Pemerintah Indonesia memperkirakan untuk mencapai eliminasi TBC, diperlukan penemuan kasus yang mencapai 90 persen pada tahun 2026. Saat ini, terdapat kesenjangan sekitar 11 persen di antara target nasional dan penemuan kasus TB. Namun, peningkatan pengobatan untuk TBC Sensitif Obat dan TB Resistan Obat sudah relatif baik, yaitu mencapai 93 dan 83 persen masing-masing dari targetnya.
Selanjutnya, Kemenkes berupaya meningkatkan deteksi dini TB dengan cara distribusi alat diagnostik seperti pemeriksaan rontgen dada (X-ray) serta penggunaan Near Point of Care Testing (NPOCT). Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini dan penemuan kasus secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, diharapkan inisiatif ini dapat mempercepat penemuan kasus TBC, menekan penularan, serta mendukung pencapaian target nasional penanggulangan TBC.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan publik untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan.
Selanjutnya, Kemenkes berupaya meningkatkan deteksi dini TB dengan cara distribusi alat diagnostik seperti pemeriksaan rontgen dada (X-ray) serta penggunaan Near Point of Care Testing (NPOCT). Ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini dan penemuan kasus secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, diharapkan inisiatif ini dapat mempercepat penemuan kasus TBC, menekan penularan, serta mendukung pencapaian target nasional penanggulangan TBC.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan publik untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan.