Dalam periode Nataru 2025/2026 yang baru saja berakhir, penumpang angkutan umum di Indonesia telah menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), total penumpang angkutan umum mencapai 21,46 juta orang, meningkat 12,48 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Angkutan udara, laut, perkeretaapian, dan jalan menunjukkan kenaikan penumpang. Angkutan udara naik 0,73 persen, sementara angkutan laut meningkat 43,42 persen. Penumpang perkeretaapian tercatat meningkat 12,92 persen, sedangkan angkutan jalan turun sekitar 1,8 persen.
Kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol juga menunjukkan kenaikan 3,39 persen, sementara kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek melalui arteri meningkat 17,3 persen. Waktu tempuh ruas tol Cawang - Banyumanik secara kumulatif turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda, termasuk terminal, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, bandar udara, stasiun kereta api, gerbang tol, dan jalan arteri.
Kenaikan ini dapat dianggap sebagai tanda-tanda bahwa pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun.
Angkutan udara, laut, perkeretaapian, dan jalan menunjukkan kenaikan penumpang. Angkutan udara naik 0,73 persen, sementara angkutan laut meningkat 43,42 persen. Penumpang perkeretaapian tercatat meningkat 12,92 persen, sedangkan angkutan jalan turun sekitar 1,8 persen.
Kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol juga menunjukkan kenaikan 3,39 persen, sementara kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek melalui arteri meningkat 17,3 persen. Waktu tempuh ruas tol Cawang - Banyumanik secara kumulatif turun 5,24 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda, termasuk terminal, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, bandar udara, stasiun kereta api, gerbang tol, dan jalan arteri.
Kenaikan ini dapat dianggap sebagai tanda-tanda bahwa pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun.