Ditemukan mayat gajah Sumatera di Riau, korban diperkirakan dibunuh dengan tembakan. Banyaknya kerusakan pada kepala dan badan gajah ini menunjukkan gajah tersebut tidak mati secara alami melainkan dibunuh secara sengaja.
Gajah yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan itu diduga menjadi korban perburuan liar. Gajah Sumatera itu usia sekitar 40 tahun, saat ini gajah itu tidak ada lagi karena sudah mati.
Kasus ini menimbulkan kemarahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini untuk menangkap pelaku perburuan liar yang membunuh gajah tersebut.
Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau menyatakan kondisi miris gajah saat ditemukan. Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala menunjukkan gajah tersebut dibunuh secara sengaja.
Dua potongan logam yang diduga proyektil atau anak peluru senjata api ditemukan pada Gajah Sumatera. Hasil tes awal, kedua potongan logam tersebut positif mengandung timbal, fosfor tembaga atau kuningan, nitrat mesiu, dan gun shot residu.
Gajah yang mati ini merupakan gajah liar, bukan gajah yang selama ini dalam pengawasan konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran mengenai perburuan liar dan penangkapan gajah Sumatera di Riau.
Gajah yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan itu diduga menjadi korban perburuan liar. Gajah Sumatera itu usia sekitar 40 tahun, saat ini gajah itu tidak ada lagi karena sudah mati.
Kasus ini menimbulkan kemarahan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini untuk menangkap pelaku perburuan liar yang membunuh gajah tersebut.
Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau menyatakan kondisi miris gajah saat ditemukan. Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala menunjukkan gajah tersebut dibunuh secara sengaja.
Dua potongan logam yang diduga proyektil atau anak peluru senjata api ditemukan pada Gajah Sumatera. Hasil tes awal, kedua potongan logam tersebut positif mengandung timbal, fosfor tembaga atau kuningan, nitrat mesiu, dan gun shot residu.
Gajah yang mati ini merupakan gajah liar, bukan gajah yang selama ini dalam pengawasan konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran mengenai perburuan liar dan penangkapan gajah Sumatera di Riau.