PBB Terancam Bangkrut pada 2026 karena Iuran Anggota Nunggak

PBB Terancam Bangkrut, Apakah karena Trump?
=====================================================

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, telah mengirim surat kepada semua negara anggota PBB dengan memperingatkan bahwa organisasi tersebut terancam bangkrut pada 2026. Krisis keuangan yang dihadapi oleh PBB ini disebabkan oleh keterlambatan pembayaran iuran anggota dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Guterres menyatakan bahwa kondisi keuangan PBB semakin dalam dan mengancam pelaksanaan program-programnya. Ia juga menekankan bahwa jika tidak ada perubahan dalam aturan keuangan, situasi akan semakin memburuk dan bisa menyebabkan keruntuhan keuangan PBB.

PBB telah menerima anggaran sebesar $3,45 miliar (Rp57,81 triliun) untuk 2026, namun krisis likuiditas akibat beberapa negara anggota yang belum membayar atau membayar terlambat membuat organisasi rentan terhadap risiko struktural. Guterres menekankan bahwa perubahan aturan keuangan diperlukan untuk mencegah keruntuhan keuangan.

Amerika Serikat, salah satu negara anggota PBB yang paling berpengaruh, telah menunggak iuran 2025 dan 2026 senilai sekitar $2,2 miliar (sekitar Rp36,87 triliun). Hal ini membuat misi perdamaian PBB mengurangi anggaran sebesar 15 persen.

Krisis keuangan di tubuh PBB juga membuat markas besar PBB di New York terancam ditutup pada Agustus, termasuk sidang Dewan Keamanan, pertemuan Majelis Umum pada September, serta Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Presiden AS Donald Trump baru saja membentuk Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang awalnya bertujuan untuk menyelesaikan konflik di Gaza, namun diperluas untuk menangani konflik-konflik lain di seluruh dunia. Banyak kritik yang masuk dengan menyebut Trump sedang menciptakan pesaing PBB.

PBB terancam bangkrut karena keterlambatan pembayaran iuran anggota dari beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Guterres menekankan bahwa perubahan aturan keuangan diperlukan untuk mencegah keruntuhan keuangan dan memastikan kesuksesan PBB dalam menjalankan misi-misinya.
 
Gak percaya banget aja, PBB ini terancam bangkrut karena Amerika Serikat ya? Tapi aku rasa masalahnya bukan cuma AS deh, kalau kira-kira semua negara anggota juga tidak membayar iuran yang harus dibayar. Aku bayangin sendiri, jika aku tidak membayar tagihan listrik di rumah aku pasti akan bingung bagaimana caranya mengatasi masalah itu, tapi PBB ini punya misi-misi penting untuk menjaga damai dunia, jadi gak bisa cuma buang-buang waktu aja! 🤯
 
Aku rasa ini keren banget, tapi juga sedikit bingung. Siapa yang bilang kalau Trump bisa membuat PBB bangkrut? Aku tahu dia bisa kasar, tapi aku pikir itu tidak akan menimpa PBB yang begitu besar. Aku rasa seharusnya kita fokus pada bagaimana cara mengatasi krisis ini bukan siapa yang bertanggung jawab. Dan, oh iya, aku sedang sibuk dengan game Mobile Legends 🤣
 
Aku pikir ini tapi kayaknya udah waktunya banget buat dipikirkan tentang masalah ini. Kalau tidak ada perubahan aturan keuangan, pasti kasus ini akan semakin parah dan bisa menyebabkan keruntuhan keuangan PBB. Aku rasa AS harus lebih serius dengan tanggung jawabnya sebagai anggota PBB. Mereka harus membayar iuran sebesar Rp36,87 triliun pada tahun-tahun ini juga, kan? Jika tidak, itu berarti kita harus mempertimbangkan apakah PBB masih bisa dipertahankan.
 
Aku pikir ini masalah besar, tapi apa benar Amerika Serikat yang hanya memberikan sekitar Rp36,87 triliun? Mau tahu anggaran PBB sebenarnya? Aku tidak, karena aku tidak ada sumber. Tapi aku tahu jika Amerika Serikat tidak membayar iurannya, maka PBB akan terpaksa mengurangi anggaran lainnya. Tapi siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Mau tahu siapa di dalam PBB yang benar-benar bertanggung jawab atas keuangan tersebut? Aku tidak ada informasi tentang itu. Aku rasa perlu ada pengecekan lebih lanjut sebelum kita menilai tentang masalah keuangan ini
 
Saya rasa ini sengaja Trump buat bikin PBB bangkrut biar dia bisa mengambil alih kehormatan ini dari UN di masa depan! 🤔🇺🇸 Minta nonton siapa yang bakal jadi kunci masalah keuangan PBB, si Trump atau Guterres? 😂 Saya rasa PBB harus lebih bijak dalam mengatur keuangan, nggak boleh dipaksa oleh negara mana pun. Kalau demikian, PBB akan selalu terancam bangkrut seperti ini... apa yang bisa diubah? 🤔
 
Apa sih masalahnya lagi... Mereka mengatakan terancam bangkrut, tapi apa yang mereka lakukan dengan uang itu? $3,45 miliar (Rp57,81 triliun) itu banyak banget, tapi karena beberapa negara anggota tidak membayar atau pembayarannya terlambat, maka organisasi ini terancam. Tapi siapa tahu, mungkin Trump itu hanya ingin membuat PBB semakin kacau...

Dan apa dengan Dewan Perdamaian yang baru dibentuk? Mereka nanti bagaimana caranya menangani konflik-konflik di seluruh dunia? Saya kurang percaya, mungkin hanya sekedar cara untuk membuat Amerika Serikat semakin kuat...
 
kembali
Top