Nostalgia, Ario Bayu Curhat Rasanya Kerja di Pelelangan Ikan

Ario Bayu, aktor senior yang sudah lama dikenal di dunia hiburan Indonesia, kembali membawa pengalaman masa lalunya ke permukaan. Dalam sebuah wawancara dengan VIVA, Ario Bayu membagikan kisahnya pernah bekerja di tempat pelelangan ikan, sebuah fase hidup yang ia jalani ketika usianya masih 26 tahun.

"Di umur 26, pernah bergerak di industri perikanan. Jadi saya setiap jam 4 pagi nongkrong di tempat pelelangan ikan," ungkap Ario Bayu dalam Konferensi Pers Sepenuhnya Indonesia McDonald's, Jakarta, Rabu 28 Januari 2026.

Ario mengungkapkan bahwa rutinitas pagi buta menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya ketika itu. Ia harus menyaksikan dinamika para nelayan, pedagang, dan pekerja lain yang saling bergantung satu sama lain. Aktivitas dimulai sejak pukul 4 pagi, saat hasil tangkapan laut mulai didaratkan dan diperjualbelikan.

Pengalaman tersebut membentuk kedekatan emosional Ario dengan kehidupan pesisir yang penuh kerja keras dan kebersamaan. Ketika terlibat sebagai aktor dalam film pendek Sepenuhnya Indonesia, Ario kembali menemukan kenangan itu ketika harus mengangkat ikan tuna dengan berat sekitar empat kilogram.

"Di scne film pendek ini ada adegan angkat tuna 4 kilo. Saya rasanya seperti menengok ke belakang, nunggu tuna sebesar ini jam 4 pagi," tuturnya.

Bagi Ario Bayu, pelelangan ikan bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang di mana nilai-nilai bangsa tumbuh secara alami. Ia menilai kehidupan di sana mencerminkan prinsip gotong royong dan keadilan yang nyata dalam keseharian masyarakat.

"Di tempat pelelangan ikan, apa yang kita definisikan ada di sini. Mulai dari membantu, gotong royong, dan orang-orangnya nggak pernah bertengkar karena semua terdistribusi dengan adil," jelas Ario.
 
kaya gampang banget nge-actornya bareng kenangan masa lalunya kaya gitu... tapi gimana kalau saking nostalgia, dia bisa tidak berakibatnya positif? kayaknya perlu diawasi terlebih dahulu agar ceritanya tidak bingung sama sekali dengan kehidupan nyata orang lain. jadi, apa yang harus ditunggu-tungginya di masa depan?
 
Wahhh, makasih banget Ario Bayu sabar-besarnya bagikan pengalamannya di tempat pelelangan ikan. Saya rasa sih kalau kamu pernah ngalami hal seperti itu, kamu akan semakin menghargai nilai-nilai bangsa kita di pesisir, ya? Kerja keras dan gotong royong memang ada di sana. Saya suka banget dengar pengalamannya saat di screen film pendek, kayaknya aja makin terasa realistis adegan tersebut. Tapi apa yang membuat saya sedih banget adalah kalau banyak orang kalau pernah ngalami hal seperti itu, mereka akan langsung melupakan pengalaman itu dan tidak meneruskan nilai-nilai gotong royong itu ke generasi berikutnya. Saya rasa kita harus memulai dari diri sendiri dan membuat perubahan kecil-kecilan sehingga di masa depan nanti, Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik untuk semua orang. 👍
 
Maksudnya kalau aku lagi nonton film Sepenuhnya Indonesia, aku jadi lupa keberatkan menangkap ikan tuna 4 kg itu 🤯. Tapi kayaknya ada arti dari pengalaman Ario, ya... Kalau kita lihat di tempat pelelangan ikan, itu bukan cuma tempat nongkrong, tapi juga kaya hubungan sosial yang baik antara orang-orang yang berada di sana. Semua bergantung satu sama lain, seperti di komunitas kecil di pesisir 🌊. Aku rasa itu arti dari Indonesia kita, ya...
 
ada kayaknya kalau dia pernah nggak kerja di tempat pelelangan ikan sebelum menjadi aktor, kan kayaknya ada pengalaman yang hebat banget! tapi aku penasaran apa yang bikin dia bisa rela kerja 4 pagi setiap hari? bisa dibilang aku senang lihat pengalamannya dibagikan ke publik, kayaknya bisa jadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih menikmati kehidupan sehari-hari.
 
Ario Bayu kayaknya punya pengalaman yang kaya banget saat bekerja di tempat pelelangan ikan nih 🤯. Saya senang lihat dia bisa mengambil sesuatu dari pengalamannya itu dan membawanya ke scne film pendeknya. Tapi aku rasa penjelasan dia tentang nilai-nilai masyarakat di sana terasa sedikit mirip banget dengan nasihat kita orang tua, kan 😊. Jadi, saya pikir kayaknya penting untuk menghargai nilai gotong royong dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari, ya? 🙏
 
kembali
Top