Padi Reborn membuka konser Dua Delapan dengan "Prolog", sebuah tembang yang menggambarkan optimisme dan semangat baru, memancarkan energi semangat yang disambut riuh Sobat Padi. Dalam upaya memukau, band ini naik ke atas panggung megah dengan pencahayaan dan tata panggung yang memukau.
Dalam pertunjukan mereka, Piyu (gitar), Gitar (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum) membawa lagu hits sepanjang masa lainnya seperti "Bayangkanlah", "Menanti Sebuah Jawaban", "Lingkaran", hingga "Sesuatu Yang Indah." Lagu-lagu ini dinyanyikan dengan intensitas yang memukau, membangkitkan semangat di antara penonton.
Konser Dua Delapan dirancang untuk menandai 28 tahun perjalanan band asal Surabaya yang dibentuk pada tahun 1997. Konser ini juga merupakan kembalinya band setelah vakum sekitar delapan tahun dan peluncuran album studio kedelapan band yang bertajuk 28.
Bandingkan dengan konsep penataan panggung yang biasanya digunakan, Padi Reborn telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk Sal Priadi dan penyanyi Fanny Soegi, untuk menghadirkan energi baru dalam konser perayaan tersebut. Penggunaan circular LED di bagian atas dan bawah panggung serta sistem digital hoist memungkinkan pergerakan cahaya dan layar sesuai kebutuhan pertunjukan.
Konsep penataan panggung ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif selama konser.
Dalam pertunjukan mereka, Piyu (gitar), Gitar (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum) membawa lagu hits sepanjang masa lainnya seperti "Bayangkanlah", "Menanti Sebuah Jawaban", "Lingkaran", hingga "Sesuatu Yang Indah." Lagu-lagu ini dinyanyikan dengan intensitas yang memukau, membangkitkan semangat di antara penonton.
Konser Dua Delapan dirancang untuk menandai 28 tahun perjalanan band asal Surabaya yang dibentuk pada tahun 1997. Konser ini juga merupakan kembalinya band setelah vakum sekitar delapan tahun dan peluncuran album studio kedelapan band yang bertajuk 28.
Bandingkan dengan konsep penataan panggung yang biasanya digunakan, Padi Reborn telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk Sal Priadi dan penyanyi Fanny Soegi, untuk menghadirkan energi baru dalam konser perayaan tersebut. Penggunaan circular LED di bagian atas dan bawah panggung serta sistem digital hoist memungkinkan pergerakan cahaya dan layar sesuai kebutuhan pertunjukan.
Konsep penataan panggung ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif selama konser.