Pasar parfum lokal Indonesia kembali menonjol dengan berbagai konsep dan karakter unik. Lima brand yang paling menarik adalah Cliffhouse Bay, AAMO, LAYR, FORSO, dan BOHE BALI. Masing-masing memiliki identitas kuat dan pengalaman wewangian yang lebih personal.
Cliffhouse Bay mengembangkan estetika "lifestyle fragrance" dengan aroma yang terinspirasi dari destinasi pesisir dunia. Aroma-aromanya menghadirkan kesan resort mewah yang tenang, dengan sentuhan mineral dan elemen alam yang terasa "clean" dan elegan.
AAMO menunjukkan estetika modern minimalisme dengan fokus pada craftsmanship yang rapi dan presisi. Aromanya cenderung ringan, "clean", dan airy, namun tetap memiliki daya tahan yang solid.
LAYR memposisikan setiap parfum sebagai sebuah narasi dengan transisi aroma yang dinamis dan berlapis. Mereka menyasar pencinta parfum yang sudah cukup "melek aroma" dan mencari signature scent yang tidak pasaran, melainkan memiliki kedalaman makna.
FORSO dikenal sebagai creative fragrance house yang tidak takut bereksperimen dengan eksplorasi aroma yang tidak lazim. Aroma-aromanya dipadukan dengan estetika visual yang tajam dan modern, menjadikannya favorit di kalangan pencinta parfum yang gemar mencoba sesuatu di luar zona nyaman.
BOHE BALI lahir dari semangat bohemian dan eksotisme Pulau Dewata. Aromanya menangkap nuansa spiritual Bali dengan sentuhan modern dan wearable. BOHE menghadirkan parfum yang terasa membumi, namun tetap relevan dengan gaya hidup urban masa kini.
Kesejuaahan ini membuktikan bahwa parfum lokal Indonesia telah berkembang jauh melampaui sekadar mengikuti tren global. Mereka memiliki identitas aroma yang kuat dan konsep yang matang, sehingga tidak hanya menciptakan wewangian, tetapi juga pengalaman dan cerita yang membuat parfum terasa semakin personal.
Cliffhouse Bay mengembangkan estetika "lifestyle fragrance" dengan aroma yang terinspirasi dari destinasi pesisir dunia. Aroma-aromanya menghadirkan kesan resort mewah yang tenang, dengan sentuhan mineral dan elemen alam yang terasa "clean" dan elegan.
AAMO menunjukkan estetika modern minimalisme dengan fokus pada craftsmanship yang rapi dan presisi. Aromanya cenderung ringan, "clean", dan airy, namun tetap memiliki daya tahan yang solid.
LAYR memposisikan setiap parfum sebagai sebuah narasi dengan transisi aroma yang dinamis dan berlapis. Mereka menyasar pencinta parfum yang sudah cukup "melek aroma" dan mencari signature scent yang tidak pasaran, melainkan memiliki kedalaman makna.
FORSO dikenal sebagai creative fragrance house yang tidak takut bereksperimen dengan eksplorasi aroma yang tidak lazim. Aroma-aromanya dipadukan dengan estetika visual yang tajam dan modern, menjadikannya favorit di kalangan pencinta parfum yang gemar mencoba sesuatu di luar zona nyaman.
BOHE BALI lahir dari semangat bohemian dan eksotisme Pulau Dewata. Aromanya menangkap nuansa spiritual Bali dengan sentuhan modern dan wearable. BOHE menghadirkan parfum yang terasa membumi, namun tetap relevan dengan gaya hidup urban masa kini.
Kesejuaahan ini membuktikan bahwa parfum lokal Indonesia telah berkembang jauh melampaui sekadar mengikuti tren global. Mereka memiliki identitas aroma yang kuat dan konsep yang matang, sehingga tidak hanya menciptakan wewangian, tetapi juga pengalaman dan cerita yang membuat parfum terasa semakin personal.