Kota Tua Jakarta meriah menghibur penonton dengan penampilan Saung Angklung Udjo, mengajak para peserta berlatih dan memainkan angklung bersama. Puncak perayaan Hari Angklung Sedunia ke-15 ini juga menjadi kesempatan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat citra Kota Tua sebagai pusat wisata budaya bertaraf internasional.
"Melalui perayaan ini, kami ingin menjadikan Kota Tua sebagai media aktif untuk memperkenalkan dan mengedukasi publik dunia tentang angklung sebagai warisan dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary.
Puncak perayaan ini juga menampilkan penampilan dari orkestra angklung serta perpaduan dengan kesenian Betawi seperti gambang kromong, tari topeng, dan ondel-ondel. Selain itu, ada stan permainan tradisional seperti egrang dan angklung yang dapat dinikmati oleh penonton.
Festival ini merupakan bentuk komitmen Jakarta dalam menghidupkan kembali energi warisan budaya di ruang publik. Hari Angklung Sedunia diperingati setiap 16 November, bertepatan dengan tanggal pengakuan UNESCO terhadap angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2010.
Pemilihan Kota Tua sebagai lokasi perayaan ini juga karena merupakan salah satu kawasan dengan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang sangat tinggi.
"Melalui perayaan ini, kami ingin menjadikan Kota Tua sebagai media aktif untuk memperkenalkan dan mengedukasi publik dunia tentang angklung sebagai warisan dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary.
Puncak perayaan ini juga menampilkan penampilan dari orkestra angklung serta perpaduan dengan kesenian Betawi seperti gambang kromong, tari topeng, dan ondel-ondel. Selain itu, ada stan permainan tradisional seperti egrang dan angklung yang dapat dinikmati oleh penonton.
Festival ini merupakan bentuk komitmen Jakarta dalam menghidupkan kembali energi warisan budaya di ruang publik. Hari Angklung Sedunia diperingati setiap 16 November, bertepatan dengan tanggal pengakuan UNESCO terhadap angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2010.
Pemilihan Kota Tua sebagai lokasi perayaan ini juga karena merupakan salah satu kawasan dengan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang sangat tinggi.