PBNU-Muhammadiyah Bantah Bagian dari Organisasi Laporkan Pandji

Gus Ulil, ketua pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU), telah menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dalam laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono bukan bagian dari struktur resmi NU. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada siapa pun yang melaporkan komika itu kepada pihaknya, sehingga tidak ada tindakan lanjut yang perlu dilakukan.

Dalam konteks ini, Gus Ulil menekankan bahwa kelompok yang bersangkutan bukanlah organisasi resmi NU. Ia juga menyatakan bahwa NU tidak bertanggung jawab atas tindakan kelompok tersebut dan tidak akan mempengaruhi penanganan kasus ini oleh pihak berwajib.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) juga telah menegaskan bantahan mereka terhadap kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah dalam laporan polisi. Mereka menyatakan bahwa setiap tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan PPM bukanlah sikap resmi atau mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhmmadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, juga telah menyatakan bahwa organisasi ini menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.

Dia juga menekankan bahwa sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Persyarikatan. Ia juga menyatakan bahwa pengatasnamaan PPM oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah.

PP Muhmmadiyah juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum, tetapi langkah tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok yang bersangkutan, bukan institusi Muhammadiyah. Mereka juga menekankan pentingnya etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Terakhir, Gus Ulil dan Pimpinan PPM juga menutup dengan menyatakan bahwa spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara konstruktif, dialogis, dan mencerahkan.
 
gak bisa percaya banget sih... ada orang yang mengatasnamakan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam laporan polisi? itu gini, bukan cara kerja mereka. Nah, toh kalau ada kesalahannya, harusnya langsung dari sumbernya ya. jangan pilih kasihan dan salah nama organisasi yang hebat untuk menutupi kesalahan individu. apa sih tujuannya? memperbaiki diri sendiri atau tidak?
 
😐 apa sih yang dibicarakan kayaknya? Nah kira-kira kelompok yang ngatas nama organisasi NU dan Muhammadiyah itu bukan bagian dari organisasi resmi kan? 🤔 kalau begitu kenapa mereka masih bisa mengatasnamakan diri? 😒 seharusnya ada aturan lebih ketat ya! 💪
 
ini kalau pamer ketua Nahdlatul Ulama bilang bukan mereka yang ngasuh komika Pandji Pragiwaksono, tapi aku rasa ini sengaja dibuat agar orang tidak curiga siapa yang benar-benar ngelola komedi itu 🤔. aku pikir kalau seharusnya langsung dikatakan siapa yang bertanggung jawab, jadi tidak ada kesalahpahaman lagi 👎.
 
Aku pikir NU dan Muhammadiyah harus jujur dulu, siapa yang mengatasnamakan mereka itu bukan bagian dari organisasi mereka, kan? Mereka punya prinsip keadaban publik dan penegakan hukum yang berkeadilan. Jangan mau dipaksa oleh kelompok-kelompok lain, ya! Dan aku setuju dengan Bachtiar Dwi Kurniawan, kita harus menjaga etika bermedia dan tidak membuat kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sementara itu, aku pikir Gus Ulil juga benar dalam menolak tanggung jawab atas tindakan kelompok yang bersangkutan. Nah, aku harap mereka bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi di balik laporan polisi ini 🤔
 
ini masalah yang seru banget... Nahdlatul Ulama & Muhammadiyah itu 2 organisasi besar di Indonesia, tapi apa yang terjadi sekarang sih? ada kelompok kecil yang mengatasnamakan mereka dalam laporan polisi, padahal mereka bukan bagian dari struktur resmi! Gus Ulil dari Nahdlatul Ulama bilang jelas-jeles itu bukan tindakan resmi NU, dan Nahdlatul Ulama tidak bertanggung jawab atas tindakan kelompok tersebut.

sama-sama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga bilang bantahan mereka terhadap kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah dalam laporan polisi. Mereka bilang setiap tindakan yang mengatasnamakan PPM bukanlah sikap resmi atau mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

ini juga membuat aku merasa sedikit bingung... bagaimana kalau ada kelompok kecil yang mengatasnamakan organisasi besar? apa itu artinya? dan bagaimana caranya kalau kita harus membedakan antara tindakan resmi dan tidak resmi?

tapi yang penting, kita harus ingat bahwa spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara konstruktif, dialogis, dan mencerahkan. jadi kita harus fokus pada hal positif dan berusaha untuk memahami satu sama lain, bahkan jika ada perbedaan pendapat!
 
Haha, Nah, kalau aku bayangin aja, NU, Muhammadiyah, apa-apaan kek? Semua berbicara tentang si kelompok yang nge-post di media sosial, tapi kan nggak ada bukti nyata bahwa mereka wadah resmi keduanya. Aku rasa kalau aku jualan sesuatu aja, kalau tidak sengaja aku jadi pengacara kelompok-kelompok ini, aku akan makin kaya 💸

Dan sih, yang terus menarik, bukan? Si kelompok keluar laporan polisi, tapi nggak ada orang yang melaporkan kepadanya. Aku rasa kalau aku bayangkan aja, kalau aku melihat sih orangnya, aku akan bilang "Eh, kawan, kamu coba cari bukti dulu ya!" 😂

Aku juga terharu banget dengan kata-kata Bachtiar, dia bilang tentang etika bermedia dan keadaban publik. Aku rasa kalau itu penting banget, kita harus selalu berbicara dengan sopan dan jujur 🙏
 
kembali
Top