Gus Yahya itu gampangnya ada hati yang baik, ya? Kalau dia memanggil teman-temanya untuk menggalang dana bantuan korban Gunung Semeru, itu berarti dia punya kesadaran akan pentingnya membantu orang lain dalam waktu darurat. Tapi, apakah kita semua benar-benar sadar bahwa ada orang yang membutuhkan bantuan? Atau kita hanya saja terlalu sibuk dengan kehidupan sehari-hari kita sendiri?
Dan siapa bilang bahwa korban bencana alam seperti Aceh dan Sumatera Utara hanya berupa "korban" aja? Mereka pasti memiliki kehidupan, keluarga, dan impian yang sama dengan kita. Mungkin mereka punya impian untuk melihat anak-anaknya menjadi dokter atau ilmuwan, tapi karena terjebak dalam bencana alam, mereka tidak bisa mewujudkannya.
Itu yang jadi pertanyaan, ya? Bagaimana kita bisa membantu orang lain dalam waktu darurat, dan bagaimana kita bisa memastikan bahwa korban bencana alam ini punya kesempatan untuk melanjutkan hidupnya dengan baik.