Kasus Geopolitik Venezuela Menanam Ketakutan di Pasar Keuangan Tengah
Pasar keuangan Indonesia masih berada di pihak konservatif. Hal ini disebabkan oleh adanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Oleh karena itu, perlu dicatat bahwa para pelaku pasar harus menjaga agar tidak terkena dampak dari hal tersebut.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, geopolitik yang mempengaruhi Venezuela masih belum mencapai tingkat kepastian yang signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap situasi tersebut untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.
"Pasar harus waspada, tetapi dalam jangka pendek, geopolitik Venezuela belum memberikan dampak langsung pada pasar keuangan Indonesia," kata Mahendra. Ia juga menambahkan bahwa risiko geopolitik masih menyebabkan ketidakpastian yang tinggi dalam proses pertumbuhan ekonomi global.
Kasus Venezuela memang memiliki pengaruh yang cukup besar pada perbankan dan perdagangan internasional. Oleh karena itu, para pelaku pasar harus mencermati ketidakpastian stabilitas global untuk menghindari risiko kehilangan investasi.
Menurut peneliti senior CSIS Deni Friawan, geopolitik yang mempengaruhi Venezuela memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia. Ia juga menambahkan bahwa tekanan publik debt Amerika Serikat dan tarif resiprokal yang diterapkan Trump juga memiliki pengaruh yang signifikan pada perekonomian dunia.
Dalam proyeksi terbaru, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026. Sementara itu, Bank Dunia dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan di bawah ramalan IMF, yakni 2,4% dan 2,9%.
Dalam kesimpulan, para pelaku pasar perlu menjaga agar tidak terkena dampak dari hal tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap situasi geopolitik untuk menghindari risiko kehilangan investasi.
Pasar keuangan Indonesia masih berada di pihak konservatif. Hal ini disebabkan oleh adanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Oleh karena itu, perlu dicatat bahwa para pelaku pasar harus menjaga agar tidak terkena dampak dari hal tersebut.
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, geopolitik yang mempengaruhi Venezuela masih belum mencapai tingkat kepastian yang signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap situasi tersebut untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.
"Pasar harus waspada, tetapi dalam jangka pendek, geopolitik Venezuela belum memberikan dampak langsung pada pasar keuangan Indonesia," kata Mahendra. Ia juga menambahkan bahwa risiko geopolitik masih menyebabkan ketidakpastian yang tinggi dalam proses pertumbuhan ekonomi global.
Kasus Venezuela memang memiliki pengaruh yang cukup besar pada perbankan dan perdagangan internasional. Oleh karena itu, para pelaku pasar harus mencermati ketidakpastian stabilitas global untuk menghindari risiko kehilangan investasi.
Menurut peneliti senior CSIS Deni Friawan, geopolitik yang mempengaruhi Venezuela memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi dunia. Ia juga menambahkan bahwa tekanan publik debt Amerika Serikat dan tarif resiprokal yang diterapkan Trump juga memiliki pengaruh yang signifikan pada perekonomian dunia.
Dalam proyeksi terbaru, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026. Sementara itu, Bank Dunia dan OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan di bawah ramalan IMF, yakni 2,4% dan 2,9%.
Dalam kesimpulan, para pelaku pasar perlu menjaga agar tidak terkena dampak dari hal tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap situasi geopolitik untuk menghindari risiko kehilangan investasi.