Pertemuan Prabowo Subianto dengan Wakil Ketua DPR dan Menteri-Menteri. Presiden Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan khusus bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Menteri Luar Negeri, Sugiono; dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, di rumah dinasnya di Widya Candra, Jakarta Selatan. Persamuhan tersebut berlangsung pada Jumat (2/1/2026) sore hingga malam hari.
Dalam pertemuan itu, Dasco melaporkan progres rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah-daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Kemudian Prabowo memberikan penugasan khusus awal tahun untuk Dasco, Prasetyo Hadi, Sugiono, dan Teddy. Penugasan tersebut tidak dijelaskan apa yang dimaksudkan.
Namun demikian, Prabowo menyampaikan kejadian yang berkelanjutan di seluruh daerah, terutama Aceh Tamiang. Dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tetap wajib bekerja meski masih dalam momen perayaan tahun baru. Presiden juga berterima kasih kepada para besar pejabat yang turun langsung ke berbagai daerah terdampak bencana untuk mengecek dan mencari solusi untuk masalah yang sedang terjadi.
Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa hingga 1 Januari 2026 tercatat sebanyak 61.795 rumah mengalami kerusakan berat akibat bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.432 warga mengajukan permohonan untuk mendapatkan hunian sementara (huntara).
Dalam pertemuan itu, Dasco melaporkan progres rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah-daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Kemudian Prabowo memberikan penugasan khusus awal tahun untuk Dasco, Prasetyo Hadi, Sugiono, dan Teddy. Penugasan tersebut tidak dijelaskan apa yang dimaksudkan.
Namun demikian, Prabowo menyampaikan kejadian yang berkelanjutan di seluruh daerah, terutama Aceh Tamiang. Dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tetap wajib bekerja meski masih dalam momen perayaan tahun baru. Presiden juga berterima kasih kepada para besar pejabat yang turun langsung ke berbagai daerah terdampak bencana untuk mengecek dan mencari solusi untuk masalah yang sedang terjadi.
Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa hingga 1 Januari 2026 tercatat sebanyak 61.795 rumah mengalami kerusakan berat akibat bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.432 warga mengajukan permohonan untuk mendapatkan hunian sementara (huntara).