Pembangunan kompleks haji di Mekkah Arab Saudi dicanangkan melalui dua jalur. Pertama, pembangunan awal dilakukan pada kawasan Thakher yang berada sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan ini memiliki luas 4,4 hektare dan dimanfaatkan sebagai fondasi proyek di mana dibangun Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan tiga menara. Kawasan ini juga dilengkapi dengan area komersial dan pusat ritel dengan luas sekitar 14 plot lahan.
Kedua, pemilik kompleks haji di Mekkah Arab Saudi menggunakan mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk mendanai pengembangan lanjutan. RCMC menetapkan arah kebijakan dan skema pengembangan untuk proyek strategis seperti ini.
Danantara Indonesia, perusahaan yang bertanggung jawab atas pembangunan kompleks haji di Mekkah Arab Saudi, menyatakan bahwa pemilihan kawasan ini dilakukan karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan. Ia juga menekankan bahwa kompleks haji ini tidak hanya dibangun untuk fasilitas akomodasi, tetapi juga sebagai basis pengembangan layanan jamaah yang lebih terintegrasi.
Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama pada 2026 dan operasional hotel tambahan berlangsung pada 2029. Fokus Danantara Indonesia adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang.
Sementara itu, RCMC juga menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram. Proses lelang melibatkan tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.
Kedua, pemilik kompleks haji di Mekkah Arab Saudi menggunakan mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk mendanai pengembangan lanjutan. RCMC menetapkan arah kebijakan dan skema pengembangan untuk proyek strategis seperti ini.
Danantara Indonesia, perusahaan yang bertanggung jawab atas pembangunan kompleks haji di Mekkah Arab Saudi, menyatakan bahwa pemilihan kawasan ini dilakukan karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan. Ia juga menekankan bahwa kompleks haji ini tidak hanya dibangun untuk fasilitas akomodasi, tetapi juga sebagai basis pengembangan layanan jamaah yang lebih terintegrasi.
Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama pada 2026 dan operasional hotel tambahan berlangsung pada 2029. Fokus Danantara Indonesia adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang.
Sementara itu, RCMC juga menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram. Proses lelang melibatkan tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah.