Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan keluarganya dalam Operasi Absolute Resolve yang dilancarkan pada Sabtu malam. Penangkapan tersebut diiringi dengan ledakan yang dibuat oleh pasukan AS di ibu kota Venezuela, Caracas.
Operasi ini adalah hasil dari bulan-bulan perencanaan rahasia selama itu dan serangkaian sinyal yang membingungkan yang memungkinkan AS untuk mempertahankan unsur kejutan. Menurut informasi yang diterima, Maduro dan istrinya diculik oleh tim Delta Force AS di kompleks kediamannya, sementara warga Caracas mengatakan mereka mendengar ledakan besar dari tetangga mereka.
Maduro dan istriya kemudian dibawa ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima untuk dimasukkan ke dalam tahanan federal. Penangkapan ini merupakan hasil dari operasi yang dilancarkan oleh Trump, yang telah mencalonkan diri pada pemilu 2024 dengan janji untuk menjaga AS agar tidak terlibat dalam perang penggulingan rezim.
Venezuela kini bingung tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa orang mengatakan mereka akan tinggal di rumah, sementara yang lain mengantre untuk membeli makanan dan bensin. "Semuanya tidak pasti sekarang," kata Maria Eugenia Rengifo, yang sedang berada di rumah bersama keluarganya ketika ia terbangun karena ledakan.
Sementara itu, pasukan AS mengalami beberapa luka-luka dalam operasi tersebut, tetapi tidak ada korban dari warga Amerika. Pasukan ini dibantu oleh helikopter yang membawa pasukan evakuasi dan petugas penegak hukum, yang pada beberapa titik hanya terbang sekitar 100 kaki di atas permukaan air selama penerbangan menuju Venezuela.
Operasi ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat internasional, dengan banyak yang mengkaitkan tindakan Trump dengan penindasan terhadap Maduro dan rezimnya. Namun, Trump berkata bahwa operasi ini dilakukan untuk memastikan keadilan dan bahwa Maduro harus dibawa ke hadapan hukum atas tuduhan-tuduhannya.
Operasi ini adalah hasil dari bulan-bulan perencanaan rahasia selama itu dan serangkaian sinyal yang membingungkan yang memungkinkan AS untuk mempertahankan unsur kejutan. Menurut informasi yang diterima, Maduro dan istrinya diculik oleh tim Delta Force AS di kompleks kediamannya, sementara warga Caracas mengatakan mereka mendengar ledakan besar dari tetangga mereka.
Maduro dan istriya kemudian dibawa ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima untuk dimasukkan ke dalam tahanan federal. Penangkapan ini merupakan hasil dari operasi yang dilancarkan oleh Trump, yang telah mencalonkan diri pada pemilu 2024 dengan janji untuk menjaga AS agar tidak terlibat dalam perang penggulingan rezim.
Venezuela kini bingung tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa orang mengatakan mereka akan tinggal di rumah, sementara yang lain mengantre untuk membeli makanan dan bensin. "Semuanya tidak pasti sekarang," kata Maria Eugenia Rengifo, yang sedang berada di rumah bersama keluarganya ketika ia terbangun karena ledakan.
Sementara itu, pasukan AS mengalami beberapa luka-luka dalam operasi tersebut, tetapi tidak ada korban dari warga Amerika. Pasukan ini dibantu oleh helikopter yang membawa pasukan evakuasi dan petugas penegak hukum, yang pada beberapa titik hanya terbang sekitar 100 kaki di atas permukaan air selama penerbangan menuju Venezuela.
Operasi ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat internasional, dengan banyak yang mengkaitkan tindakan Trump dengan penindasan terhadap Maduro dan rezimnya. Namun, Trump berkata bahwa operasi ini dilakukan untuk memastikan keadilan dan bahwa Maduro harus dibawa ke hadapan hukum atas tuduhan-tuduhannya.