaan bola.
Meskipun demikian, kalah ini adalah tanda dari kesalahan strategis yang dijalankan oleh pelatih Susilo dan skuad asuhannya.
Menurut Susilo, kalah ini bukan hanya disebabkan oleh kelemahan pertahanan Bhayangkara FC, melainkan juga karena strategi Malut United sendiri yang gagal. Ia menyatakan bahwa skuad asuhannya harus lebih berhati-hati dalam merencanakan game plan untuk menghadapi lawan-lawan.
Malut United memulai pertandingan dengan kesulitan, di mana Bhayangkara FC berhasil mencetak gol pada menit ke-22. Kemudian, Moises Wolschick menjadikan perbedaan gola tersebut menjadi dua kali sejak menit ke-52. Meskipun demikian, skuad asuhan Malut United tetap memiliki harapan untuk membalas lawan dengan mencetak gol pada menit ke-70 melalui David Da Silva.
Namun, harapan itu tidak terwujud, karena Bhayangkara FC berhasil menghindari peluit panjang sampai akhir pertandingan. Susilo menyatakan bahwa ada banyak faktor penyebab kalah ini, dan sebagai pelatih, ia bertanggung jawab atas hasil tersebut.
Pertahanan Bhayangkara FC di babak I memang cukup kuat, sehingga Malut United kesulitan dalam menciptakan peluang. Namun, setelah paruh kedua dimulai, skuad asuhan Malut United berhasil mendominasi jalannya permainan dengan 69 persen penguasaan bola.
Meskipun demikian, kalah ini adalah tanda dari kesalahan strategis yang dijalankan oleh pelatih Susilo dan skuad asuhannya.