Pertemuan Prabowo Subianto dengan tokoh agama Islam dan pimpinan ormas di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2) siang, membicarakan keputusan Indonesia bergabung Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump untuk persoalan Gaza, Palestina. Pimpinan ormas Islam seperti NU-Muhammadiyah dan MUI menyatakan mendukung keputusan itu selama dinilai masih sesuai dengan kemaslahatan umat.
Ketum MUI KH M Anwar Iskandar menyatakan mendukung keputusan itu selama dinilai masih sesuai koridor dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyatakan bahwa jika di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) juga menyampaikan bahwa Prabowo menjelaskan secara rinci sikapnya bergabung BoP.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi pernyataan tentang kemungkinan keluar dari Board of Peace yang digagas Trump untuk persoalan Gaza, Palestina. Ia menyatakan bahwa Indonesia dalam BoP ini berpegang teguh pada tujuan tersebut.
Selama pertemuan itu, Prabowo Subianto menyatakan siap keluar dari BoP jika dinilai organisasi itu sudah tak sejalan lagi dengan perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia bergabung ke dalam BoP semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menurut Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI, Prabowo mengaku siap keluar dari Board of Peace ketika dinilai sudah tak sejalan lagi tentang Gaza hingga Palestina. Ia berpesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif dan tidak sekedar melegitimasi penjajahan di Palestina.
Pertemuan ini juga membahas pentingnya keterlibatan Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah khususnya di Palestina dan Gaza.
Ketum MUI KH M Anwar Iskandar menyatakan mendukung keputusan itu selama dinilai masih sesuai koridor dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyatakan bahwa jika di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) juga menyampaikan bahwa Prabowo menjelaskan secara rinci sikapnya bergabung BoP.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi pernyataan tentang kemungkinan keluar dari Board of Peace yang digagas Trump untuk persoalan Gaza, Palestina. Ia menyatakan bahwa Indonesia dalam BoP ini berpegang teguh pada tujuan tersebut.
Selama pertemuan itu, Prabowo Subianto menyatakan siap keluar dari BoP jika dinilai organisasi itu sudah tak sejalan lagi dengan perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia bergabung ke dalam BoP semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menurut Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI, Prabowo mengaku siap keluar dari Board of Peace ketika dinilai sudah tak sejalan lagi tentang Gaza hingga Palestina. Ia berpesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif dan tidak sekedar melegitimasi penjajahan di Palestina.
Pertemuan ini juga membahas pentingnya keterlibatan Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah khususnya di Palestina dan Gaza.