Desain Plafon Minimalis Anti Bocor & Bebas Jamur Saat Musim Hujan
Untuk mengantisipasi atap bocor saat musim hujan, plafon anti air bisa menjadi pilihan jitu. Pilih desain yang sesuai dengan selera dan gunakan bahan tahan air.
Berikut beberapa rekomendasi model plafon minimalis berikut ini bisa dipadukan dengan bahan tahan air.
1. Plafon PVC Kayu: Hadirkan Nuansa Alami
Plafon dari papan atau panel kayu dapat memberikan nuansa alami di ruangan. Namun, kecuali terbuat dari kayu jati atau kayu kalimantan yang keras dan mahal, plafon kayu tidak tahan air. Kayu pun rentan dimakan rayap. Solusi paling praktis adalah memasang plafon PVC dengan kelir kayu.
Plafon PVC kayu kini tersedia dengan berbagai corak warna seperti coklat gelap, coklat muda, putih, silver, merah maroon, krem, hingga oranye. Anda bisa memilih warna sesuai selera atau cocok dengan cat dinding.
Plafon PVC tahan air sekaligus bebas dari jamur maupun rayap. Material PVC pun ringan sehingga mudah dipasang. Selain itu, PVC plavon mudah dicari di toko barang bangunan atau e-commerce seperti Tokopedia dengan harga terjangkau.
2. Plafon Up Ceiling: Bikin Ruangan Terkesan Lega
Plafon up ceiling bisa menjadi pilihan untuk membuat ruangan terkesan lebih luas. Desain plafon ini tampak bersusun, dengan bagian yang menjorok ke atas membikin langit ruangan tampak lega.
Plafon bertingkat ini disebut pula tray ceiling karena menyerupai baki (nampan). Untuk memasangnya, sebagian bidang plafon (umumnya bagian tengah) dirancang terangkat ke atas sehingga lebih tinggi dari sekelilingnya.
Anda bisa membuat plafon up ceiling dengan bahan anti air seperti PVC. Namun, jika ingin lebih menghemat, Anda dapat menggunakan plafon GRC yang juga tahan air.
3. Plafon Drop Ceiling: Langit Ruangan Lebih Estetik
Model plafon <em>drop ceiling</em> kebalikan dari <em>up ceiling</em>. Sebagian bidang plafon (umumnya bagian tengah) dibuat menonjol ke bawah sehingga lebih rendah dari bagian lain di sekelilingnya.
Plafon <em>drop ceiling</em> cocok untuk ruangan dengan langit-langit tinggi. Jika terlalu rendah, model plafon ini akan membuat ruangan jadi terasa sempit. Namun, hal ini bersifat relatif, sesuai selera pemilik rumah.
Selain tampak lebih estetik, plafon <em>drop ceiling</em> dapat dipercantik dengan hiasan lampu gantung. Jika ingin kesan lebih modern, Anda juga dapat memasang lampu LED di sekeliling bidang yang menonjol ke bawah.
Plafon GRC lebih keras daripada gypsum dan mampu menahan rembesan air. Papan GRC juga memiliki sifat anti-jamur sekaligus tidak mudah terbakar. Perawatannya gampang karena GRC tidak menyerap noda.
Ketahanan plafon GRC bisa diandalkan sehingga cocok untuk pemakaian jangka panjang. Meski keras, papan GRC mudah dipotong untuk dipasang dengan berbagai desain plafon, termasuk model<em> up ceiling</em>.
Untuk mengantisipasi atap bocor saat musim hujan, plafon anti air bisa menjadi pilihan jitu. Pilih desain yang sesuai dengan selera dan gunakan bahan tahan air.
Berikut beberapa rekomendasi model plafon minimalis berikut ini bisa dipadukan dengan bahan tahan air.
1. Plafon PVC Kayu: Hadirkan Nuansa Alami
Plafon dari papan atau panel kayu dapat memberikan nuansa alami di ruangan. Namun, kecuali terbuat dari kayu jati atau kayu kalimantan yang keras dan mahal, plafon kayu tidak tahan air. Kayu pun rentan dimakan rayap. Solusi paling praktis adalah memasang plafon PVC dengan kelir kayu.
Plafon PVC kayu kini tersedia dengan berbagai corak warna seperti coklat gelap, coklat muda, putih, silver, merah maroon, krem, hingga oranye. Anda bisa memilih warna sesuai selera atau cocok dengan cat dinding.
Plafon PVC tahan air sekaligus bebas dari jamur maupun rayap. Material PVC pun ringan sehingga mudah dipasang. Selain itu, PVC plavon mudah dicari di toko barang bangunan atau e-commerce seperti Tokopedia dengan harga terjangkau.
2. Plafon Up Ceiling: Bikin Ruangan Terkesan Lega
Plafon up ceiling bisa menjadi pilihan untuk membuat ruangan terkesan lebih luas. Desain plafon ini tampak bersusun, dengan bagian yang menjorok ke atas membikin langit ruangan tampak lega.
Plafon bertingkat ini disebut pula tray ceiling karena menyerupai baki (nampan). Untuk memasangnya, sebagian bidang plafon (umumnya bagian tengah) dirancang terangkat ke atas sehingga lebih tinggi dari sekelilingnya.
Anda bisa membuat plafon up ceiling dengan bahan anti air seperti PVC. Namun, jika ingin lebih menghemat, Anda dapat menggunakan plafon GRC yang juga tahan air.
3. Plafon Drop Ceiling: Langit Ruangan Lebih Estetik
Model plafon <em>drop ceiling</em> kebalikan dari <em>up ceiling</em>. Sebagian bidang plafon (umumnya bagian tengah) dibuat menonjol ke bawah sehingga lebih rendah dari bagian lain di sekelilingnya.
Plafon <em>drop ceiling</em> cocok untuk ruangan dengan langit-langit tinggi. Jika terlalu rendah, model plafon ini akan membuat ruangan jadi terasa sempit. Namun, hal ini bersifat relatif, sesuai selera pemilik rumah.
Selain tampak lebih estetik, plafon <em>drop ceiling</em> dapat dipercantik dengan hiasan lampu gantung. Jika ingin kesan lebih modern, Anda juga dapat memasang lampu LED di sekeliling bidang yang menonjol ke bawah.
Plafon GRC lebih keras daripada gypsum dan mampu menahan rembesan air. Papan GRC juga memiliki sifat anti-jamur sekaligus tidak mudah terbakar. Perawatannya gampang karena GRC tidak menyerap noda.
Ketahanan plafon GRC bisa diandalkan sehingga cocok untuk pemakaian jangka panjang. Meski keras, papan GRC mudah dipotong untuk dipasang dengan berbagai desain plafon, termasuk model<em> up ceiling</em>.