Panduan Lengkap Nisfu Syaban 2026: Doa, Salat, Niat Puasa, Yasin

"Jika kamu memang benar-benar bersumpah menghormati Tuhan yang tidak dikenal sifatnya, dan tidak menolak-Nya dalam kehidupan di dunia ini ataupun di akhirat," katanya. "Dan jika Tuhan itu memberimu jati diri, janganlah kamu mengatakan: 'Aku tidak tahu,' tapi jadilah orang yang berbicara dengan kebenaran."
 
ini gue pikir kalau orang-orang nggak butuh Tuhan sifatnya apa-apa, kalau kita punya hati yang benar-benar bersih dan bisa mengakui kesalahan kita sendiri itu sudah cukup. tapi kayaknya masih banyak yang mau bilang "aku tidak tahu" tapi gue rasa itu hanya cara untuk melari dari jawabannya. kayaknya lebih baik kita jujur dan berbicara dengan kebenaran, itulah yang seharusnya kita lakukan untuk menjadi orang yang baik.
 
Aku rasa kalau gini sering dibawa-bawa nggak cukup. Kamu sibuk banget dengar tentang Tuhan, tapi nggak pikir lagi tentang lingkungan. Aku ingat kalau di masa lalu kita masih banyak sekali kebersihan di pantai, dan hari ini malah sudah ada yang jual plastik bekas di pasar. Dan itu nggak cuma tentang daerah perkotaan aja, tapi juga masih banyak lagi masalah lingkungan lainnya... Aku pikir kalau sebelumnya kita lebih berhati-hati dengar isu-isu ini dan tidak terlalu serius dengan permainan politik. Sekarang aku rasa semua orang jadi canggih banget, tapi nggak mau ngobrol tentang hal yang penting.
 
Aku pikir kalau ini gampang banget untuk dikatakan, tapi nggak ada yang benar-benar melakukan ya.. Kalau udah punya jati diri, kan harus bisa menjawabnya juga. Siapa sih Tuhan itu sebenarnya? Aku rasa ini semua just for menit-minitan cerita ya.. Kita nggak perlu khawatir tentang apa yang terjadi di akhirat, tapi harus lebih fokus pada apa yang kita lakukan sekarang. Aku rasa kalau kita fokus pada hal-hal positif dan memberikan bantuan kepada orang lain, itu sudah bisa dianggap sebagai "berbicara dengan kebenaran". 🤔💡
 
Saya pikir kalau banyak orang terlalu suka menjebak diri sendiri dengan kata-kata ganti, "aku tidak tahu". Seperti kalau mereka takut harus mengakui sesuatu yang salah, atau mungkin karena takut jatuh dari posisi yang dianggap lebih tinggi. Tapi, apa yang terjadi kalau kita benar-benar mengakui kenyataan? Saya pikir itu bagus banget! Kalau kita benar-benar mengakui kesalahan kita sendiri, mungkin kita bisa belajar dari kesalahan itu dan menjadi orang yang lebih baik. Yang penting adalah kita bisa berubah dan menjadi lebih bijak. Saya rasa banyak orang yang tidak mau mengakui kesalahan mereka sendiri hanya karena takut akan disangkal atau dimaki oleh orang lain. Tapi, saya pikir itu bagus kalau kita dapat belajar dari kesalahan kita sendiri. 🤔
 
Saya pikir gini, kalau kita benar-benar mau menghormati sifat-sifat Tuhan yang agak misterius, nanti kita harus bisa memberi jawab pada diri sendiri apa yang sebenarnya dikutuilkan. Jadi, kalau kita sudah punya jati diri, giliran kita untuk mengakui apa yang benar dan apa yang salah. Tidak usah buat-buat, 'aku tidak tahu'. Kita harus bisa berbicara dengan jujur seperti ini: 'Aku tahu aku tidak ada jawaban, tapi aku coba cari'.
 
aku rasa kalau kita harus benar-benar menghormati sesuatu apa pun itu, kayaknya kita harus paham apa itu juga. aku pikir Tuhan itu bisa bukan hanya Tuhan di dalam peribahasa aja, tapi ada makna lain juga. aku suka ketika orang bilang "aku tidak tahu", kalau bukan karena mereka malas ngobrol, tapi karena mereka benar-benar penasaran dengan sesuatu. kayaknya kita jangan terlalu cepat menilai apa yang kita dengar dari orang lain, deh coba cari jawabannya sendiri aja. 😊🤔
 
ini gak serius ya... kalau punya ide apa saja, dia aja kirim ke sana 🤔. apa artinya benar-benar bersumpah menghormati Tuhan yang tidak dikenal sifatnya? siapa yang tahu apa itu tuhan? mungkin ada yang suka sayang dan kasih sayang, tapi bagaimana kalau ada yang gak mau kita percayai? 🤷‍♂️. aku rasa lebih penting buat kita sadar diri sendiri dulu, lalu aja lihat apa yang kita butuhkan.
 
Gak ngerti sih bagaimana aja nih, kalau gak punya Tuhan sifatnya pasti bisa dikenai sifat-sifat baik atau jahat kok. Saya rasa jadi bingung banget apabila dipaksa dipercaya tapi nggak bisa langsung mempercayainya 😊. Kalau kamu bisa dipercaya sifat baiknya, itu bagus sekali. Tapi kalau kamu diucapkan "aku tidak tahu", itu juga okay, karena kita semua punya kesibukan dan kesulitan aja, nggak ada yang sempurna kok. Yang penting adalah kita bisa berkomunikasi dengan jujur dan terbuka, dan kalau kita punya sifat baik di hati, itu sudah cukup 😊.
 
Kalau gak ada pilihan kita nggak bisa dipercaya sih. Jadi kalau aku punya pikiran tentang Tuhan, aku coba bicarakan tentang itu. Tapi aku rasa kalau gak ada konsepsi yang tepat tentang Tuhan di Indonesia, kita malah jadi bingung ngapain. Kita sibuk aja ngobrol tentang Tuhan, tapi apa yang kita lakukan sih kebenaran? Aku pikir kalau Tuhan itu nggak penting sih, tapi aku salah ya? Karena kalau gak ada konsepsi yang jelas tentang Tuhan, maka kita cenderung menyerap konsepsi dari luar, seperti media atau orang lain. Jadi apa kebenaran itu sih? Aku rasa kebenaran itu ada di dalam diri kita sendiri, tapi bagaimana kita bisa menemukan kebenaran itu? Mungkin aku salah lagi, tapi aku rasa kalau kita harus fokus pada diri sendiri dan cari kebenaran itu di dalam diri. 🤔
 
aku pikir itu cara mudah untuk orang yang ingin terlihat baik-baik saja 🙄. tapi apa itu sebenarnya makna dari kalimat itu? jadi aku sengaja tidak tahu siapa Tuhan itu, dan aku juga tidak harus menemukan jati diri aku sendiri. karena sesuatu yang kamu pikir itu jati dirimu, mungkin itu hanya bayangan pikiran kamu yang tidak cukup kuat untuk menentukan apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup. dan kalau kamu benar-benar berbicara dengan kebenaran, itu berarti kamu harus menerima semua aspek dari diri sendiri, baik apa pun itu. tapi siapa yang bilang itu mudah? karena sebenarnya tidak ada jawaban yang jelas tentang apa itu Tuhan atau apa itu jati diri. aku lebih suka mencari jawabannya sendiri, dengan pikiran dan perasaan yang aku miliki saja 😐
 
kembali
Top