Pemimpin La Viola Paolo Vanoli mengakui hasil imbang 2-2 dengan Lazio sebagai hasil yang tepat, meski diwarnai drama penalti dan kontroversi VAR di Olimpico. Pelatih Fiorentina tersebut tetap percaya pada semangat juang anak asuhnya, meski gagal mengunci kemenangan di menit-menit akhir.
Selama pertandingan yang berlangsung kacau ini, Viola sempat tertinggal oleh gol Danilo Cataldi, namun berhasil membalikkan keadaan lewat Robin Gosens dan penalti Albert Gudmundsson. Namun, kemenangan di depan mata sirna setelah Pedro Rodriguez mencetak gol penalti di masa injury time.
Meski gagal mengunci kemenangan, Paolo Vanoli tetap bersyukur dengan semangat juang anak asuhnya. Ia mengakui adanya campuran rasa kecewa dan puas dalam hasil imbang ini. Menurutnya, hasil imbang ini sudah tepat.
Di awal pertandingan, Viola sempat tampil lamban di babak pertama dan mengalami masalah serius dalam mengantisipasi situasi bola mati. Namun, skuat La Viola bereaksi terhadap gol pembuka dan layak untuk unggul. Vanoli hanya bisa memberikan apresiasi kepada para pemain ini.
Dalam pertandingan yang diwarnai dengan drama penalti dan kontroversi VAR, Fiorentina dipandang sebagai tim yang mulai berubah mentalitasnya. Para pemain tidak lagi mudah menyerah saat tertinggal. Vanoli mengakui perubahan ini dan senang dengan reaksi anak asuhnya.
Saat ini, La Viola masih terjebak di zona degradasi Serie A, namun hasil imbang ini dipandang sebagai progres signifikan bagi tim ini. Vanoli mencatat bahwa tim ini mulai bermain dengan lebih stabil dan bereaksi terhadap kejadian negatif.
Selain itu, pelatih Fiorentina juga memberikan komentar terkait performa Nicolò Fagioli di tengah rumor ketertarikan Lazio dan Bologna pada bursa transfer Januari. Ia mengakui bahwa Fagioli bekerja dengan sangat baik dan memimpin tim dengan karakter yang kuat, serta diharapkan dapat menjadi pengatur serangan yang baik bagi tim nasional Italia juga.
Selama pertandingan yang berlangsung kacau ini, Viola sempat tertinggal oleh gol Danilo Cataldi, namun berhasil membalikkan keadaan lewat Robin Gosens dan penalti Albert Gudmundsson. Namun, kemenangan di depan mata sirna setelah Pedro Rodriguez mencetak gol penalti di masa injury time.
Meski gagal mengunci kemenangan, Paolo Vanoli tetap bersyukur dengan semangat juang anak asuhnya. Ia mengakui adanya campuran rasa kecewa dan puas dalam hasil imbang ini. Menurutnya, hasil imbang ini sudah tepat.
Di awal pertandingan, Viola sempat tampil lamban di babak pertama dan mengalami masalah serius dalam mengantisipasi situasi bola mati. Namun, skuat La Viola bereaksi terhadap gol pembuka dan layak untuk unggul. Vanoli hanya bisa memberikan apresiasi kepada para pemain ini.
Dalam pertandingan yang diwarnai dengan drama penalti dan kontroversi VAR, Fiorentina dipandang sebagai tim yang mulai berubah mentalitasnya. Para pemain tidak lagi mudah menyerah saat tertinggal. Vanoli mengakui perubahan ini dan senang dengan reaksi anak asuhnya.
Saat ini, La Viola masih terjebak di zona degradasi Serie A, namun hasil imbang ini dipandang sebagai progres signifikan bagi tim ini. Vanoli mencatat bahwa tim ini mulai bermain dengan lebih stabil dan bereaksi terhadap kejadian negatif.
Selain itu, pelatih Fiorentina juga memberikan komentar terkait performa Nicolò Fagioli di tengah rumor ketertarikan Lazio dan Bologna pada bursa transfer Januari. Ia mengakui bahwa Fagioli bekerja dengan sangat baik dan memimpin tim dengan karakter yang kuat, serta diharapkan dapat menjadi pengatur serangan yang baik bagi tim nasional Italia juga.