Tolong Diselamatkan Kebun Binatang Bandung!
Pada Kamis pagi ini, pengunjung sekitar 500 orang mendapati Kebun Binatang Bandung ditutup dan disegel pemerintah Kota Bandung. "Disegel dalam rangka pengaman aset milik daerah Pemkot Bandung," tertera tulisan penyegelan di setiap pintu masuk gerbang.
Asep Saepuddin, warga Setiabudi, Bandung, datang ke Kebun Binatang Bandung sekitar pukul 08.00 WIB bersama cucunya. Ia mengaku pengin mengenalkan satwa kepada anak dan cucunya sebagai bagian dari edukasi-tradisi yang dilakukannya sejak lama. "Seperti biasa, saya ingin mengasuh cucu, ngenalin binatang-binatang ke dia. Saya pikir masih buka. Walaupun katanya belum sepenuhnya produktif, tetapi paling tidak masih bisa dikunjungi. Eh, pas sampai sini ternyata tutup."
Asep bingung dengan penutupan kebun binatang itu. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai sejarah dan kenangan lintas generasi bagi warga Bandung. "Dari zaman Derenten sampai sekarang. Tiba-tiba sekarang malah ditutup. Ada apa sebenarnya? Kenapa? Ini, kan, ikon Kota Bandung. Tolonglah diselamatkan."
Asep berharap pemerintah dan pemangku kebijakan bisa segara membuka kembali Kebun Binatang Bandung agar dapat diakses publik, terutama anak-anak. Ia juga mengaku pengunjung tidak keberatan membayar tiket masuk demi keberlangsungan kebun binatang. "Walaupun kemarin katanya digratiskan, saya tetap bayar. Bahkan saya bayar lebih dari harga karcis biasa."
Penyegelan Kebun Binatang Bandung dilakukan oleh Pemkot Bandung setelah Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT). Humas Bandung Zoo Yayasan Margasatwa Tamansari, Sulhan Syafi'i mengonfirmasi penutupan ini setelah Kemenhut mencabut izin konservasi yayasan yang telah mengelola lebih dari dua puluh tahun ini.
Pada Kamis pagi ini, pengunjung sekitar 500 orang mendapati Kebun Binatang Bandung ditutup dan disegel pemerintah Kota Bandung. "Disegel dalam rangka pengaman aset milik daerah Pemkot Bandung," tertera tulisan penyegelan di setiap pintu masuk gerbang.
Asep Saepuddin, warga Setiabudi, Bandung, datang ke Kebun Binatang Bandung sekitar pukul 08.00 WIB bersama cucunya. Ia mengaku pengin mengenalkan satwa kepada anak dan cucunya sebagai bagian dari edukasi-tradisi yang dilakukannya sejak lama. "Seperti biasa, saya ingin mengasuh cucu, ngenalin binatang-binatang ke dia. Saya pikir masih buka. Walaupun katanya belum sepenuhnya produktif, tetapi paling tidak masih bisa dikunjungi. Eh, pas sampai sini ternyata tutup."
Asep bingung dengan penutupan kebun binatang itu. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai sejarah dan kenangan lintas generasi bagi warga Bandung. "Dari zaman Derenten sampai sekarang. Tiba-tiba sekarang malah ditutup. Ada apa sebenarnya? Kenapa? Ini, kan, ikon Kota Bandung. Tolonglah diselamatkan."
Asep berharap pemerintah dan pemangku kebijakan bisa segara membuka kembali Kebun Binatang Bandung agar dapat diakses publik, terutama anak-anak. Ia juga mengaku pengunjung tidak keberatan membayar tiket masuk demi keberlangsungan kebun binatang. "Walaupun kemarin katanya digratiskan, saya tetap bayar. Bahkan saya bayar lebih dari harga karcis biasa."
Penyegelan Kebun Binatang Bandung dilakukan oleh Pemkot Bandung setelah Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT). Humas Bandung Zoo Yayasan Margasatwa Tamansari, Sulhan Syafi'i mengonfirmasi penutupan ini setelah Kemenhut mencabut izin konservasi yayasan yang telah mengelola lebih dari dua puluh tahun ini.