PBNU Rotasi Gus Ipul dari Sekjen & Gudfan dari Bendum

Pemimpin Nasional NU Rotasi Jabatan, Gus Ipul Pergantian dari Sekjen ke Ketua Umum. Kini Membawa Riset dari Sekda ke Wakil Ketua Umum

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mencopot Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dari posisi Sekretaris Jenderal PBNU. Namun, perubahan yang diambil oleh Yayha tersebut masih berbeda. Ia menempatkan Gus Ipul sebagai Ketua PBNU, bukan langsung melanggengkan jabatan kepadanya tanpa perubahan.

Yahya juga menggantikan Gus Ipul dengan Amin Said Husni yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Sedangkan posisi Sekjen PBNU digantikan oleh Gudfan Arif yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum, kemudian digantikan oleh Sumantri.

Yahya menjelaskan bahwa rotasi jabatan ini merupakan bentuk implementasi dari ketentuan Anggaran Rumah Tangga Nadhlatul Ulama Pasal 94 dan Peraturan Perkumpulan Nomor 10 Tahun 2025 Pasal 16-18 serta ketentuan pada Peraturan Perkumpulan Nomor 13 Tahun 2025 Pasal 1 huruf d dan Pasal 10.

Dia juga menjelaskan bahwa Gus Ipul tidak pernah mengunjungi Kantor PBNU selama setahun lamanya. Yayha menyebutkan hal itu berimbas pada masalah kesekretariatan dan status hukum sejumlah pengurus NU di Indonesia.

Selain itu, Yayha juga menyatakan bahwa Gudfan Arif tidak pernah berinteraksi dengan dirinya tentang pekerjaan-pekerjaan keorganisasian di PBNU.
 
aku pikir rotasi jabatan ini lagi-lagi bikin masalah dalam organiasi PBNU, apa lagi kalau diimplementasikan begitu santai tanpa ada diskusi yang lebih baik... aku senang sekali Gus Ipul dipindahkan dari Sekjen ke Ketua Umum, tapi aku rasa ini tidak sesuai dengan proses penyerahan jabatan yang jernih. dan siapa yang bilang kalau Yayha Cholil Staquf benar-benar ada niat untuk membuat perubahan yang lebih baik? aku masih ragu... ๐Ÿค”
 
Saya pikir pilihan Yahya Cholil Staquf untuk menggantikan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Ketua Umum PBNU ini menunjukkan bahwa Dia ingin Menjaga Keseimbangan di Pemimpin Nasional NU. Sebelumnya, Gus Ipul duduk sebagai Sekjen dan tidak kunjung ke Kantor PBNU selama setahun, itu membuat kesan bahwa PBNU sedang mengalami krisis kepemimpinan. Sementara itu, pilihan Amin Said Husni sebagai Wakil Ketua Umum juga menunjukkan bahwa Dia ingin meningkatkan kemampuan di bidang organisasi dan keorganisasian PBNU.
 
aku nggak percaya dengar gus ipul jadi ketua pbnu tapi gudfan arif jadi sekjen, apa sih logika nih ?? ๐Ÿค” sebenarnya aku sengaja coba cari informasinya pas hari itu di media online, tapi ternyata gus ipul dan gudfan arif sudah bergabung di pbnu bukan lama ago, aku rasa ini semua bikin kesusahan nih di dalam kesekretariatan PBNU ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ
 
Gak bisa tidak terkejut dengar kabar ini ๐Ÿค”. Rotasi jabatan di PBNU pasti punya alasan yang tulus, bukan? Tapi apa yang saya lihat di sini adalah kesadaran diri dari kita semua. Kita harus sadar bahwa perubahan-perubahan seperti ini terjadi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam organisasi ๐Ÿ“ˆ.

Apa yang lebih penting lagi, rotasi jabatan ini juga membuat kita melihat kembali ke mana kita berada dalam organisasi ini ๐Ÿ”„. Kita harus terbuka untuk mengakui kekurangan dan kesalahan kita sendiri, sehingga kita bisa belajar dari itu dan menjadi orang yang lebih baik ๐Ÿ’ก.

Dan apa yang saya lihat di sini juga membuatku pikir, siapa-siapa pun posisi yang kita tahu, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan diri sendiri dan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain ๐ŸŒŸ. Kita tidak bisa menunggu orang lain untuk menggandeng kita, tapi kita harus mencari kesempatan untuk menggandeng orang lain dan memberikan yang terbaik ๐Ÿ’ช.
 
Gak percaya deh, sekarang gus ipul jadi ketua PBNU... tapi siapa nih yang bertanggung jawab atas kesekretariatan? Sumantri? Gudfan Arif? Amin Said Husni? Bosen deh... di samping itu, amin said husni siap aja dipaksa ke wakil ketua umum tanpa ada proses yang jelas... seru banget ya...
 
Gue pikir Yahya Cholil Staquf kayak gini, sih. Beliau memilih untuk menggantikan Gus Ipul dari posisi Sekjen ke Ketua Umum PBNU. Tapi, apa yang terjadi dengan prosesnya? Apakah ada yang membantah keputiannya? Gue pikir jika Gus Ipul tidak pernah datang ke Kantor PBNU selama setahun, maka ada masalah kesekretariatan yang harus diatasi. Dan yang terbaru, Gudfan Arif juga tidak pernah berinteraksi dengan dirinya tentang pekerjaan-pekerjaan keorganisasian... Itu kayak gini, Yahya Cholil Staquf ingin mengatur sesuatu yang jadi, tapi bagaimana caranya? ๐Ÿค”
 
Gus Ipul masih bisa ngeluarin cerita baru dari PBNU . Rotasi jabatan ini seperti drama kekuasaan, ya? Yahya Cholil Staquf jadi penari mainan, sementara Gus Ipul dan Gudfan Arif jadi pasangan gundul. Nah, aja ingat kalau Gus Ipul malah tidak pernah buka kantor PBNU selama setahun . Maksudnya, dia malas-nyalas, kan?
 
gak paham nggak sama2nya apa arti dari ketentuan Anggaran Rumah Tangga Nadhlatul Ulama Pasal 94 dan Peraturan Perkumpulan Nomor 10 Tahun 2025 Pasal 16-18. siapa yang punya waktunya untuk membaca semua itu? rasanya terlalu panjang dan rumit. gimana caranya kalau kita gak paham apa yang ada di sana?
 
gak bisa dipungkiri ya, rotasi jabatan di PBNU ini nih serasa terjadi pasal konflik internal ๐Ÿ˜•. yahya memang coba untuk mengatasi masalah kesekretariatan dan status hukum pengurus NU, tapi gudfan arif sih bukan orang yang tepat untuk dipilih sebagai Bendahara Umum. gak ada rahasia lagi sih bahwa gudfan tidak terlalu serius dengan pekerjaannya di PBNU ๐Ÿค”. mungkin yahya harus mempertimbangkan kembali pilihan jamannya... ๐Ÿ˜ฌ
 
Gus Ipul aja bikin kesalahpahaman kembali ya ๐Ÿ˜…. Saya rasa Yahya Cholil Staquf nggak harus begitu keras, tapi aku paham dia mau tekan untuk lebih baik. Rotasi jabatan ini nggak cuma tentang Gus Ipul aja, tapi juga tentang bagaimana PBNU bisa lebih kuat lagi ๐Ÿ’ช. Amin Said Husni dan Gudfan Arif, siapa aja nanti bisa jadi yang lebih bagus dari sebelumnya ๐Ÿค”. Saya harap aksi Yahya ini tidak membuat kesan bahwa dia malah nggak bisa bekerja sama dengan Gus Ipul ๐Ÿ˜.
 
Makasih Yayah, sepertinya dia memang ingin "bersih" dari beberapa pengurus NU yang kurang berperilaku, kayaknya kan? Gus Ipul, sekarang Dia punya posisi yang lebih penting, tapi saya rasa masih ada yang tidak jelas. Kenapa dia dipilih untuk menjadi Ketua Umum PBNU, bukan langsung melanggengkan jabatan kepadanya? Saya rasa perlu ada klarifikasi tentang ini.
 
gabungin keduanya ya, kalau Gus Ipul jadi Ketua Umum PBNU tapi tidak pernah kunjungi Kantor PBNU, kayaknya masalah kesekretariatan sapa-siapa? dan yang paling seru adalah Gudfan Arif dari Sekda langsung jadi Sekjen PBNU, tapi siap-siap kabar gembira aja, sih
 
hehe, aki kira kalau gus ipul bakal jadi ketua PBNU, tapi ternyata yahya cholil staquf jadikannya. aku pikir rotasi jabatan ini cukup logis, karena yahya bilang gus ipul tidak pernah ke kantor PBNU selama 1 tahun, apa lagi kalau ada masalah kesekretariatan? tapi ari saya penasaran mengenai siapa yang bakal jadi bapak PBNU. aku harap bisa melihat strategi yahya cholil staquf dalam memimpin PBNU. ๐Ÿค”
 
GABUNGAN PEBISISIAN PEMIMPIN NASIONAL PBNU! YAHA CHOLIL STAQUF TELAH MENGAMBANG PEGUATAN KANAN SEJENGA, DAN GUS IPUL SAKA BENERNYA PENGELOMONGAN PEMIMPIN PBNU. SAYANGNYA, GABUNGAN INI TAK PERLU, KARENA GUS IPUL BELUM PERNAWA MENGUNJUNKAN DIRINYA SEBAGAI WAKIL KETUA UMUM PBNU. YANG PERLU HANYA MENAMPUNG LAFALAH PEMIMPIN NASIONAL PBNU, TIDAK PERLU MENGGANTIKAN JABATAN. SAYA RASA MERASA KEKECEWA DENGAN PENAMBAHAN ROTASI JABATAN SEJENGA, KARENA ITU BISA MENGABURKAN PEMIMPIN NASIONAL PBNU DAN MENGUNTUKKAN PERAN KANAN PBNU. ๐Ÿ™„
 
Gus Ipul udah menjadi Ketua Umum PBNU, tapi masih kenyang sekali sama Amin Said Husni sebagai Wakil Ketua Umum. Yayha Cholil Staquf gini dia ingin rotasi jabatan untuk memperbaiki kesekretariatan di NU. Gus Ipul udah lama tidak ke Kantor PBNU, jadi ya tidak bisa mengatur keseluruhan organisasi. Sementara itu, Gudfan Arif udah lama berinteraksi dengan Yayha, tapi gini dia masih malu untuk diskusikan pekerjaannya di bidang keorganisasian. Gus Ipul udah bawa riset dari Sekda ke Wakil Ketua Umum, mungkin bisa jadi solusi untuk masalahnya di NU ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue pikir kalau Pak Yahya Cholil Staquf siap-siap nggak ada tekanan lagi sama-sama, karena rotasi jabatan ini pasti buat organisasi NU menjadi lebih stabil ๐Ÿ˜Š. Gus Ipul sebagai Ketua Umum PBNU masih bisa membawa konsep Riset dari Sekda ke Wakil Ketua Umum, itu gue pikir bisa jadi solusi untuk masalah kesekretariatan di PBNU yang terus-menerus berkelip-kelip. Gudfan Arif nggak perlu khawatir juga, karena Pak Yahya Cholil Staquf siap-siap diajakin ngga.
 
Gus Ipul kembali bergabung dgn PBNU, tapi kali ini dia jadi Ketua Umum, waaahhh ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ’ช. Mungkin karena sebelumnya dia nggak pernah datang ke kantor PBNU selama setahun, itu mengapa Yayha memutuskan untuk rotasi jabatan. Saya nggak paham sih, tapi mungkin jadi Ketua Umum bisa bantu lebih banyak dalam pengembangan organisasi NU.

Gudfan Arif yang baru jadi Sekjen PBNU juga nggak pernah berinteraksi dgn Yayha tentang pekerjaan-pekerjaannya di PBNU. Itu kurang aja, tapi saya paham kalau Yayha ingin memperbarui struktur organisasi PBNU agar lebih efisien. Amin Said Husni yang baru jadi Wakil Ketua Umum juga nggak asing dgn Yayha, mungkin karena dia sudah bekerja sama dgn mereka sebelumnya. Saya harap rotasi jabatan ini bisa membantu PBNU menjadi lebih kuat dan efektif dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan organisasinya ๐Ÿคž๐Ÿ“š.
 
MASAKAH NYA PANGGILAN WAKIL KETUA UMUM? SUDAH MASIH BANYAK JENIS POSISI DENGAN TITEL YANG BERBEDA! SEHIBARUHNYA PAMPAIAN GUS IPUL KE KETUA PBNU, TAPI AKAN NYA MASUK KE DEPARTEMEN INFORMASI? ATAU MULAI JADI WAKIL KETUA UMUM NYA? ITU MASIH TEPIK!
 
Gue jadi pikir ya, rotasi jabatan di dalam organisasi NU ini terasa seperti siang hari di kantor gue ๐Ÿ˜‚. Mereka bilang penting agar tidak ada kesekretariatan yang tidak baik, tapi gue rasa kalau mereka coba untuk memecahkan masalah itu sendiri ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Rotasi jabatan ini bisa jadi solusi buat mencegah hal-hal seperti itu, tapi juga harus diatur agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kepentingan pribadi yang berlebih ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Gue harap mereka bisa mencari keseimbangan antara pentingnya rotasi jabatan dan kesekretariatan yang baik ya ๐Ÿ˜Š.
 
kembali
Top