Selama ini pembangunan jembatan darurat di Padang Pariaman terus menghadapi keterbatasan air sungai yang membesar dan mengganggu pengerjaan. Tim TNI-AL Kodaeral II Padang bersama masyarakat setempat masih berupaya untuk menyelesaikan proyek ini setelah putus asap jembatan penghubung Nagari Anduriang dan Pasar Kayu Tanam pada November 2025.
Tewasnya air sungai yang tiba-tiba membesar membuat kinerja pembangunan menjadi terganggu. Pekerjaan yang harus selesai dengan cepat, ini terus menghadapi kesulitan karena kekurangan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, tim TNI-AL harus berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini agar penduduk setempat dapat memiliki akses yang lebih baik.
Dalam beberapa hari terakhir, tim TNI-AL telah memasang batang pohon kelapa sebagai penopangan sementara di Sungai Batang Anai. Dengan demikian, jembatan darurat tersebut tetap berdiri dengan stabil dan siap digunakan oleh warga setempat.
Tewasnya air sungai yang tiba-tiba membesar membuat kinerja pembangunan menjadi terganggu. Pekerjaan yang harus selesai dengan cepat, ini terus menghadapi kesulitan karena kekurangan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, tim TNI-AL harus berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini agar penduduk setempat dapat memiliki akses yang lebih baik.
Dalam beberapa hari terakhir, tim TNI-AL telah memasang batang pohon kelapa sebagai penopangan sementara di Sungai Batang Anai. Dengan demikian, jembatan darurat tersebut tetap berdiri dengan stabil dan siap digunakan oleh warga setempat.