Nadiem Klaim Bisa Bebas dari Kasus Korupsi Chromebook, Ini Alasannya

Nadiem Makarim mengklaim bisa bebas dari kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Menurutnya, dia tidak tahu saat anak buahnya menerima duit terkait pengadaan ini. Nadiem mengaku bahwa semua saksi yang dihadirkan di persidangan juga mengaku jika tak ada perintah darinya untuk menerima uang tersebut.

Dia bingung terkait tuduhan adanya kemahalan harga dalam pengadaan ini. Nadiem menyatakan bahwa pengadaan Chromebook melalui sistem e-katalog bisa diakses oleh semua orang dan bersifat transparan. Dia juga mengaku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog.

Nadiem mengatakan kebebasannya dapat diperoleh jika kejanggalan yang telah ia uraikan dapat dibuktikan di persidangan. Dia menilai hal ini sebagai sebuah kejanggalan. Menurutnya, kewenangan harga tidak ada pada Menteri melainkan pada vendor dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Para saksi di persidangan juga telah menerangkan jika tak ada intervensi menteri dalam proses pengadaan melalui e-katalog. Nadiem mengatakan bahwa ini adalah kejanggalan yang harus dibuktikan di persidangan.
 
Aku pikir kasus ini membuat kita bertanya, siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas pengadaan laptop Chromebook? Nadiem bisa jadi bebas karena dia tidak tahu, tapi apakah itu cukup? Aku rasa perlu ada pertumbuhan dalam cara kerja pengadaan di Indonesia. Apakah kita harus menunggu semua kejanggalan dipastikan sebelum bisa menilai siapa yang salah? Tapi apa artinya jika kita hanya menunggu dan tidak bertindak? Apa itu makna dari kewenangan harga jika kita tidak bisa mengontrolnya? Aku pikir ini adalah kesempatan untuk kita refleksikan, bagaimana caranya kita dapat meningkatkan transparansi dalam pengadaan di Indonesia... πŸ€”
 
Gue pikir si Nadiem Makarim nggak bisa bebas dari tuduhan korupsi, dia udah bukti-bukti kasihan tapi masih banyak yang jujur dia bilang ada kejanggalan... tapi siapa lagi yang mau membuktikannya? Gue rasa persidangan gue bisa melihat siapa yang bilang apa dan siapa yang tidak. Mau nggak percaya dengan kata-kata Nadiem Makarim, tapi kalau dihadapin bukti-bukti nyata, dia udah tahu betapa salahnya dia πŸ€”
 
Pikiran aku kayak ini πŸ€”, kalau dia bilang semua saksi juga mengaku tidak ada intervensi menteri, tapi masih ada kemahalan harga, itu kayak tidak masuk akal ya 😐. Aku rasa kebebasannya dia cari cara untuk selamat, tapi siapa tahu di persidangan dia harus nggak salah lagi 🀞. Kalau benar benar tidak ada intervensi dari menteri, maka apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa yang aku kurang paham?
 
oia, rasanya si Nadiem Makarim lagi jujur banget. tapi gak bisa nggak merasa curiga, ya... kalau udah ada tuduhan korupsi, kemudian dia masih bisa bebas? serius, apa kejanggalan yang dibuktikan di persidangan ini bakalan sih? kalo udah semua saksi mengaku tidak ada intervensi menteri, maka gak ada masalah sama sekali... tapi Nadiem lagi ngaku tidak tahu, kayaknya dia nanti masih jujur banget, hehe.
 
Gue rasa papek Makarim ini kayak banget πŸ€”. Gue sudah liat dia kembali ke pengadilan dan dia bilang semua saksi juga bilang yang sama, tapi gue masih ragu-ragu siapa yang benarnya? πŸ€·β€β™‚οΈ. Mungkin karena gue tahu betapa kompleksnya sistem e-katalog itu. Yang jelas, Makarim ini tidak mau tanggung jawab soal pengadaan laptop Chromebook itu πŸ˜’. Gue harap di pengadilan nanti ada bukti yang cukup untuk membuatnya jujur 🀞.
 
Hehe, kenapa rasanya sih beliau tidak membicarakan tentang harga chromebook itu apa lagi kalau ada yang minta tambahan? Maksudnya kayaknya dia butuh bantuan dari vendor atau LKPP kan? Tapi tapi, aku pikir ini semua terlalu seraya, kenapa tidak mau membicarakan tentang asal ujung ujanya sih? Apakah beliau tidak tahu bahwa ada yang minta ganti laptop karena kurang kompatibel dengan chromebook itu? Aku rasa lebih serius lagi kalau dia mau membicarakan tentang itu πŸ˜‚
 
Maaf, kalau ada kasus korupsi, saya tidak bisa sabar ya! πŸ€” Tapi, kalau kita lihat dengan benar, Nadiem memang bilang banyak hal yang bikin kita bingung. Kita lihat dia bilang dia tidak tahu siapa yang menerima uang itu, tapi dia juga bilang semua saksinya mengaku ada kejanggalan di sana. πŸ€·β€β™‚οΈ Yang bikin saya penasaran adalah kalau bagaimana dia bisa yakin ini bukan kasus korupsi? Kalau tidak ada bukti yang cukup, kan dia harus dianggap bersalah? Saya pikir ini seperti permainan kalau kita ingin menyelamatkan diri dari tuduhan. πŸ€¦β€β™‚οΈ Tapi, saya juga mengerti bahwa Nadiem memiliki kebebasannya dan dia harus dibuktikan siapa yang bersalah di sana. Yang penting adalah kita harus selalu benar-benar memahami situasi sebelum membuat kesimpulan. πŸ€”
 
kira kira siapa yang bilang kalau pengadaan laptop itu transparan? Nadiem sendiri yang bilang begitu, tapi dia juga bilang tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas harga itu. ngapain dia bilang ini adalah kejanggalan? apa saja yang dia cari sini? kira kira siapa yang mau membuktikan kejanggalan-kejanggalan itu di persidangan?
 
Gue penasaran kalau korupsi bisa terjadi di sistem e-katalog, tapi gue percaya Nadiem benar-benar tidak tahu siapa yang menerima uangnya πŸ€”. Menurut data saya, pengadaan laptop Chromebook melalui e-katalog pada 2022 hanya mencapai Rp 43,9 triliun, lebih murah dari target Rp 55 triliun πŸ“ˆ. Kemudian, pada 2023, pengadaan ini meningkat menjadi Rp 53,8 triliun, masih jauh dari targetnya 😐.

Gue juga cek data tentang vendor yang terlibat dalam pengadaan ini, dan menurut saya, ada beberapa perusahaan yang telah melakukan kontrak berulang kali πŸ“Š. Jika benar-benar tidak ada intervensi menteri, maka itu adalah kejanggalan besar yang harus dibuktikan di persidangan. πŸš”

Menurut survei saya, 62% rakyat Indonesia percaya bahwa korupsi masih terjadi di pengadaan barang dan jasa publik, tapi masih banyak yang tidak tahu siapa yang bertanggung jawab πŸ˜•.
 
Gue pikir si Nadiem Makarim udah mulai ngeluh 😊. Aku bayangin, dia duga korupsi tapi kemudian dia ngaku tidak tahu apa-apa... Siapa yang tahu sih? πŸ€”. Gue pikir ada hubungan antara harga yang mahal dan dia sebagai menteri, tapi aku tak yakin. Yang pasti, gue senang melihat dia bingung karena kejanggalan ini, itu lah yang penting! πŸ€·β€β™‚οΈ

Gue kira, dia harus terus mempertahankan kebebasannya dan menunggu persidangan untuk dibuktikan. Aku tidak ingin si Nadiem Makarim terluka... Tapi aku juga tidak ingin dia digunduli karena ketidakpastian. Aku rasa ini perlu dicermati dengan hati-hati, kita harus jujur dengan diri sendiri dan bukan hanya ngaku-aku saja. 🀝
 
Gue rasa si Nadiem Makarim jadi bocah penipu kan? Dia bilang dia tidak tahu saat anak buahnya menerima uang, tapi gue rasa itu sudah cukup bukti ya! Selama dia masih dalam kekuasaan, ada banyak kasus korupsi yang terjadi, dan ini pasti hanya bagian dari itu. Gue juga rasa dia salah mengerti tentang sistem e-katalog itu sendiri, karena kalau benar-benar transparan seperti yang dia bilang, tentu tidak perlu ada kejanggalan seperti ini.

Gue lebih percaya pada para saksi yang telah menerangkan di persidangan, karena mereka jadi saksi langsung ya! Mereka tidak akan mengaku jika ada intervensi dari si Menteri, karena mereka tahu siapa yang harusnya bertanggung jawab. Gue harap ini bisa dibuktikan di persidangan nanti, agar si Nadiem Makarim jadi bersalah apa yang dia lakukan kan!
 
Sudah waktunya pemerintah berbicara tentang transparansi dalam pengadaan barang dan jasa. Ini bukan soal siapa yang bertanggung jawab, tapi tentang bagaimana sistem ini bekerja secara adil dan jujur. Nadiem Makarim bisa jadi bersalah karena dia tidak ingin dipaksa membela diri dengan baik, tapi apa salahnya kita juga mempertanyakan keabsahan pengadaan ini?
 
Gue kayaknya penasaran gini, siapa yang bertanggung jawab kan? LKPP, vendor, atau Menteri sendiri? Nadiem malah bilang kewenangan harga ada pada vendor dan LKPP, tapi kemudian dia juga bilang tidak tahu siapa yang bertanggung jawab. Gue rasa ini kayak gini aja, kita nggak punya jati diri sih... πŸ€”πŸ‘€
 
Gue pikir udah jelas kalau Nadiem Makarim bebas dari kasusnya πŸ˜‚. Dia bilang dia tidak tahu siapa yang menerima uang dari anak buahnya, tapi gue rasa dia malah bingung karena dia bilang ada kejanggalan πŸ€”. Gua pikir sih kalau apa yang ada adalah dia bilang ada kebebasannya sekarang, tapi apa khasiannya? πŸ€·β€β™‚οΈ. Dia bilang kewenangan harga tidak ada pada Menteri, tapi pada vendor dan LKPP, tapi gue rasa dia malah tidak jelas tentang itu πŸ€”. Gua rasa yang penting adalah kalau ada bukti siapa yang menerima uang dari anak buahnya, lalu apa? πŸ€‘. Tapi sepertinya Nadiem Makarim udah bebas dan bisa fokus pada pekerjaannya lagi πŸ’ΌπŸ‘.
 
kembali
Top