Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menegaskan tujuannya untuk meningkatkan penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin hingga 10% pada 2028. Untuk mencapai hal itu, pemerintah mengkaji pembebasan cukai etanol.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait pembebasan cukai etanol untuk campuran BBM. Hal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan etanol sebagai sumber energi yang lebih batera.
Menurut Eniya, etanol telah banyak digunakan di negara-negara lain sebagai campuran BBM dan dapat mengurangi impor BBM nasional. Namun, produksi etanol dalam negeri saat ini masih terbatas dengan angka sekitar 400 ribu kiloliter per tahun yang seluruhnya berasal dari molases sebagai bahan baku.
Pemerintah tengah membangun ekosistem untuk meningkatkan produksi etanol domestik, mulai dari bahan baku, pembangunan pabrik, hingga regulasi yang mengatur penggunaan etanol sebagai campuran BBM bensin.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait pembebasan cukai etanol untuk campuran BBM. Hal ini diharapkan dapat mendorong pengembangan etanol sebagai sumber energi yang lebih batera.
Menurut Eniya, etanol telah banyak digunakan di negara-negara lain sebagai campuran BBM dan dapat mengurangi impor BBM nasional. Namun, produksi etanol dalam negeri saat ini masih terbatas dengan angka sekitar 400 ribu kiloliter per tahun yang seluruhnya berasal dari molases sebagai bahan baku.
Pemerintah tengah membangun ekosistem untuk meningkatkan produksi etanol domestik, mulai dari bahan baku, pembangunan pabrik, hingga regulasi yang mengatur penggunaan etanol sebagai campuran BBM bensin.