Normal Baru Ketidakteraturan Global

Tahun 2026 menyapa kita dengan kabut tebal yang semakin pekat. Dunia kini rentan, retak, dan bergetar di bawah beban polycrisis yang saling bertabrakan. Laporan Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum mengatakan bahwa era ini adalah "zaman persaingan" (age of competition), ketika multilateralisme layu, kepercayaan runtuh, dan tatanan multipolar yang diperebutkan mulai menampakkan masing-masing taringnya.

Kerusuhan geoeconomic kini menjadi ancaman nomor satu. Tarif impor yang melonjak, embargo teknologi, dan perebutan sumber daya telah memecah ekonomi dunia menjadi kubu-kubu yang saling menginjak. Perang dagang AS-China bukan lagi dingin, tetapi panas, mendidih, menyengat rantai pasok global.

Di Ukraina, perang yang dimulai dari tahun 2022 kini memasuki tahun kelima. Bukan lagi konflik regional, melainkan ujian bagi seluruh tatanan Eropa. Rusia terus menggerogoti wilayah dengan taktik hibrida. Serangan siber, propaganda, dan artileri bahkan menyentuh infrastruktur NATO di Polandia Timur.

Di Gaza, krisis kemanusiaan membengkak. Jutaan pengungsi, blokade bantuan, dan risiko perang regional yang melibatkan Arab Saudi dan Qatar. Dukungan AS yang tak tergoyahkan kepada Israel seolah lupa bahwa impunitas ini hanya memperkuat narasi anti-Barat di seluruh Global South.

Taiwan juga tidak kalah dalam persaingan geopolitik. Latihan militer China pada Januari 2026 ini, lengkap dengan blokade simulasi, adalah sinyal jelas bahwa reunifikasi paksa bukan lagi sekedar omong kosong semata. AS merespons dengan pengiriman armada ke Indo-Pasifik, tapi di bawah pemerintahan Trump yang kembali berkuasa, langkah itu terasa seperti bluf.

Venezuela menjadi contoh paling telanjang bagaimana hukum rimba Internasional bekerja. AS melancarkan operasi militer yang menggulingkan Presiden Nicholas Maduro. Ini bukan heroik, tapi neo-imperialisme yang menyamarkan minat atas minyak Venezuela. Washington sedang membuka kotak Pandora. Jika berhasil tanpa konsekuensi, Rusia atau China akan merasa berhak melakukan hal serupa di lapak mereka sendiri.

Di panggung internasional, tak ada raja, tak ada polisi, tak ada hakim agung. Hanya anarki (anarki), ruang kosong yang dingin, di mana setiap negara harus menjaga nyawanya sendiri melalui self-help (penyelamatan diri). Politik Internasional adalah law of the jungle (hukum rimba). Negara-negara besar membagi dunia seperti singa membagi bangkai.

Tahun 2026 adalah normal baru. Dari mimpi rules-based order (tatanan berbasis aturan), kita terjatuh ke dalam realitas persaingan tanpa ampun, fragmentasi tanpa akhir, dan kekuasaan yang tak lagi malu menampakkan wajah paling telanjang. Realisme tidak menawarkan harapan manis. Ia hanya menampilkan watak dunia yang apa adanya.
 
Gue pikir kalau ini adalah awal dari perubahan besar-besaran di dunia... πŸŒͺ️ Tahun-tahun depan akan dipenuhi dengan kerumunan dan konflik. Gue rasa kita harus siap untuk menghadapi tantangan-tantangan ini, tapi gue juga rasa bahwa kita tidak cukup siap. Kita perlu belajar dari kesalahan-kesalahan lainnya dan mencari jalan tengah yang lebih baik... πŸ€”
 
Gue pikir 2026 ini adalah tahun kita harus siap untuk beradaptasi dengan realitas persaingan tanpa ampun. Semua negara harus mempertimbangkan bahwa tidak ada lagi raja, hanya anarki dan politik internasional yang seperti law of the jungle. Amerika Serikat yang melancarkan operasi militer di Venezuela sebenarnya adalah contoh bagus dari neo-imperialisme yang kita kira sudah tidak ada lagi. Gue khawatir jika Rusia atau China merasa tergoda untuk melakukan hal yang sama, kita harus siap untuk menghadapi konsekuensi itu.

Kita juga perlu mempertimbangkan bahwa kepercayaan multilateralisme sedang runtuh, dan tatanan multipolar yang diperebutkan mulai menampakkan masing-masing taringnya. Itu berarti kita harus siap untuk menjaga nyawa sendiri melalui self-help. Tapi apakah itu cukup? Gue rasa masih banyak hal yang perlu kita pertimbangkan dan siapkan sebelum 2026 tiba.

Dan apa dengan kubu-kubu ekonomi yang saling menginjak? Gue khawatir bahwa kerusuhan geoeconomic ini akan menyebabkan masalah yang lebih besar lagi di masa depan. Kita harus lebih bijak dalam menghadapi persaingan tersebut dan mencari solusi yang lebih baik untuk semua pihak. πŸ€”πŸ’‘
 
Kalau gini kan? Dunia kian berantakan, tapi siapa yang nggak suka persaingan? Semua negara besar seperti singa memangsa bangkai. AS dan Rusia udah menunjukkan waktunya, China juga nggak sabar-sabar. Kalau tidak mau bersatu, masing-masing harus menjaga diri sendiri. Tapi siapa yang salah itu? Kita kayaknya hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, nih πŸ€”
 
Hmm, kalau begitu, tahun 2026 gini pasti akan bikin kita sulit tidur malam. Semua negara harus menjaga nyawanya sendiri, kayak burung-burung di hutan tanpa predator. Tapi, siapa tahu, mungkin kita bisa jadi "singa" sendiri dan menangkap semua bangkai yang ada di sekitar kita πŸ˜’. Mungkin tahun 2026 akan menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki sistem internasional ini, tapi kalau begitu, saya rasa kita masih jauh dari waktu itu 😐.
 
πŸ€” Kalau nggak salah kabar, tahun 2026 udah berat sekali. Dunia jadi tempat kompetisi yang tak berkesudahan, kakuwaan politik naik turbuh, dan tatanan internasional yang longgar banget. 🌎 Menurut Global Risks Report, ancaman utama sekarang geoeconomic, yaitu kepanikan ekonomi dunia yang dibagi-bagian. 😬 Perang dagang AS-China sengat panas sekarang, dan Ukraine jadi contoh bagaimana konflik berpotensi menghantam seluruh tatanan Eropa. πŸ€• Sementara itu, Venezuela jadi contoh bagaimana hukum internasional bisa dilanggar dengan begitu saja. 🚫 Realitasnya, politik internasional sekarang jadi seperti law of the jungle, yaitu setiap negara harus menjaga diri sendiri tanpa ada aturan yang jelas. πŸ˜… Tahun 2026 udah jadi tahun normal baru, dengan tatanan berbasis aturan yang longgar banget. πŸŒ†
 
kya sih kalau kita semua jadi terlalu fokus dengan persaingan ekonomi dan geopolitik, lupa banget ngobrol soal lingkungan! aku punya temen di kota saya yang hidup di periferi, dia harus berburu untuk mencari makanan harian, siapa tahu kalau kita semua fokus pada masalah tersebut lebih banyak lagi, siapa yang nanti bakal jadi korban? πŸŒͺ️

dan apa ya kalau kita semua jadi terlalu agresif dalam menangkap kekuasaan? aku punya adik laki-laki yang gak bisa kerja karena dia selalu memikirkan bagaimana caranya bisa menjadi presiden atau penguasa, siapa tahu kalau kita semua fokus pada hal tersebut lebih banyak lagi, siapa yang nanti bakal jadi korban? πŸ˜’

kalau kita jangan fokus terlalu pada persaingan dan kekuasaan, mungkin kita bisa menemukan solusi yang lebih baik untuk berbagai masalah di dunia. seperti apa solusinya? aku sih belum tahu, tapi aku yakin bahwa kita perlu berbicara lebih banyak tentang hal-hal lain yang lebih penting daripada persaingan ekonomi dan geopolitik! πŸ’¬
 
wahhh... rasanya begitu kaget nih, kabut tebal itu memang benar-benar terasa! seperti dunia kita jadi saksi perang dagang panas, geopolitik yang semakin kompleks, dan anarki di tingkat internasional 😱. tapi gampang aja buat kita menjadi realis, kita harus menghadapi keadaan ini dengan bijak, cari informasi yang akurat dari sumber yang trusted πŸ“°. kita harus tetap berhati-hati dalam membuat keputusan, jangan sampai terjebak dalam persaingan yang tidak adil 😟. tapi gampang aja terjadi, kita harus selalu waspada dan siap menemukan solusi yang tepat untuk dunia yang semakin dinamis ini πŸ’‘.
 
ini giliran kita nonton siapa ngerjain masalah dunia ya... sepertinya semuanya saling menginjak, tapi apa solusinya? kalau tidak ada aturan tertentu lagi, mana caranya kita bisa menjaga perdamaian dan keamanan di dunia ini? semoga saja kita semua bisa belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain dan jadi lebih bijak dalam menangani konflik-konflik global seperti ini
 
aku rasa tahun 2026 ini akan sangat sulit untuk dilalui, banyak masalah yang saling bertabrakan dan membuat kita merasa tidak stabil 🀯. aku pikir kita harus fokus pada diri sendiri dan melakukan self-care agar kita bisa menghadapi tantangan ini dengan lebih baik πŸ’†β€β™€οΈ. tapi gak cuma itu, aku juga rasa kita perlu berhati-hati saat ini karena banyak kekhawatiran yang mengelilingi kita πŸ€”. mungkin kita harus berubah cara pandang kita terhadap persaingan dan globalisasi, bukan lagi melihatnya sebagai sesuatu yang negatif, tapi sebagai kesempatan untuk berbagi dan belajar dari satu sama lain πŸ’¬.
 
Pagi kawan 😊. Saya rasakan sedang berada di tengah-tengah kekacauan geoeconomic ini 🀯. Aku pikir kalau dunia sudah mulai mengalami era persaingan yang sebenarnya, bukan lagi tentang kerjasama dan kolaborasi multilateralisme. Tarif impor yang melonjak dan embargo teknologi memang membuat ekonomi global menjadi kubu-kubu yang saling menginjak πŸ’Έ.

Aku pikir kalau kita harus waspada terhadap serangan siber dan propaganda dari Rusia, tapi kita juga harus ingat bahwa kekuasaan dalam dunia ini sangatlah kompleks 🀯. Kita tidak bisa hanya mengutamakan sendiri tanpa mempertimbangkan dampak bagi negara lainnya.

Saya rasa kalau kita ingin memiliki tatanan global yang lebih baik, kita perlu kembali membahas tentang aturan-aturan yang harus diikuti oleh semua negara 🀝. Jangan biarkan kekacauan ini membuat kita lepas dari norma-norma yang telah terbentuk sebelumnya πŸ™.
 
kembali
Top