Pemerintahan Daerah Pekalongan Raya Belajar PSEL Bogor Raya

Pemerintahan Daerah Pekalongan Raya telah mengundang berbagai pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk mengamati pengalaman Kota Bogor dalam pengelolaan sampah yang menjadi energi listrik (Energi Listrik dari Sampah). Pemkot Bogor telah menerima kunjungan keempat pemerintah daerah tersebut dengan dihadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari setiap daerah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengalaman Kota Bogor dalam mengelola sampah secara teknologi, yang kemudian dapat dipadukan dengan kebutuhan daerah Pekalongan Raya. Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi telah menjelaskan tentang rencana pembangunan PSEL di Kota Bogor, yaitu akan dilaksanakan di dua lokasi pengelolaan sampah, yakni TPA Galuga dan TPPAS Lulut Nambo.

Rencana tersebut sudah dipungkiri dengan adanya MoU antara empat pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah tersebut. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan dukungan kepada keempat pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam MoU tersebut.

Pemkot Bogor punya harapan agar PSEL dapat segera dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun, masih ada beberapa daerah di Jawa Barat yang belum memiliki lahan pengelolaan sampah.

Untuk menjamin kelancaran operasional, dilakukan pengecekan terhadap jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai kebutuhan, serta memastikan kondisi kendaraan tetap layak operasional.

Dalam pelaksanaan monitoring, para petugas kebersihan dan pengemudi angkutan sampah diarahkan untuk menggunakan sistem berbasis digital yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien.
 
Pikiran saya kalau Kota Bogor udah punya pengalaman yang baik dalam mengelola sampah jadi energi listrik, kemudian kapan kita daerah Pekalongan Raya gak bisa berbagi cerita seperti itu? ๐Ÿค”๐Ÿ˜Š Akan lebih baik lagi jika kita bisa mengejar pengalaman mereka dengan benar, misalnya pengecekan terhadap armada pengangkut sampah di Jawa Barat ๐Ÿšš๐Ÿ’ช. Tapi kalau udah ada MoU antara 4 daerah, berarti ada harapan ya! ๐Ÿ’•๐ŸŒˆ
 
Kalau kita lihat statsnya, Pekalongan Raya sudah punya 10 rumah tangga/ rumah sakit/klinik di daerahnya yang masih menggunakan Energi Listrik dari Sampah ๐Ÿšฎ๐Ÿ’ก. Nah, kalau kita lanjutkan ke Bogor, mereka berhasil mengubah sampah menjadi energi listrik sebesar 500 kWh per hari! ๐Ÿคฏ Itu beda banget dengan Pekalongan Raya yang masih di bawah 100 kWh per hari.

Jadi, jika semua daerah bisa ikut main, seperti Jakarta dan Surabaya, maka kita bisa hitung 2-3 milyar kWh energi listrik dari sampah yang bisa dipanen setiap tahunnya. Dan tentu saja itu akan memberikan dampak positif pada lingkungan dan kita bisa mengurangi impas ๐ŸŒŽ๐Ÿ’š
 
hebat banget ya! pengalaman Kota Bogor dalam mengelola sampah itu bisa jadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah, terutama Pekalongan Raya. kalau kita punya teknologi yang sudah maju, jangan ada masalah lagi sama sampahnya. tapi sayangnya masih ada beberapa daerah di Jawa Barat yang belum memiliki lahan pengelolaan sampah, itu wajar banget. tapi perlu diingat juga bahwa sistem ini harus bisa dijalankan dengan baik dan efisien, jangan cuma ngasih kesempatan kepada para petugas kebersihan aja.
 
Oke guys ๐Ÿค”, apa yang aku pikir kalau pemerintahan daerah Pekalongan Raya ingin mengamati pengalaman Kota Bogor dalam pengelolaan sampah? Mereka memutuskan untuk mengundang keempat pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk mempelajari teknologi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kota Bogor. itu bukan mainan, bro ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ!

Aku pikir ini adalah langkah positif dari pemerintahan Pekalongan Raya karena mereka ingin mengoptimalkan pengelolaan sampah di daerahnya. Dan aku senang melihat bahwa Kota Bogor sudah memiliki rencana yang matang untuk membangun PSEL (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dengan dua lokasi pengelolaan sampah, yaitu TPA Galuga dan TPPAS Lulut Nambo.

Tapi, aku juga khawatir karena masih ada beberapa daerah di Jawa Barat yang belum memiliki lahan pengelolaan sampah. itulah yang membuatku pikir pemerintahan Pekalongan Raya harus lebih teliti dalam pemilihan lokasi dan memastikan bahwa PSEL dapat berjalan lancar.

Dan aku senang melihat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto terhadap keempat pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam MoU (Perjanjian Kerja) tentang pengelolaan sampah. itu bukan mainan, bro! Pemerintahan harus serius dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 
Pemerintahan kota Bogor kayaknya sudah banget ngatur urusan sampah nya jadi energi listrik, deh! Mereka udah punya 2 lokasi pengelolaan sampah yang bisa kita lihat nanti kalau kita kunjungi. Nih, itu bagus sekali! Kita juga harus menunggu aja sampai Pekalongan Raya ngatur urusan sampah nya sekarang jadi energi listrik seperti Bogor.
 
Sampah jadi energi listrik deh ๐ŸŒž๐Ÿ’š. Pemerintah daerah Pekalongan Raya yang pintar banget! Mengundang pemerintah daerah lain ke Bogor untuk belajar. Itu ide yang bagus ๐Ÿ˜Š. Denny Mulyadi sama sekali bisa menjelaskan rencana pembangunan PSEL di Bogor. Harapan masyarakat bisa manfaatkan Energi Listrik dari Sampah itu ๐Ÿ’ช. Tapi masih ada daerah di Jawa Barat yang belum punya lahan pengolahan sampah, itu masalah ๐Ÿค”. Harapnya mereka bisa cepat banget. Saya senang melihat sistem berbasis digital digunakan oleh petugas kebersihan dan pengemudi angkutan sampah ๐Ÿ‘.
 
Mau nggabungin pengalaman Bogor dengen Pekalongan Raya? Tapi gampang banget sih, kapan aja kita pakai teknologi yang sama ya. Kalau sekarang udah ada MoU, kan? Ngomong-ngomong, kenapa masih banyak daerah di Jawa Barat yang belum punya lahan pengelolaan sampah? Sepertinya perlu diteruskan, kan?
 
Bisa ngebayangin kalau semua daerah di Jawa Tengah bisa seperti Bogor, nggak? Semoga giliran Pekalongan Raya bisa jadi contoh bagi yang lain, bikin energi listrik dari sampah menjadi realitas, bukan hanya cerita! ๐ŸŒŽ๐Ÿ’ก
 
kembali
Top