Merdeka Gold Resources Dikabarkan Bakal IPO di Bursa Hong Kong
Dalam kesempatan yang ditunggu-tunggul, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dikabarkan telah menunjuk beberapa bank investasi untuk mempersiapkan diri menghadapi rencana pencatatan saham perdana di bursa Hong Kong. Menurut sumber yang terpercaya, rencana ini dilakukan saat harga emas semakin naik.
Perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan Citic Securities, Morgan Stanley dan UBS Group dalam proses IPO di Bursa Hong Kong. Namun, perlu diingat bahwa pertimbangan masih berlangsung dan ukuran serta waktu kesepakatan masih dalam pembahasan. Sayangnya, Merdeka Gold, UBS Group dan Citic Securities tidak memberikan komentar terkait rencana IPO ini.
Pada akhirnya, jika transaksi berhasil diselesaikan, IPO Merdeka Gold di Hong Kong akan menjadi kesepakatan langka dari perusahaan non-Cina yang memulai debutnya di pusat keuangan Asia. Dengan demikian, Perusahaan tersebut berharap dapat meningkatkan nilai saham dan memperluas jaringan bisnis.
EMAS mengoperasikan tambang emas di Sulawesi, Indonesia, dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Namun, pada sembilan bulan pertama 2025, anak usaha Merdeka Copper Gold itu mengalami kerugian sebesar 22,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam kesempatan yang ditunggu-tunggul, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dikabarkan telah menunjuk beberapa bank investasi untuk mempersiapkan diri menghadapi rencana pencatatan saham perdana di bursa Hong Kong. Menurut sumber yang terpercaya, rencana ini dilakukan saat harga emas semakin naik.
Perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan Citic Securities, Morgan Stanley dan UBS Group dalam proses IPO di Bursa Hong Kong. Namun, perlu diingat bahwa pertimbangan masih berlangsung dan ukuran serta waktu kesepakatan masih dalam pembahasan. Sayangnya, Merdeka Gold, UBS Group dan Citic Securities tidak memberikan komentar terkait rencana IPO ini.
Pada akhirnya, jika transaksi berhasil diselesaikan, IPO Merdeka Gold di Hong Kong akan menjadi kesepakatan langka dari perusahaan non-Cina yang memulai debutnya di pusat keuangan Asia. Dengan demikian, Perusahaan tersebut berharap dapat meningkatkan nilai saham dan memperluas jaringan bisnis.
EMAS mengoperasikan tambang emas di Sulawesi, Indonesia, dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Namun, pada sembilan bulan pertama 2025, anak usaha Merdeka Copper Gold itu mengalami kerugian sebesar 22,3 juta dolar Amerika Serikat (AS).