Gempa Bumi yang Mengerikan, Dirasakan di Bali?
Kabar gembira bagi warga di Pacitan dan Jawa Timur, malah menyebalkan bagi masyarakat di kota-kota besar Indonesia. Gempa bumi yang berkekuatan 5,7 dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pukul 08.20 WIB dan berpusat di Pacitan. Awalnya BMKG menginformasikan kekuatan gempa M5,5 kemudian direvisi menjadi M5,7.
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG mengungkapkan gempa bumi dengan magnitudo 5,7 di Pacitan, Jawa Timur, terasa hingga ke beberapa wilayah di Bali yakni Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi tektonik itu terasa di kota-kota berikut:
* Skala intensitas MMI II-III: Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
* Dengan skala intensitas yang sama, MMI II-III: Madiun, Jember, dan Mojokerto.
* Skala intensitas III-IV MMI: Pacitan, Karangkates, Tulungagung. Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
* Kemudian di daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, dengan skala intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk melintas.
* Gempa Pacitan juga dirasakan di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram, dengan skala intensitas II yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Kabar gembira bagi warga di Pacitan dan Jawa Timur, malah menyebalkan bagi masyarakat di kota-kota besar Indonesia. Gempa bumi yang berkekuatan 5,7 dirasakan hingga ke beberapa wilayah di Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pukul 08.20 WIB dan berpusat di Pacitan. Awalnya BMKG menginformasikan kekuatan gempa M5,5 kemudian direvisi menjadi M5,7.
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG mengungkapkan gempa bumi dengan magnitudo 5,7 di Pacitan, Jawa Timur, terasa hingga ke beberapa wilayah di Bali yakni Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi tektonik itu terasa di kota-kota berikut:
* Skala intensitas MMI II-III: Denpasar, Kuta, dan Karangasem. Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
* Dengan skala intensitas yang sama, MMI II-III: Madiun, Jember, dan Mojokerto.
* Skala intensitas III-IV MMI: Pacitan, Karangkates, Tulungagung. Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
* Kemudian di daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, dengan skala intensitas III MMI yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk melintas.
* Gempa Pacitan juga dirasakan di Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram, dengan skala intensitas II yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.