Meningkatnya laporan pelaporan kasus kekerasan seksual terhadap anak di sekolah memberikan indikasi bahwa masyarakat semakin sadar akan bahaya ini. Namun, peningkatan pelaporan tersebut harus disambut dengan penguatan sistem yang lebih kuat untuk mengantisipasi dan menangani risiko kekerasan di lingkungan pendidikan.
Laporan dugaan kekerasan seksual melibatkan anak-anak SD di Tangsel, Banten, menunjukkan bahwa pelaku terduga adalah seorang guru SD yang tega melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Pelaku ditangkap oleh Polres Tangsel dan saat ini sedang diperiksa untuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan.
Terduga pelaku yang merupakan seorang wali kelas diduga melakukan pelecehan terhadap murid laki-laki kelas IV, dan setelah kejadian itu, 13 orang tua melapor kepada kepala sekolah. Sementara itu, 9 di antaranya telah memutuskan membawa kasus ini ke Polres Tangsel untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak pendidikan menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara bertahap, dengan mengumpulkan data riwayat pengajaran terduga pelaku dan memeriksa keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel telah menonaktifkan sementara terduga pelaku setelah menerima laporan dari pihak sekolah untuk menjaga situasi kondusif di lingkungan sekolah.
Laporan dugaan kekerasan seksual melibatkan anak-anak SD di Tangsel, Banten, menunjukkan bahwa pelaku terduga adalah seorang guru SD yang tega melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Pelaku ditangkap oleh Polres Tangsel dan saat ini sedang diperiksa untuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan.
Terduga pelaku yang merupakan seorang wali kelas diduga melakukan pelecehan terhadap murid laki-laki kelas IV, dan setelah kejadian itu, 13 orang tua melapor kepada kepala sekolah. Sementara itu, 9 di antaranya telah memutuskan membawa kasus ini ke Polres Tangsel untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak pendidikan menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara bertahap, dengan mengumpulkan data riwayat pengajaran terduga pelaku dan memeriksa keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel telah menonaktifkan sementara terduga pelaku setelah menerima laporan dari pihak sekolah untuk menjaga situasi kondusif di lingkungan sekolah.