PAN Dorong Hapus Ambang Batas Parlemen di Pemilu 2029

PAN Ajukan Penghapusan Ambang Batas Parlemen pada Pemilu 2029

Partai Amanat Nasional (PAN) mengajukan penghapusan ambang batas parlemen dalam pemilu tahun 2029. Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa keberadaan ambang batas di parlemen justru membuat banyak suara pemilih tidak terwakili di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, kondisi tersebut berulang kali terjadi dalam beberapa pemilu terakhir dan merugikan demokrasi.

"PAN selalu menginginkan penghapusan ambang batas baik itu dalam Pilpres maupun Pemilu Legislatif. Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini, ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta," kata Eddy saat berbicara di Gedung DPR RI, Jakarta.

Eddy berpandangan bahwa penghapusan ambang batas parlemen seharusnya diterapkan dengan mekanisme yang sudah berjalan di DPRD tingkat kabupaten dan provinsi. Dengan skema tersebut, partai yang tidak memenuhi jumlah kursi dapat bergabung dalam fraksi gabungan.

"Oleh karena itu, PAN berpandangan bahwa penghapusan ambang batas untuk parlemen itu sebaiknya diimplementasikan atau pelaksanaannya sesuai dengan apa yang sekarang terjadi di DPRD kabupaten dan provinsi. Nanti yang tidak cukup kursinya kemudian bergabung, membentuk fraksi gabungan," ujarnya.

Menurut PAN, mekanisme fraksi gabungan menjadi solusi agar suara pemilih tetap tersalurkan, meski partai pilihan tidak memiliki cukup kursi untuk membentuk fraksi sendiri. "Supaya masyarakat yang sudah memilih legislator nya maupun partainya itu masih tetap bisa menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPR ataupun partai yang dia pilih," lanjut Edy.

Eddy juga menjelaskan bahwa jumlah fraksi tetap bisa dibatasi melalui pengaturan undang-undang. "Partai banyak tapi fraksi terbatas. Tetapi ini pandangan kami dengan pertimbangan hanya itu saja."
 
aku pikir penghapusan ambang batas parlemen itu tidak apa-apa, aku juga pernah memikirkan kalau ambang batas itu bisa membuat partai kecil tertinggal di belakang. tapi aku rasa justru ada keuntungannya, seperti bagaimana fraksi gabungan bisa membawa partai kecil yang benar-benar memiliki visi untuk masuk ke DPR. kalau giliran ambang batas itu dibuang, mungkin aja partai-partai besar aja yang berpotensi jadi lembaga pembicara di parlemen πŸ€”
 
😊 Wah, panjang banget kabar ini! Makanya kita harus fokus dan jangan terjebak di ambang batas. Eddy Soeparno benar-benar membuat saya pikir tentang solusi yang baik untuk Partai Amanat Nasional (PAN). Jika penghapusan ambang batas parlemen berhasil, masyarakat akan lebih mudah menemukan legislator yang mewakili aspirasi mereka. 🀝 Saya harap partai-partai politik bisa bekerja sama dan mendukung ini. Semoga suara pemilih tidak terwacan lagi! πŸ’ͺ
 
Penghapusan ambang batas parlemen itu benar-benar wajar ya? Kalau partai-partai kecil itu tidak bisa masuk ke DPR, maka mereka harus bergabung sama-sama dengan yang sudah ada. Itu jadi solusi untuk suara-suara rakyat tidak terlewat. Saya pikir kalau kita tidak menghapus ambang batas, maka semua pihak sama-sama akan merasa tidak adil. Kita harus mencari keseimbangan ya... 🀝
 
Gue pikir siapa tahu kalau ambang batas parlemen dihapuskan, maka lebih banyak suara rakyat yang bisa masuk ke DPR dan semakin representatif proses demokrasi ya😊. Jadi gue setuju dengan pendapat PAN ini, tapi harus ada kaidah bahwa partai tidak boleh terlalu berkuasa ya karena itu juga bisa membuat sistem demokrasi tidak stabil πŸ€”.
 
Aku pikir ini ide yang bagus banget! Ambang batas parlemen memang bikin suara-suara pemilih tidak terwakili di DPR, apa lagi kalau partai-partainya jadi tidak lolos. Kita perlu buat sistem yang lebih transparan dan akuntabel, supaya semua suara pemilih bisa tertuang tanpa ada penolakan.

Aku rasa mekanisme fraksi gabungan itu bisa menjadi solusi yang baik, tapi kita harus pastikan agar partai-partainya tidak jadi tidak mau bergabung karena takut kalah. Kita perlu buat sistem yang lebih fleksibel dan adaptif, seperti di DPRD kabupaten dan provinsi.
 
Dulu kalinya nggak ada ambang batas parlemen, cuma masuk DPR dan langsung dudikin tempatnya aja πŸ€”. Jumlah kursi yang dimaksud ada ratusan ribu, kayak gini: 400 kursi + 1/4 dari kursi itu = 150 kursi ambang batas. Nggak bisa dipercaya sih, tapi itu juga memang benar πŸ˜…. Pemilu tahun 2029 pasti harusnya punya solusi yang bagus untuk menghilangkan masalah ini. Walaupun di DPRD kabupaten dan provinsi udah ada mekanisme fraksi gabungan, tapi masih perlu dilakukan perubahan ke dalam Undang-Undang Nasional. Menurut saya, jika kita lama menunggu maka banyak lagi korban suara yang tidak terwakili di DPR πŸ€·β€β™‚οΈ. Statistiknya kayak gini: 30% kursi ambang batas masih belum diisi oleh fraksi gabungan! Èh, kalau kamu mau nonton film aja, ayo ayo, biarkan saya sambut saja ya! πŸŽ₯

Chart: Jumlah Kursi Ambang Batas Parlemen Per Pemilu
- 2004: 150 kursi
- 2009: 144 kursi
- 2014: 136 kursi
- 2019: 128 kursi

Kerusuhan di pasar? Mau tahu krusis ambang batas ini berapa di tahun tertentu? πŸ“Š
 
Aku rasa kalau dihapus ambang batas parlemen, bisa membuat pemilu lebih demokratis 😊. Aku melihat banyak suara pemilih yang tidak terwakili di DPR karena partainya tidak lolos, itu tidak enak banget. PAN punya ide yang bagus dengan mekanisme fraksi gabungan, jadi suara pemilih tetap bisa salur ke DPR. Tapi, aku rasa masih perlu diawasi agar jumlah fraksi tetap terbatas, tapi ini awalnya keren! 😊
 
PAN udah nembak ide yang bikin konflik di parlemen, tapi aku pikir itu baik-baik aja πŸ€”. Jangan lupa, partai-partai kecil kayak gini kayaknya memiliki arti dan kekuatan tersendiri. Kalau di DPRD kabupaten dan provinsi sudah bisa jadi, kenapa parlemen harus kewalahan? 😊

Dan aku setuju dengan Eddy soeparno, mekanisme fraksi gabungan itu bisa bikin suara pemilih terus bersemangat dalam pilihan mereka. Tapi, kita harus benar-benar memikirkan bagaimana cara mengimplementasikan itu nanti 🀝. Kita tidak bisa hanya nggakut dan ngomong-ngomong, tapi harus nyata-nyata mengerjakannya 🎯.

Dan yang penting, kita jangan lupa bahwa demokrasi ini tentang kebebasan dan kemerdekaan, bukan tentang siapa-siapa yang punya banyak suara. Jadi, kita harus terbuka dan menerima semua aspek kehidupan politik, baik kecil maupun besar 😊.
 
Penghapusan ambang batas parlemen itu benar-benar perlu dipertimbangkan, ya... Banyak suara pemilih yang tidak terwakili di DPR karena ambang batas itu. Saya rasa solusi fraksi gabungan itu juga bagus, bisa membuat partai kecil tetap bisa menyalurkan aspirasi masyarakat. Tapi, kita harus paham bahwa mekanisme ini harus diterapkan dengan hati-hati, jangan sampai makin memungkinkan kebenturan. Dan, jumlah fraksi yang dibatasi juga patut dipertimbangkan agar tidak terjadi ketidakseimbangan. Semoga bisa membuat pemilu 2029 menjadi lebih transparan dan demokratis... 😊
 
Pokoknya ambang batas parlemen memang bikin banyak suara pemilih tidak terwakili di DPR, kayaknya harus dihilangkan πŸ˜’. Saya rasa partai yang tidak bisa lolos punya cara lain untuk masuk ke DPR, misalnya dengan menggabungkan diri dengannya yang sudah ada di DPR 🀝. Atau kalau punya ide yang keren seperti fraksi gabungan sih πŸ€”. Saya harap partai-partai besar di Indonesia bisa bekerja sama dan membuat solusi yang baik untuk masyarakat πŸ™.
 
ya memang keren banget nih, penghapusan ambang batas parlemen bisa membuat demokrasi lebih seragam dan jujur ya! tapi aku pikir ada satu hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu bagaimana caranya partai yang tidak memiliki kursi akan bisa bergabung dengan fraksi gabungan? gimana caranya mereka bisa menunjukkan suara mereka secara efektif? harus diatur juga nih, agar bukan hanya partai-partai besar saja yang bisa berpartisipasi.

atau mungkin aku salah, tapi aku pikir ada satu kelemahan dari konsep ini, yaitu bagaimana caranya penghapusan ambang batas akan bisa menghindari manipulasi oleh pihak yang ingin mengontrol suara rakyat? misalnya, apabila partai-partai besar memiliki kontrol yang ketat atas fraksi gabungan, maka suara rakyat mungkin tidak akan sebenarnya terwakili.

tapi secara umum, aku pikir konsep ini sangat menarik dan bisa membuat demokrasi di Indonesia lebih baik lagi! πŸ€”πŸ’‘
 
kembali
Top