Penampakan Tas Siswa Pelempar Molotov di Kalbar, Ada Nama-nama Pelaku Penembakan Massal di Dunia

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menemukan tas milik seorang siswa SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, yang tertulis nama-nama pelaku penembakan massal di dunia. Tas tersebut dibawa oleh seorang anak berusia 14 tahun, yang terlibat dalam aksi kekerasan di sekolah. Nama-nama yang tertera di tas tersebut adalah Stephen Paddock, pelaku penembakan Las Vegas 2017; Adam Peter Lanza, pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School 2012; Seung-Hui Cho, pelaku penembakan Virginia Tech 2007; Salvador Ramos, pelaku penembakan Uvalde, Texas, pada tahun 2022; Luca Traini, pelaku penembakan Macerata, Italia 2018; dan Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019.

Menurut Juru Bicara Densus 88, Kombes Polisi Mayndra Eka Wardhana, nama-nama tersebut ditemukan dalam komunitas ekstrem online dan merupakan simbol kekerasan nihilistik. Anak tersebut juga menulis #ZERO DAY dan TCC di tasnya, yang terkait dengan narasi film Zero Day tentang penembakan sekolah dan True Crime Community.

Selain itu, anak tersebut juga mengalami perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam terhadap teman-temannya yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Mereka memiliki masalah keluarga dan akhirnya menyaksikan tragedi berdarah di sekolah, yang kemudian dilampiaskan dengan aksi kekerasan.

Pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang memicu percikan api dan kepulan asap. Anak tersebut terlibat dalam insiden ini dan akhirnya ditangkap oleh detasemen khusus antiteror Polri.

Menurut Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, pelaku datang ke lingkungan sekolah dan melakukan aksi kekerasan.
 
Wow! 🤯 Ini anak SMP berusia 14 tahun yang bisa mencari informasi tentang penembakan massal di dunia dan kemudian membawa tas yang ada nama-nama pelakunya... ini sangat mengejutkan 🤔. Mungkin karena dia ingin balas dendam terhadap teman-temannya yang sering mempermalukannya... tapi ini juga bisa jadi dia tidak faham apa arti kekerasan itu sendiri... kira-kira bagaimana cara mengatasi perasaan tersebut? 🤷‍♂️
 
Pikir aku kalau anak-anak SMP yang bikin tas kerenjaan itu udah paham apa artinya, tapi sepertinya masih mikir sama ajaran yang salah... Kita harus ingat bahwa ada banyak hal di dunia ini yang tidak tepat, tapi kita harus jujur dengan diri sendiri dan orang lain tentang apa yang kita pikir. Anak itu harus dibawa ke pengasuhannya, sih...
 
Aku nggak biasa mentangkap hal ini tapi kalau coba aku pikir, anak berusia 14 tahun ini sih ada masalah yang serius banget. Aku rasa dia tidak memiliki teman yang sehat dan akhirnya kehilangan semangat hidup. Aku paham kalau perundungan bisa membuat seseorang merasa sendirian dan tak percaya diri, tapi aku pikir ini bukan cara yang tepat untuk menghadapinya.

Aku rasa kita harus membantu anak-anak seperti dia yang sedang mengalami kesulitan di rumah. Kita harus memberikan mereka dukungan dan bantuan yang sebenarnya. Kalau kita tidak, akhirnya mereka akan melakukan hal-hal yang tidak tepat seperti ini.

Aku juga pikir kita harus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya teman-teman yang baik di sekolah. Jika anak-anak merasa bahwa ada orang yang selalu menolong dan mendukung, maka mereka tidak akan pernah merasa sendirian dan kehilangan semangat hidup. 🤔💡
 
ini kaget banget, anak SMP yang masih berusia 14 tahun sudah bisa begitu jauh dalam mempelajari tentang penembakan massal di dunia 🤯 dan akhirnya mengambil tindakan yang sangat berbahaya. harusnya kita serius dengan hal ini, anak-anak SMP di Indonesia juga perlu dipelajari agar tidak terkena efek nihilistik ini 🙏.

ada kalanya aku pikir kekerasan adalah milik orang dewasa aja, tapi sepertinya ini sudah bisa dialami oleh anak-anak yang masih berusia SMP. harus kita waspadai hal ini dan memberikan bantuan agar mereka tidak jatuh ke dalam jalur yang salah 🤝
 
Gue pikir anaknya ini masih sangat muda, belum pernah belajar tentang kekuatan bendera dan bagaimana cara mengelola emosi ya... 🤦‍♂️. Dalam konteks yang sama, gue rasa kita harus lebih peduli dengan mentalitas remaja-remaja ini, karena seringkali mereka masih sangat bergantung pada orang tuanya atau orang tua lainnya. Kita perlu membuat mereka memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana cara menghadapi masalah dengan cara yang positif dan tidak mencari balas dendam... #MentalHealthMatters #RemajaHarusDiPikirkan
 
Ini terlalu seru banget... seorang anak SMP yang sudah 14 tahun itu bisa mempelajari nama-nama semua pelaku penembakan massal di dunia! Kenapa kita biarkan anak-anak seperti itu? Mereka harus dilindungi, tidak boleh dibiarkan sendirian untuk melihat hal-hal negatif. Saya pikir ini adalah contoh bagus dari peran kita sebagai masyarakat yang harus lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak kita. Kita harus membuat lingkungan sekolah yang aman dan sehat, jangan biarkan anak-anak seperti itu menemukan simbol kekerasan nihilistik seperti ini.
 
Apa kabar sih? Makasih kalian informasinya tentang anak SMP yang tertulis nama-nama penembak terkenal di dunia itu 🤯. Mereka sih anak muda yang sedang mengalami masalah keluarga dan perundungan, ya? Saya pikir ini adalah contoh bagus tentang bagaimana anak-anak muda kita harus berbicara tentang permasalahan ini dan mencari jalan keluar dari masalah tersebut, bukan mencari cara untuk balas dendam 🤕.
 
Gue ngerasa serem banget ya... anak-anak kecil ini kayaknya sudah terlalu matang dengan hal-hal yang tidak pantas. Bagaimana kalau mereka bisa fokus pada belajar dan baca buku yang positive? Gue rasa itu lebih baik dari membaca tentang penembakan sekolah yang berdarah-darah. Dan kemudian mereka punya kesempatan untuk membuat kontribusi positif di masyarakat... gue rasa itu yang paling penting.
 
Paham sih kayaknya kalau anak SMP itu punya masalah keluarga dan perundung oleh teman-temannya... tapi buat apa sih dia lho menulis nama-nama pelaku penembakan di dunia? Siapa tahu nanti dia mau ikut aja mengejar mereka? 🤯

Dan #ZERO DAY dan TCC itu, kayaknya cerita film yang sedang viral di internet. Mungkin anak SMP itu terlalu serius dengan narasi itu... tapi apa sih manfaatnya sih? Sekedar ngebawa nostalgia sih? 😒

Kadang aksi kekerasan anak-anak SMP itu kayaknya bikin kita bingung, siapa yang salah? Mereka punya masalah, tapi bagaimana caranya sih mereka membuat situasi semakin buruk? 🤔
 
Aku pikir anak itu sangat bingung banget, sih... Mungkin dia sedang menghadapi tekanan dari keluarganya dan temannya sendiri, tapi lalu dia jatuh ke jalur ekstrem online. Saya rasa kita harus membantu dia lebih dulu, bukan langsung menangkapnya. Kita harus mencoba memahami apa yang dialaminya dan memberikan dia bantuan yang tepat. Mungkin dia butuh saran dari orang dewasa yang bisa diandalkan...
 
kembali
Top