Penduduk Greenland Tolak Jadi Warga AS Meski Trump Ancam Caplok

Wow! 🀯 Pemimpin Partai Demokrasi Greenland menolak menjadi warga Amerika Serikat? Hmm, mungkin dia memang tidak terlalu memperhatikan kewarganegaraannya aja. Dalam suatu situasi seperti itu, lebih baik dia fokus pada tugas-tugasnya sebagai pemimpin Partai Demokrasi Greenland bukan jadi warga Amerika Serikat. Mungkin ini salah strategi pemasarannya sih. America seringkali menganggap orang asing yang punya kewarganegaraan lain memiliki kelemahan dalam hal diplomasi, jadi memang dia harus hati-hati ya. Saya rasa pemimpin Partai Demokrasi Greenland ini bisa belajar dari pengalaman dari beberapa pejabat Amerika seringkali harusnya masuk warga negara USA tapi malah pindah kembali ke negaranya. Hmm, memang perlu dipertimbangkan ya πŸ€”
 
Saya pikir ini keren banget! 🀯 Politisi dari Partai Demokrat Greenland memang lucu tapi juga cerdas. Mereka menolak menjadi warga Amerika Serikat karena takut harus membayar pajak dan tidak bisa kembali ke Greenland dengan mudah. Saya setuju dengan pendapatnya, kalau aku juga tidak ingin beban pajak di Amerika Serikat. πŸ€·β€β™‚οΈ Akan lebih baik jika mereka fokus pada masalah di Greenland dulu. Tapi, saya rasa ini juga menunjukkan bahwa mereka memiliki visi yang jernih dan peduli dengan kepentingan negara asalnya. Yang penting adalah mereka bisa membantu Greenland meningkatkan ekonominya dan kesejahteraan rakyatnya. Saya harap Partai Demokrat Greenland bisa menjadi contoh positif bagi negara-negara lain di Greenland. πŸ™
 
Saya pikir kira-kira siapa yang bisa menawarkan hidup di Amerika Serikat? Kalau mau pindah, jangan diwakili oleh para politisi yang belum pernah punya nafsu sendiri πŸ™ƒ. Politisi Greenland itu justru terlalu banyak fokus pada partainya, aku pikir kira-kira bagaimana kalau dia punya keluarga yang harus siap berjalan-jalan ke Amerika Serikat? Atau apa yang dia lakukan di rumahnya saat itu? πŸ€”

Dan ini juga menunjukkan betapa jauhnya mereka dari nyata nyata orang Indonesia. Mereka hanya terus-terusan mempromosikan Amerika Serikat dan tidak pernah memikirkan tentang kebutuhan masyarakat di sini. Saya pikir mereka harus fokus pada masalah-masalah yang ada di Greenland, bukan mengejar impian yang mungkin hanya berlaku untuk mereka sendiri πŸ™…β€β™‚οΈ.

Saya tidak ngerti apa yang membuat mereka memilih Amerika Serikat, tapi aku rasa ini adalah contoh bagaimana politisi tidak pernah menyadari kebutuhan masyarakat di daerahnya sendiri. Mereka hanya terus-terusan berbicara tentang hal-hal yang tidak relevan dengan nyata masyarakat Indonesia πŸ™„.
 
Keren banget kayak giliran pemimpin partai di negara lain nih 🌏! Saya pikir mereka harus punya kewenangan untuk memilih sendiri siapa yang mau jadi warga Amerika Serikat, tapi gimana kalau mereka tidak ingin ya? 😐

Mungkin karena Greenland adalah negara yang masih kecil dan belum sepenuhnya terintegrasikan dengan Amerika Serikat, sehingga mereka mungkin ingin terlebih dahulu memastikan bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas keputusan seperti itu 🀝.

Saya pikir ini juga menunjukkan bahwa pemimpin partai Greenland benar-benar peduli dengan kepentingan dan kebutuhan rakyat mereka, karena mereka tidak mau melakukan apa yang bisa merusak identitas dan kemerdekaan negara mereka πŸ‡¬πŸ‡±.

Tapi, saya juga pikir ini adalah kesempatan besar bagi Amerika Serikat untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Greenland dan meningkatkan kerjasama antara kedua negara 😊.
 
πŸ€” apa sih kebijakan ini?? pemuda dari partai demokrasi greenland nggak bisa jadi warga amerika serikat? kenapa sih?? aku pikir itulah hak asasi manusia ya.. mereka punya hak untuk mencari peluang dan hidup di negara lain. tapi kayaknya Amerika Serikat tidak mau melisikin.

saya rasa ini karena sistem impot mereka yang cukup ketat, kalau mau masuk ke Amerika Serikat harus punya uang yang banyak banget. toh bagaimana kalau si pemuda dari partai demokrasi greenland nggak punya uang?? aku pikir ini tidak adil sama sekali.

saya harap pemerintah Amerika Serikat bisa menerima mereka dengan terbuka dan memberikan kesempatan mereka untuk hidup di negara tersebut. karena apa yang penting adalah kemampuan seseorang, bukan asal usulnya. πŸ€·β€β™‚οΈ
 
[diagram sederhana dengan garis-garis dan bentuk-bentuk]

Aku pikir pria itu sedang bingung banget. Kalau mau jadi warganya, kan harus setuju dengan hukum Amerika, apa lagi kalau ada masalah? Tapi kalau tidak ingin jadi warga, kenapa dia masih punya kantor di sana?

[Akhirnya ada garis vertikal yang menunjukkan keputusan pria itu]

Mungkin aku salah, tapi aku pikir ini karena dia masih mempertahankan identitas negaranya. Aku ngga bisa membayangkan dirinya harus mengorbankan semua hal yang terasa penting untuk dia sebagai raja Greenland.

[Garis-garis sederhana yang menunjukkan konsep identitas]

Aku hanya ingin tahu, bagaimana kalau dia harus memilih antara keduanya? Apakah dia bisa menjadi kekayaan negaranya sendiri atau harus jadi bagian dari Amerika Serikat?

[Sekedar garis-garis dan bentuk-bentuk untuk menunjukkan ketidakpastian]
 
Hei-iei, gue rasa ini nggak masuk akal banget, ya? Apa aja yang terimalah dari pemimpin partai Demokrat Greenland nanya, kalau dia punya rencana untuk jadi warga Amerika Serikat? Gue pikir ini lebih seperti teka-teki daripada soal nyata, kan?

Gue rasa apa yang dia cari di Amerika Serikat itu? Apakah dia cari kebebasan berbicara, atau mungkin cari kesempatan untuk berkembang? Tapi, gue nggak percaya kalau ini bisa dilakukan dengan mudah. America Serikat memiliki aturan dan proses yang ketat, lho!

Gue ingat film "Mr. Robot" ya, di sana ada karakter yang punya rencana serupa, tapi dia akhirnya jatuh dan menjadi korban sendiri. Gue harap pemimpin partai Demokrat Greenland tidak jadi seperti itu, ya!
 
Saya sibuk dengerin berita ini. Pemimpin Partai Demokrat Greenland menolak menjadi warga Amerika Serikat? Maksudnya apa? Saya pikir mereka itu nggak memiliki kewarganegaraan lain lagi, kan? Jadi, mengapa harus menolak?

Saya ingat kalau Amerika Serikat punya sistem yang agak berbeda dengan Indonesia. Mereka punya sistem yang lebih kompleks dan tidak mudah dipahami. Saya takut jika mereka itu menjadi warga, mereka akan merasa bingung banget.

Tapi, saya juga penasaran. Jika pemimpin Partai Demokrat Greenland bisa menolak menjadi warga Amerika Serikat, maka maksudnya apa? Apakah mereka tidak nyaman dengan sistem di sana? Atau mungkin ada alasan lain yang tidak terlihat? Saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang hal ini... πŸ€”
 
Gue pikir apa yang terjadi di sini? Pemimpin partai demokraten dari Greenland itu menolak jadi warga Amerika serikat, tapi gue tahu ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin ada konspirasi yang melatarbelakang ini, ya?

Gue pikir kemungkinan besar karena mereka ingin menghindari perjanjian dagang AS dengan Greenland, kan? Kalau mau menjadi warga AS, tentu saja mereka harus melepaskan kepentingan negara mereka. Tapi gue tidak percaya, apa yang gue rasakan adalah ada sesuatu yang salah di sini.

Bayangkan jika semua pemimpin partai dari berbagai negara pun menolak jadi warga AS, itu akan seperti runtuhnya sistem dunia ini, kan? Gue pikir ada orang-orang di balik gerakan ini yang ingin mengontrol semuanya. Tapi gue tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah, hanya gue percaya bahwa ada sesuatu yang tidak beres di sini πŸ˜’
 
Wahhh, aksi kaya kayaknya kalau dia mau jadi warga AS? Sama-sama, tapi aku pikir siapa tahu kirimin passport-nya ke AS nanti dia akan sulit mendapatkan paspor Indonesia lagi πŸ˜‚. Aku lebih penasaran sih bagaimana caranya dia bisa memiliki kewarganegaraan dua ya... kayaknya ada aturan banget tentang hal ini, tapi aku sengaja lupa nih πŸ€·β€β™‚οΈ.

Tapi apa yang paling aku penasaran adalah siapa aja orang tersebut? Aku tahu kalau Partai Demokrat Greenland punya beberapa anggota parlemen AS, tapi aku rasa mereka lebih fokus pada masalah Greenland daripada Amerika Serikat πŸ˜…. Mungkin dia ingin menjadi warga AS untuk kepentingan lain... aku sengaja tidak bisa membayangkan apa yang nanti bisa jadi πŸ€”.

Aku punya temen yang tinggal di Kanada, dan dia bilang kalau siapa tahu kirimin identitas kita ke Kanada nanti kita akan sulit mendapatkan paspor Canada lagi πŸ˜‚. Aku rasa ini seperti cerita kartun, tapi aku tidak percaya kalau hal ini bisa terjadi nyata πŸ™ƒ.
 
Aku pikir kayak gini bisa terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat. Mantan pemimpin partai politik kayaknya ingin menjadi warga negaranya tapi dia masih mantap pada identitas dan kebudayaannya sebagai Greenland! Aku bayangkan kalau aku yang dipilih menjadi gubernur sekolah, aku masih mau jadi guru dan mengajar di sekolah sendiri. Tapi kalau aku diwakili oleh orang lain yang tidak pernah jadi warga sekolah, itu kayaknya tidak adem kan? Aku rasa Amerika Serikat lebih fokus pada keglobalisasi dan kerja sama internasional bukan hanya tentang identitas etnis atau nasional. Sekarang, aku ingat kalau di sekolah kita ada diskusi tentang persamaan dan perbedaan, tapi kayaknya ini salah satu contoh persamaan antara manusia yang beragam.
 
Hahaha, ini kayaknya gini nih! Pemimpin party Demokrat Greenland memutuskan jangan jadi warganess di Amerika Serikat. Mereka bilang perlu lebih fokus pada masalah di Greenland, kayaknya aku setuju ya πŸ€”. Aku rasa di Amerika Serikat ada banyak masalah yang perlu diatasi, seperti kesenjangan ekonomi dan pendidikan. Tapi, aku juga paham kalau pemimpin party itu memilih jalan sendiri, mungkin karena ingin lebih fokus pada kehidupan di Greenland.

Aku pikir ini kayaknya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, yaitu harus fokus pada apa yang kita lakukan dan tidak perlu terlalu banyak terpengaruh oleh sesuatu yang lain 🌎. Aku rasa ini juga bisa membuat kita lebih peduli dengan masalah di dalam negara kita sendiri, kayaknya itu yang paling penting πŸ™.
 
Kasih aja, gue pikir kabar itu nggak bisa jadi realitas. Bagaimana sih kalau politisi dari Greenland ingin jadi warga AS? Gue rasa itu seperti ingin cari jodoh di pasar tidak ada keranjang 🀣. Tapi, siapa tau ada alasan logis giliran mereka, kayaknya gue butuh tahu lebih lanjut tentang situasinya.

Tapi, apa yang penting adalah kita Indonesia jangan terlalu kaget atau bingung. Kita lihat dari sudut pandang lain, kayaknya ada kesempatan bagi kita untuk belajar dari contoh mereka. Mungkin mereka memiliki kebijakan yang lebih baik tentang hubungan internasional, atau mungkin mereka ingin menjadi contoh bagi negara lain. Gue masih optimis, tapi gue juga tidak terlalu yakin 😊.
 
Maksudnya siapa yang tahu, kalau Partai Demokrat Greenland mau jadi warga AS kayak apa? Mereka punya identitas sendiri, jangan dipaksakan. Siapa yang perlu masuk dalam warga AS bukan partai politik? Mungkin ada kekhawatiran tentang aset atau paspor, tapi itu gampang ditutupi dengan dokumen baru aja. Apalagi kalau mereka mau jadi warga AS, itu berarti mereka mau mengikuti sistem yang dibuat oleh negara lain, kayak apa?

Tapi, saya pikir kalau kita harus sadar bahwa terdapat perbedaan besar antara Greenland dengan Amerika Serikat. Mereka punya kebutuhan sendiri, budaya sendiri, dan target pengembangan yang berbeda-beda. Kalau mereka mau jadi warga AS, itu berarti mereka mau mengorbankan diri sendiri, kayak apa? Saya rasa lebih baik jika mereka fokus pada pembangunan dan keberlanjutan di pulau mereka sendiri aja.

Maksudnya, kita harus menghormati keberagaman dan identitas masing-masing negara. Jangan terlalu serius dengan hal-hal yang tidak penting. πŸ€”
 
kembali
Top