Bajaj Pulsar: Kenisah Motor Sport Tersohor Dalam Sejarah Indonesia
Perkenalkan Bajaj Pulsar. Seperti yang sudah diketahui, motor ini merupakan salah satu dari banyak moda transportasi kecil yang ditujukan untuk mengangkut penumpang sampai gang terkecil sekalipun. Dengan wajah dan mesin yang sudah diperbarui, Bajaj Pulsar masih eksis di jalanan Jakarta hingga kini, 50 tahun setelah pertama kalinya masuk ke Indonesia.
Banyak orang mungkin sudah tidak mengenal lagi minicar, helicak, maupun mebea. Sebaliknya, motor ini seperti "taksi kelas pekerja" yang menjadi lakon utama serial komedi situasi Bajaj Bajuri pada awal 2000-an. Namun, seperti yang sudah diketahui, Bajaj Pulsar bukan hanya memproduksi kendaraan roda tiga.
Pulsar generasi keempat itu dipunculkan oleh Bajaj Auto pada 2006 dan dirilis ke Indonesia pada tahun yang sama. Motor sport ini merupakan generasi keempat dari seri Pulsar yang pertama kali dirilis Bajaj Auto pada 2001. Dengan wajah lebih aerodinamis dan fitur canggih, Pulsar generasi keempat bisa dibilang memiliki sensasi naik yang tiada duanya.
Di antara Pulsar generasi keempat itu ada dua versi yang paling laris: Pulsar 135LS (atau yang sering disebut dengan nama "Baby Pulsar") dan Pulsar 220F. Keduanya merupakan bagian dari Pulsar generasi keenam yang dirilis oleh Bajaj Auto.
Namun, seperti yang sudah diketahui, kejayaan Bajaj Pulsar tidak bertahan lama. Pada 2012, Bajaj Pulsar akhirnya mengalami titik balik ketika Pulsar 200NS (yang merupakan kerjasama dengan Kawasaki) dirilis. Motor ini memiliki desain yang lebih sporty dan monosok sehingga makin terlihat dan terasa "sporty". Namun, di tengah penurunan penjualan, Bajaj Auto resmi angkat kaki dari Indonesia pada tahun 2013.
Meski sudah tidak diproduksi untuk pasar Indonesia, stok Pulsar masih tersedia sampai 2016. Bahkan pada 2016, Kawasaki harus memberi diskon sampai Rp8,9 juta motor tersebut yang harga aslinya Rp23,9 juta.
Sementara itu, TVS dari India telah memulai operasinya di Indonesia dan bermain di segmen skutik dengan tren penjualan yang positif. Meskipun volume penjualan mereka masih kalah telak dibanding Honda dan Yamaha, tren yang mereka tunjukkan cenderung meningkat.
Perkenalkan Bajaj Pulsar. Seperti yang sudah diketahui, motor ini merupakan salah satu dari banyak moda transportasi kecil yang ditujukan untuk mengangkut penumpang sampai gang terkecil sekalipun. Dengan wajah dan mesin yang sudah diperbarui, Bajaj Pulsar masih eksis di jalanan Jakarta hingga kini, 50 tahun setelah pertama kalinya masuk ke Indonesia.
Banyak orang mungkin sudah tidak mengenal lagi minicar, helicak, maupun mebea. Sebaliknya, motor ini seperti "taksi kelas pekerja" yang menjadi lakon utama serial komedi situasi Bajaj Bajuri pada awal 2000-an. Namun, seperti yang sudah diketahui, Bajaj Pulsar bukan hanya memproduksi kendaraan roda tiga.
Pulsar generasi keempat itu dipunculkan oleh Bajaj Auto pada 2006 dan dirilis ke Indonesia pada tahun yang sama. Motor sport ini merupakan generasi keempat dari seri Pulsar yang pertama kali dirilis Bajaj Auto pada 2001. Dengan wajah lebih aerodinamis dan fitur canggih, Pulsar generasi keempat bisa dibilang memiliki sensasi naik yang tiada duanya.
Di antara Pulsar generasi keempat itu ada dua versi yang paling laris: Pulsar 135LS (atau yang sering disebut dengan nama "Baby Pulsar") dan Pulsar 220F. Keduanya merupakan bagian dari Pulsar generasi keenam yang dirilis oleh Bajaj Auto.
Namun, seperti yang sudah diketahui, kejayaan Bajaj Pulsar tidak bertahan lama. Pada 2012, Bajaj Pulsar akhirnya mengalami titik balik ketika Pulsar 200NS (yang merupakan kerjasama dengan Kawasaki) dirilis. Motor ini memiliki desain yang lebih sporty dan monosok sehingga makin terlihat dan terasa "sporty". Namun, di tengah penurunan penjualan, Bajaj Auto resmi angkat kaki dari Indonesia pada tahun 2013.
Meski sudah tidak diproduksi untuk pasar Indonesia, stok Pulsar masih tersedia sampai 2016. Bahkan pada 2016, Kawasaki harus memberi diskon sampai Rp8,9 juta motor tersebut yang harga aslinya Rp23,9 juta.
Sementara itu, TVS dari India telah memulai operasinya di Indonesia dan bermain di segmen skutik dengan tren penjualan yang positif. Meskipun volume penjualan mereka masih kalah telak dibanding Honda dan Yamaha, tren yang mereka tunjukkan cenderung meningkat.