Netflix: 90% Pengguna RI Nonton Konten Lokal, Hollywood Ditinggalkan?

Tren konsumsi penonton Indonesia saat ini mengejutkan, lebih dari 90% pengguna RI memilih menonton konten lokal. Perubahan besar ini terjadi sepanjang 2025 dan bukti terbaiknya adalah capaian Netflix dalam membuat konten yang disukai oleh penonton di Indonesia.

Menurut Malobika Banerij, Senior Director Content Southeast Asia Netflix, perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia menyebutkan bahwa proses panjang Netflix memahami pasar Indonesia dan membangun kerja bersama komunitas kreatif lokal adalah hasil dari capaian ini.

Kata Malobika pada 2018-2019, Indonesia masih menonton konten Hollywood dan Korea Selatan. Namun, saat ini penonton Indonesia lebih suka menonton cerita lokal yang dibuat dengan kuat dan relevan. Dan ketika penonton domestik muncul, penonton global ikut menyusul.

Netflix juga berhasil membuat lebih dari 35 cerita lokal yang masuk Top 10 global Netflix untuk kategori konten non-Inggris. Ini menjadi bukti bahwa konten Indonesia tidak hanya laku di rumah sendiri, tapi juga punya daya tarik lintas negara.

Selain itu, Netflix juga melakukan ekspansi dengan format baru, yaitu sinetron. Kecintaan penonton terhadap "Ipar Adalah Maut" membuktikan bahwa cerita sinetron dapat berkembang di platform ini.
 
Tolong siapa lagi yang tidak suka menonton konten lokal 🤯! Sekarang Indonesia udah jadi rumah bagi Netflix, Jepang, Korea... apa lagi yang dibutuhkan? 😂. Saya senang melihat bahwa Indonesia bisa membuat konten yang keren juga, sepertinya Netflix sudah jadi teman baik kita di industri hiburan 🤝!
 
Hei... aku pikir ini sangat keren banget! 90% penonton RI memilih menonton konten lokal, itu artinya kita memiliki banyak pilihan untuk menikmati cerita-cerita yang dibuat oleh orang-orang Indonesia sendiri 🤩. Aku senang melihat Netflix berhasil membuat konten yang disukai oleh penonton di Indonesia, itu bukti bahwa kita bisa membuat sesuatu yang baik jika kita bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik 💡.

Aku juga suka melihat perubahan ini terjadi sepanjang 2025, itu artinya kita tidak lagi harus menonton hanya konten Hollywood atau Korea Selatan, tapi dapat menikmati cerita-cerita yang dibuat oleh orang-orang Indonesia sendiri 🌿. Dan aku senang melihat bahwa penonton global juga ikut menyusul, itu artinya konten Indonesia memiliki daya tarik lintas negara 💥.

Netflix juga melakukan ekspansi dengan format baru, yaitu sinetron, itu artinya kita dapat menikmati cerita-cerita yang dibuat oleh orang-orang Indonesia sendiri dalam format yang lebih modern dan menarik 📺. Aku senang melihat bahwa "Ipar Adalah Maut" menjadi contoh yang baik, itu bukti bahwa sinetron dapat berkembang di platform ini 💖.
 
heya dong, aku pikir ini keren banget! konten lokalnya bisa membuat kita jadi bangga dengan budaya kita sendiri. saya senang melihat penonton RI lebih suka menonton cerita lokal yang dibuat dengan kuat dan relevan. kalau gak ada Netflix, mungkin kita akan hanya tahu tentang film-film Hollywood dan Korea Selatan saja 🤦‍♂️.

saya pikir ini bukti bahwa teknologi bisa membantu kita menemukan kekayaan budaya kita sendiri. dan itu yang penting! kita harus terus mendukung konten lokal agar bisa berkembang lebih lanjut. saya rasa Netflix sudah melakukan hal yang benar dengan membuat kerja sama komunitas kreatif lokal 🎨.

saya juga senang melihat penonton global ikut menyusul dengan menonton cerita lokal. itu menunjukkan bahwa konten Indonesia tidak hanya laku di rumah sendiri, tapi juga punya daya tarik lintas negara. dan kalau kita bisa membuat konten yang lebih baik lagi, mungkin kita bisa menjadi salah satu produsen film terbesar di Asia 📚!
 
Gue rasanya Netflix udah jadi bagian kehidupan kita, apa kekurangan aja? Pokoknya, gue suka banget menonton konten lokal! 🤩 Tapi, apa sih dengan kualitas produksi konten lokal? Kadang nggak seimbang sama-sama. Netflix udah luar biasa membuat konten yang disukai penonton Indonesia, tapi gue rasa ada keterbatasan dalam hal casting dan produksi kalau kita lihat dari film-film lokal yang baru di rilis nih.

Dan, gimana dengan harga paket? Gue pikir Netflix udah mahal sekali, kayaknya tidak pantas untuk dibandingkan dengan YouTube atau platform streaming lainnya. Tapi, gue salah nggak? 🤔
 
Gue masih ragu2 sih... apakah ini benar-benar perubahan besar? Gue melihat banyak iklan Netflix yang sering kali terdapat di berbagai platform media sosial dan acara televisi. Dan ternyata, penonton Indonesia memilih menonton konten lokal lebih dari 90%. Tapi, gue masih ingin tahu, apa benarnya capaian Netflix dalam membuat konten yang disukai oleh penonton di Indonesia? Apakah mereka benar-benar memahami kebutuhan dan preferensi penonton kita? Gue tidak memiliki bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa perubahan ini benar-benar terjadi, karena gue masih melihat banyak iklan Hollywood dan Korea Selatan di media sosial. Dan apakah penonton global memang ikut menyusul dengan konten Indonesia? Gue masih ragu2... 🤔
 
aku pikir itu karena kualitas konten yang mumpuni banget, aku baca review di forum dan komentar di sosmed banyak katakan bahwa "Ipar Adalah Maut" seru dan nggak bosan aja aku lihat data bahwa penonton Indonesia lebih suka menonton dengan genre drama & horor, lalu aku cek stats Netflix dan ternyata 70% konten lokal yang dipilih penonton RI adalah dalam kategori tersebut 📈

aku juga lihat chart di sosmed dan tahu bahwa penonton RI sangat banyak menonton konten lokal pada hari-hari tertentu seperti Hari Kemerdekaan, hari lahir Presiden, atau saat ada acara olahraga besar 😅

perubahan ini membuat aku pikir Netflix harus terus memproduksi konten yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan penonton RI 🤔
 
hehhehe, kalau gak Netflix, aku tidak tahu apa lagi yang populer di Indonesia sekarang! 🤩 serius, aku suka banget dengan konten lokal, tapi aku rasa penonton Indonesia juga mulai lebih sengaja menonton konten asing, nih... tapi sepertinya Netflix berhasil membuat penonton Indonesia suka dengerin cerita lokal yang bagus, dan itu sangat keren! 🙌 aku senang melihat bahwa "Ipar Adalah Maut" bisa jadi hits di Netflix, kalau gak ada sinetron di sana, aku rasa aku tidak akan menonton konten lainnya lagi... hehehe, sepertinya aku terlalu fanboy Netflix! 😂
 
Wah, aku paham apa yang terjadi disini! Aku ingat saat masih kecil, kita semua menonton siaran TV yang dari luar negeri aja, seperti Disney Channel atau Cartoon Network. Tapi sekarang, penonton Indonesia lebih suka menonton konten lokal, kan itu sudah bukti bahwa cerita-cerita lokal Indonesia nggak kalah manis dengan yang asing!

Aku juga paham betapa pentingnya kerja sama antara Netflix dan komunitas kreatif lokal. Jika tidak ada kerja sama ini, kita mungkin belum bisa melihat banyak konten lokal seperti "Ipar Adalah Maut" yang sukses di Netflix.

Saya penasaran, bagaimana cara Netflix memahami kebutuhan penonton Indonesia? Aku tahu mereka melakukan survei dan analisis data, tapi masih nggak jelas bagaimana prosesnya. Tapi sepertinya, strategi Netflix berhasil, karena sekarang penonton Indonesia lebih suka menonton konten lokal! 🤔📺
 
Wahhh, aku nggak percaya kalau Indonesia begitu suka nonton konten lokal! 🤯 Aku masih ingat waktu 2018-2019, kita masih suka nonton film Hollywood dan Korea Selatan aja... sekarang penonton Indonesia lebih suka nonton cerita lokal yang dibuat dengan kuat dan relevan. Aku senang banget kalau Netflix berhasil membuat konten Indonesia yang bagus dan laku di global. 35 cerita lokal masuk Top 10 global Netflix, itu sangat mengesankan! 🙌 Dan aku juga senang banget kalau Netflix melakukan ekspansi dengan format baru seperti sinetron, "Ipar Adalah Maut" yang suka banget kalau nggak? 😂 Aku rasa ini bukti bahwa konten Indonesia memiliki daya tarik lintas negara dan bisa berkembang di platform ini. Aku harap Netflix terus membuat konten yang bagus dan aku akan selalu menonton! 💥
 
Gue rasa kayaknya sih penonton Indonesia memilih konten lokal karena kualitasnya lebih enak dan relevan dengan kehidupan sehari-hari kita 🤗. Kalau mau tahu, aku udah liat cara Netflix bekerja sama dengan komunitas kreatif lokal di Indonesia, mereka kayaknya udah nggabungin diri dengan masing-masing komunitas untuk membuat konten yang berasal dari budaya dan tradisi kita 🎨. Gue senang bisa menonton cerita lokal yang bikin aku merasa apalagi kayaknya aku sendiri 😊.
 
kembali
Top