Kasus pembunuhan Letnan Jenderal Rusia Vladimir Alexeyev terungkap, para pelaku mengakui perintah Dinas Keamanan Ukraina. Aksi tersebut dilakukan atas janji imbalan besar.
Kasus pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Rusia Vladimir Alexeyev terungkap, para pelaku dianggap terlibat dalam rencana pembunuhan yang dipimpin oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU). Menurut sumber, para tersangka tersebut mengakui perintah dari SBU untuk membunuh korban.
Tersangka utama dalam kasus ini adalah Lyubomir Korba, warga negara Rusia kelahiran 1960. Korba dianggap telah menerima pelatihan penggunaan senjata api di sebuah lapangan tembak di Kiev dan kemudian diperekrut oleh SBU untuk membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev.
Menurut sumber, proses perekrutan Korba dilakukan dengan bantuan badan intelijen Polandia. Setelah direkrut, Korba disebut melakukan pengamatan terhadap sejumlah perwira militer berpangkat tinggi di Wilayah Moskow. SBU kemudian memberikan senjata kepadanya melalui sebuah tempat penyimpanan (stash) di luar Moskow.
Selain Korba, Zinaida Serebritskaya, seorang perempuan yang menyewa apartemen di gedung tempat Jenderal Alexeyev tinggal, juga terlibat dalam kasus ini. Melalui tempat penyimpanan yang sama, Serebritskaya diduga mengirimkan kunci elektronik pintu depan gedung tersebut kepada Korba untuk memudahkan akses.
Para pelaku dianggap telah menerima janji imbalan besar dari SBU sebesar 30.000 dolar AS jika berhasil membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev. Kasus ini masih terus berlanjut dengan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut.
Kasus pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Rusia Vladimir Alexeyev terungkap, para pelaku dianggap terlibat dalam rencana pembunuhan yang dipimpin oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU). Menurut sumber, para tersangka tersebut mengakui perintah dari SBU untuk membunuh korban.
Tersangka utama dalam kasus ini adalah Lyubomir Korba, warga negara Rusia kelahiran 1960. Korba dianggap telah menerima pelatihan penggunaan senjata api di sebuah lapangan tembak di Kiev dan kemudian diperekrut oleh SBU untuk membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev.
Menurut sumber, proses perekrutan Korba dilakukan dengan bantuan badan intelijen Polandia. Setelah direkrut, Korba disebut melakukan pengamatan terhadap sejumlah perwira militer berpangkat tinggi di Wilayah Moskow. SBU kemudian memberikan senjata kepadanya melalui sebuah tempat penyimpanan (stash) di luar Moskow.
Selain Korba, Zinaida Serebritskaya, seorang perempuan yang menyewa apartemen di gedung tempat Jenderal Alexeyev tinggal, juga terlibat dalam kasus ini. Melalui tempat penyimpanan yang sama, Serebritskaya diduga mengirimkan kunci elektronik pintu depan gedung tersebut kepada Korba untuk memudahkan akses.
Para pelaku dianggap telah menerima janji imbalan besar dari SBU sebesar 30.000 dolar AS jika berhasil membunuh Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev. Kasus ini masih terus berlanjut dengan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengungkap seluruh jaringan dan pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut.