Kritik dari Holis Muhlisin, pemuda warga Kecamatan Cisewu Garut, terhadap kondisi jalan rusak parah di daerahnya akhirnya berujung pada intimidasi yang melibatkan keluarga kepala desa. Pria 31 tahun itu mengunggah video viral di Facebook dan Instagram, menunjukkan aksi intimidasi yang membuatnya nyaris menjadi korban kekerasan fisik.
Holis mengatakan bahwa ia sering mengkritik kondisi pembangunan desa yang diperkirakan semrawut. "Lalu pernah ada longsor, tapi tidak diperbaiki. Dibiarkan saja," katanya. Ia hanya ingin desa tersebut menjadi baik dan aman bagi warganya.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengaku kecewa karena aksi intimidasi ini terjadi di daerahnya. Dia menegosiasikan untuk mengaudit desa tersebut, termasuk memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat dan menemukan kronologi kejadian versi kepala desa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga berharap agar pejabat publik tidak antikritik. Ia meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.
Aksi intimidasi ini menunjukkan bahwa kritik dari warga tidak dihargai oleh pemerintah daerah. Holis hanya ingin desa tersebut menjadi baik dan aman bagi warganya, namun ia harus menghadapi intimidasi dari keluarga kepala desa karena keberaniannya memberikan suara kritis.
Holis mengatakan bahwa ia sering mengkritik kondisi pembangunan desa yang diperkirakan semrawut. "Lalu pernah ada longsor, tapi tidak diperbaiki. Dibiarkan saja," katanya. Ia hanya ingin desa tersebut menjadi baik dan aman bagi warganya.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengaku kecewa karena aksi intimidasi ini terjadi di daerahnya. Dia menegosiasikan untuk mengaudit desa tersebut, termasuk memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat dan menemukan kronologi kejadian versi kepala desa.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga berharap agar pejabat publik tidak antikritik. Ia meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.
Aksi intimidasi ini menunjukkan bahwa kritik dari warga tidak dihargai oleh pemerintah daerah. Holis hanya ingin desa tersebut menjadi baik dan aman bagi warganya, namun ia harus menghadapi intimidasi dari keluarga kepala desa karena keberaniannya memberikan suara kritis.