Harga beras naik walaupun ada klaim swasembada
Raport dari Center of Reform On Economics (CORE) Indonesia mengungkap bahwa meski pemerintah telah mendeklarasikan Indonesia sebagai negara swasembada beras pada akhir 2025, namun harga beras tidak bisa menurut ke arah yang diharapkan. Harga Gabah Kering Panen (GKP) mencapai Rp 6.500 per kilogram, meningkat dari sekitar Rp 5 ribu per kilogram beberapa waktu lalu.
Menurut Eliza Mardian, peneliti CORE, kenaikan harga GKP ini menambah biaya modal bagi penggilingan beras, sehingga maka ada kenaikan harga pada tingkat konsumen. Konsumen yang memiliki daya beli menengah akan mencoba menyesuaikan harga dengan meningkatkan nilai keuntungan penjualan.
Namun, pernyataan ini tidak bisa disambung bagi konsumen menengah ke bawah yang pendapatan mereka tidak ada penyesuaian dengan inflasi. Mereka akan mengeluarkan sekitar 60 persen dari porsi makanannya untuk bahan makanan, sehingga makin sulitnya menghadapi kenaikan harga.
"Apalagi kalangan menengah ke bawah yang pendapatan mereka tidak ada penyesuaian dengan inflasi, daya beli pun semakin tergerus," kata Eliza.
Raport dari Center of Reform On Economics (CORE) Indonesia mengungkap bahwa meski pemerintah telah mendeklarasikan Indonesia sebagai negara swasembada beras pada akhir 2025, namun harga beras tidak bisa menurut ke arah yang diharapkan. Harga Gabah Kering Panen (GKP) mencapai Rp 6.500 per kilogram, meningkat dari sekitar Rp 5 ribu per kilogram beberapa waktu lalu.
Menurut Eliza Mardian, peneliti CORE, kenaikan harga GKP ini menambah biaya modal bagi penggilingan beras, sehingga maka ada kenaikan harga pada tingkat konsumen. Konsumen yang memiliki daya beli menengah akan mencoba menyesuaikan harga dengan meningkatkan nilai keuntungan penjualan.
Namun, pernyataan ini tidak bisa disambung bagi konsumen menengah ke bawah yang pendapatan mereka tidak ada penyesuaian dengan inflasi. Mereka akan mengeluarkan sekitar 60 persen dari porsi makanannya untuk bahan makanan, sehingga makin sulitnya menghadapi kenaikan harga.
"Apalagi kalangan menengah ke bawah yang pendapatan mereka tidak ada penyesuaian dengan inflasi, daya beli pun semakin tergerus," kata Eliza.