Maaf kan, aku rasa Telkomsel malah makin banyak ngebawa-bawa pasca bencana. Aku pikir mereka harus lebih cepat ngaktifkan layanan di daerah yang rusak itu, bukan jadi makin lembur lagi. Dan apalagi kalau ada pelanggan yang kesulitan ngetik atau ngirim pesan, aku rasa mereka harus memberikan solusi yang lebih cepat, bukan hanya membuat banyak promosi aja. Tapi sepertinya Telkomsel malah fokus pada hal lain, kayaknya lagi-lagi mereka hanya peduli dengan profit, bukan dengan nasib pelanggan. Aku inget saat bencana terjadi di Sumedang, aku pikir Telekomunikasi Indonesia harus lebih cepat ngaktifkan layanan dan memberikan bantuan yang lebih efektif, tapi ternyata tidak. Sekarang lagi terjadi di Aceh Tamiang, mungkin jadi contoh lagi bahwa Telkomsel hanya peduli dengan keuntungan mereka sendiri...