Pemkot Cirebon Gelontorkan Rp900 Juta untuk Membawa ASN ke Mal Baru
Gedung Setda Kota Cirebon, yang saat ini digunakan sebagai kantor utama pemerintahan, akan direnovasi akibat kerusakan struktural serius. Pemkot Cirebon berencana memindahkan aktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) ke pusat perbelanjaan Grage City Mall (GCM) karena gedung tersebut akan dipugar.
Mengenai kebijakan ini, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan menyatakan bahwa sekitar 170 ASN dari berbagai satuan kerja akan dipindahkan sementara ke GCM. Anggaran Rp900 juta itu untuk pindahan, internet, listrik, serta penyekatan ruangan.
Arif menjelaskan bahwa ASN yang dipindahkan berasal dari 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkantor di Gedung Setda. Pemkot juga telah menyiapkan denah awal ruangan yang akan digunakan, yakni area eks Centro dan eks wahana rumah hantu di dalam mal tersebut.
Sebelum renovasi dimulai, Pemkot Cirebon akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis perbaikan gedung. Penyusunan DED ini akan dikerjasamakan dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan menelan anggaran sekitar Rp500 juta.
Renovasi Gedung Setda akan menggunakan metode jacketing, yakni penguatan struktur dengan cara mengupas beton lama hingga tulangan terlihat, lalu menyuntikkan beton baru untuk meningkatkan kekuatan bangunan.
Selain itu, Pemkot Cirebon juga menargetkan efisiensi anggaran dan parkir ASN. Anggaran alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 30 persen. Sementara untuk fasilitas parkir, ASN diwajibkan membayar secara pribadi.
Dengan demikian, Pemkot Cirebon berharap dapat mengembalikan fungsi gedung secara aman dan layak, sembari memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski ASN harus bekerja dari pusat perbelanjaan.
Gedung Setda Kota Cirebon, yang saat ini digunakan sebagai kantor utama pemerintahan, akan direnovasi akibat kerusakan struktural serius. Pemkot Cirebon berencana memindahkan aktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) ke pusat perbelanjaan Grage City Mall (GCM) karena gedung tersebut akan dipugar.
Mengenai kebijakan ini, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan menyatakan bahwa sekitar 170 ASN dari berbagai satuan kerja akan dipindahkan sementara ke GCM. Anggaran Rp900 juta itu untuk pindahan, internet, listrik, serta penyekatan ruangan.
Arif menjelaskan bahwa ASN yang dipindahkan berasal dari 18 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkantor di Gedung Setda. Pemkot juga telah menyiapkan denah awal ruangan yang akan digunakan, yakni area eks Centro dan eks wahana rumah hantu di dalam mal tersebut.
Sebelum renovasi dimulai, Pemkot Cirebon akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis perbaikan gedung. Penyusunan DED ini akan dikerjasamakan dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) dan menelan anggaran sekitar Rp500 juta.
Renovasi Gedung Setda akan menggunakan metode jacketing, yakni penguatan struktur dengan cara mengupas beton lama hingga tulangan terlihat, lalu menyuntikkan beton baru untuk meningkatkan kekuatan bangunan.
Selain itu, Pemkot Cirebon juga menargetkan efisiensi anggaran dan parkir ASN. Anggaran alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 30 persen. Sementara untuk fasilitas parkir, ASN diwajibkan membayar secara pribadi.
Dengan demikian, Pemkot Cirebon berharap dapat mengembalikan fungsi gedung secara aman dan layak, sembari memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski ASN harus bekerja dari pusat perbelanjaan.