Ruben Amorim, pelatih Manchester United yang tengah menghadapi tekanan dari dalam dan luar, semakin terancam diperlepas karena konflik dengan pihak manajemen. Konflik ini dimulai ketika Amorim melontarkan pernyataan keras tentang tidak puasnya dengan posisinya sebagai pelatih kepala, bukan seperti status yang disematkan kepadanya sejak ditunjuk menangani Manchester United.
Sumber internal menyebut bahwa kekecewaan Amorim memuncak setelah jajaran petinggi klub, termasuk Jason Wilcox, meminta dirinya lebih fleksibel secara taktik. Hal ini membuat Amorim merasa tidak dihargai dan merasa bahwa manajemen tidak percaya pada kemampuannya sebagai pelatih.
Selain itu, Amorim juga merasa tidak puas dengan rencana klub untuk mengejar pemain Bournemouth, Antoine Semenyo. Menurutnya, dana besar yang dibutuhkan untuk memboyong pemain itu seharusnya dialokasikan ke sektor lain yang lebih mendesak.
Ketidakselarasan pandangan ini membuat Amorim merasa tidak nyaman dalam posisinya sebagai pelatih Manchester United. Ia bahkan menyinggung kemungkinan pergi saat kontraknya berakhir, tetapi menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dengan sendirinya.
Sementara itu, CEO Manchester United, Omar Berrada, diyakini akan berdiri di pihak Jason Wilcox dalam konflik ini. Hal ini membuat situasi Amorim semakin sulit, dan membuat banyak orang mengkhawatirkan tentang masa depan pelatih Portugal tersebut di Old Trafford.
Rencana manajemen untuk membawa pemain baru dalam bursa transfer Januari juga tidak memberikan harapan bagi Amorim. Ia lebih menginginkan striker Premier League yang sudah teruji, seperti Ollie Watkins, daripada Benjamin Sesko.
Dengan demikian, posisi jangka panjang Amorim di Old Trafford semakin tidak pasti, dan banyak orang yang khawatir tentang masa depan pelatih Manchester United.
Sumber internal menyebut bahwa kekecewaan Amorim memuncak setelah jajaran petinggi klub, termasuk Jason Wilcox, meminta dirinya lebih fleksibel secara taktik. Hal ini membuat Amorim merasa tidak dihargai dan merasa bahwa manajemen tidak percaya pada kemampuannya sebagai pelatih.
Selain itu, Amorim juga merasa tidak puas dengan rencana klub untuk mengejar pemain Bournemouth, Antoine Semenyo. Menurutnya, dana besar yang dibutuhkan untuk memboyong pemain itu seharusnya dialokasikan ke sektor lain yang lebih mendesak.
Ketidakselarasan pandangan ini membuat Amorim merasa tidak nyaman dalam posisinya sebagai pelatih Manchester United. Ia bahkan menyinggung kemungkinan pergi saat kontraknya berakhir, tetapi menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dengan sendirinya.
Sementara itu, CEO Manchester United, Omar Berrada, diyakini akan berdiri di pihak Jason Wilcox dalam konflik ini. Hal ini membuat situasi Amorim semakin sulit, dan membuat banyak orang mengkhawatirkan tentang masa depan pelatih Portugal tersebut di Old Trafford.
Rencana manajemen untuk membawa pemain baru dalam bursa transfer Januari juga tidak memberikan harapan bagi Amorim. Ia lebih menginginkan striker Premier League yang sudah teruji, seperti Ollie Watkins, daripada Benjamin Sesko.
Dengan demikian, posisi jangka panjang Amorim di Old Trafford semakin tidak pasti, dan banyak orang yang khawatir tentang masa depan pelatih Manchester United.