Gugupnya Nenek Saudah di DPR RI, Minta Keadilan dan Penanganan Kasus Penganiayaannya!
Sang Nenek Saudah, dari Nagari Padang Mantinggi, Pasaman, Sumatera Barat ini diduga menjadi korban penganiayaan karena menolak tambang ilegal. Saat menyampaikan harapan untuk kasusnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, sang nenek pecah tangis setelah mendengar semua yang ibunya katakan.
Ibu Nenek Saudah, yang merupakan korban utama dari penganiayaan tersebut, berharap persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan secara adil. "Saya sebagai korban yang bernama Saudah, berterima kasih atas kepedulian kalian semua. Tidak ku sangka begini. Atas kejadian ini yang sampai aku ke sini. Mendengar semua yang ibu katakan, bapak katakan semua," katanya saat sedang menangis.
Gugupnya Nenek Saudah di DPR RI membuat keluarganya sangat peduli dengan penanganan kasus penganiayaannya. Indra Ahmad, perwakilan keluarga Nenek Saudah, menilai penanganan hukum yang dinilai belum menyeluruh dan tidak masuk akal apabila satu-satunya tersangka dijadikan korban seperti itu.
"Kami sangat sayangkan," katanya. "Bisa pula lagi diseret dan dibuang ke seberang sungai. Apalagi ternyata ada beberapa orang yang mengaku sudah menangkapnya, kenapa tidak ditangkap? Ini yang kami sangat sayangkan."
Sang Nenek Saudah, dari Nagari Padang Mantinggi, Pasaman, Sumatera Barat ini diduga menjadi korban penganiayaan karena menolak tambang ilegal. Saat menyampaikan harapan untuk kasusnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI, sang nenek pecah tangis setelah mendengar semua yang ibunya katakan.
Ibu Nenek Saudah, yang merupakan korban utama dari penganiayaan tersebut, berharap persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan secara adil. "Saya sebagai korban yang bernama Saudah, berterima kasih atas kepedulian kalian semua. Tidak ku sangka begini. Atas kejadian ini yang sampai aku ke sini. Mendengar semua yang ibu katakan, bapak katakan semua," katanya saat sedang menangis.
Gugupnya Nenek Saudah di DPR RI membuat keluarganya sangat peduli dengan penanganan kasus penganiayaannya. Indra Ahmad, perwakilan keluarga Nenek Saudah, menilai penanganan hukum yang dinilai belum menyeluruh dan tidak masuk akal apabila satu-satunya tersangka dijadikan korban seperti itu.
"Kami sangat sayangkan," katanya. "Bisa pula lagi diseret dan dibuang ke seberang sungai. Apalagi ternyata ada beberapa orang yang mengaku sudah menangkapnya, kenapa tidak ditangkap? Ini yang kami sangat sayangkan."