Pencapaian final ganda putri Indonesia di Australia Terbuka 2025 memang menunjukkan kenaikan signifikan dalam persaingan sektor ganda putri. Menurut Karel Mainaky, pelatih kepala tim nasional ganda putri, keberhasilan ini menunjukkan kemajuan besar bagi dua pasangan baru yang diproyeksikan untuk jangka panjang, yaitu Rachel Allessya Rose berpasangan dengan Febi Setianingrum serta duet Febriana Dwipuji Kusuma bersama Meilysa Trias Puspita Sari.
Karel mengatakan bahwa keberhasilan menciptakan All Indonesian Finals di turnamen Super 500 bukan hasil dari strategi khusus, melainkan kombinasi antara kenyamanan bermain dan ketangguhan mental. Ia menilai bahwa dua pasangan yang mencapai final menunjukkan stabilitas performa, sedangkan dua pasangan lainnya masih berupaya menemukan irama permainan terbaik.
Meski hasil di Australia Terbuka dinilai sangat positif, target prestasi tetap tidak berubah. Karel mengatakan bahwa tiap turnamen kalau bisa juara, dan jika tidak bisa, maka kita latihan lagi. Sistemnya begitu. Ia juga menilai ada peningkatan besar pada pasangan Rachel dan Febi dibanding pertemuan di Finlandia beberapa waktu lalu.
Tim pelatih memilih tidak terburu-buru menaikkan level kompetisi yang diikuti kedua pasangan tersebut. Turnamen Super 300 dinilai masih menjadi kebutuhan penting untuk mematangkan kepercayaan diri dan konsistensi performa. Namun, peluang untuk tampil kembali di turnamen Super 500 tetap terbuka apabila stabilitas performa sudah terbentuk.
Karel juga memastikan komposisi pasangan tetap dipertahankan setelah berdiskusi dengan Asisten Pelatih, Nitya Krishinda Maheswari. Ia menilai bahwa jika pasangan sudah stabil, maka di turnamen Super 500 tetap ikut. Untuk sementara begitu, tim pelatih ingin perketat dulu hati dan pikiran mereka.
Karel mengatakan bahwa keberhasilan menciptakan All Indonesian Finals di turnamen Super 500 bukan hasil dari strategi khusus, melainkan kombinasi antara kenyamanan bermain dan ketangguhan mental. Ia menilai bahwa dua pasangan yang mencapai final menunjukkan stabilitas performa, sedangkan dua pasangan lainnya masih berupaya menemukan irama permainan terbaik.
Meski hasil di Australia Terbuka dinilai sangat positif, target prestasi tetap tidak berubah. Karel mengatakan bahwa tiap turnamen kalau bisa juara, dan jika tidak bisa, maka kita latihan lagi. Sistemnya begitu. Ia juga menilai ada peningkatan besar pada pasangan Rachel dan Febi dibanding pertemuan di Finlandia beberapa waktu lalu.
Tim pelatih memilih tidak terburu-buru menaikkan level kompetisi yang diikuti kedua pasangan tersebut. Turnamen Super 300 dinilai masih menjadi kebutuhan penting untuk mematangkan kepercayaan diri dan konsistensi performa. Namun, peluang untuk tampil kembali di turnamen Super 500 tetap terbuka apabila stabilitas performa sudah terbentuk.
Karel juga memastikan komposisi pasangan tetap dipertahankan setelah berdiskusi dengan Asisten Pelatih, Nitya Krishinda Maheswari. Ia menilai bahwa jika pasangan sudah stabil, maka di turnamen Super 500 tetap ikut. Untuk sementara begitu, tim pelatih ingin perketat dulu hati dan pikiran mereka.