Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menetapkan target untuk membangun 6.900 jembatan gantung di seluruh pelosok Indonesia pada tahun 2026. Jembatan-jembatan ini akan digunakan sebagai akses penghubung siswa ke sekolah dan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antara desa-desa di Indonesia.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam keterangan pers, sebanyak 11 jembatan gantung sudah selesai dibangun dan 50 lagi masih dalam proses pembangunan. Pemerintah juga telah menetapkan target untuk membangun 300.000 jembatan gantung di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2025.
Satuan tugas (satgas) yang bertugas membangun jembatan gantung telah berhasil membangun 11 jembatan hingga minggu pertama Januari 2026, termasuk jembatan-jembatan di daerah terdampak banjir dan longsor Sumatra, serta di pelosok negeri. Kesebelas jembatan ini tidak hanya berlokasi di Sumatra saja, melainkan juga di seluruh Indonesia.
Prasetyo Hadi juga menyatakan bahwa satgas jembatan tersebut tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia untuk meningkatkan konektivitas antara desa-desa.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam keterangan pers, sebanyak 11 jembatan gantung sudah selesai dibangun dan 50 lagi masih dalam proses pembangunan. Pemerintah juga telah menetapkan target untuk membangun 300.000 jembatan gantung di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2025.
Satuan tugas (satgas) yang bertugas membangun jembatan gantung telah berhasil membangun 11 jembatan hingga minggu pertama Januari 2026, termasuk jembatan-jembatan di daerah terdampak banjir dan longsor Sumatra, serta di pelosok negeri. Kesebelas jembatan ini tidak hanya berlokasi di Sumatra saja, melainkan juga di seluruh Indonesia.
Prasetyo Hadi juga menyatakan bahwa satgas jembatan tersebut tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia untuk meningkatkan konektivitas antara desa-desa.